Penyebab Anak Kambing Lahir Dalam Kondisi Tidak Bernyawa

Usaha ternak kambing adalah suatu usaha yang menjanjikan dan dapat menghibur hati, bagi peternak kambing yang memang hobi umtuk menggeluti peternakan kambing. Apalagi saat-saat menunggu kelahiran anak kambing. Moment ini adalah moment yang tidak akan dilewatkan begitu saja. Berharap besar bahwa semuanya akan berjalan sesuai harapan kita. 

Namun terkadang semua tidak selalu semanis yang dibayangkan. Banyak juga kendala yang kadang membuat para peternak kambing tersandung. Salah satu contoh kendala yang kerap kali diderita oleh para peternak kambing adalah kematian ternaknya seperti kematian anak kambing. 

https://www.berbagiilmupeternakan.com/
Penyebab Anak Kambing Lahir Dalam Kondisi Tidak Bernyawa
Ketika lahir, anak kambing ternyata sudah dalam keadaan tidak bernyawa, mati terinjak, mati terjepit lantai, mati terjepit induknya, ketika sudah mulai besar kejang-kejang dan mati kena tetanus dan lain-lain. Tentunya hal ini akan sangat memukul perasaan peternak kambing sehingga menjadi kecewa dan terkadang sampai putus asa dan akhirnya berhenti untuk beternak kambing. 

Sebetulnya untuk menghindari atau mengurangi resiko kematian kambing dan anak kambing, dapat kita lakukan dengan pemahaman yang mendalam tentang ilmu ternak kambing terutama masalah pakan, penyakit dan masalah teknis beternak. Apabila ketiga hal tersebut sudah sangat dikuasai, maka kejadian kematian kambing dan anak kambing akan sangat kecil kemungkinannya untuk terjadi. 

Masalah yang ada di lapangan bagi para peternak kambing sendiri sebenarnya adalah tentang pengetahuan dalam budidaya kambing. Sudah sepatutnya para peternak kambing menggali lebih jauh pengetahuan tentang ternak kambing untuk menjalankan usaha ternaknya, sehingga dapat berjalan dengan optimal. 

Berbagai faktor yang sering menjadi penyebab kematian kambing maupun anak kambing bermacam-macam mulai dari penyakit, nutrisi pakan dan bahkan hal yang paling mendasar yakni masalah kandang. Berikut ini akan kita bahas mengenai faktor-faktor penyebab anak kambing lahir dalam Kondisi tidak bernyawa:

1. Induk yang memiliki tulang panggul kecil akan mengalami kesulitan dalam pada saat beranak. Apalagi ditambah dengan bobot lahir anak kambing yang terlalu besar hasil persilangan dengan pejantan besar/unggul sedangkan induk kecil. Maka pada saat induk beranak, anak akan sulit keluar dari organ reproduksi induk karena tulang panggul terlalu sempit. Tak jarang kasus ini menyebabkan kematian pada anak kambing, atau kedua-duanya. 

2. Posisi janin kembar yang tidak normal akan mengganggu kelahiran kambing. Indukan kambing yang mengalami kesulitan saat beranak jika tidak mendapatkan pertolongan dari peternak, maka akan mengalami kematian karena induk kehabisan tenaga saat merejan.

3. Kegagalan induk untuk mengeluarkan fetus akibat gangguan pada rahim yaitu rahim sobek, luka atau terputar, gangguan pada abdomen (rongga perut) yang mengakibatkan ketidakmampuan untuk merejan dan tersumbatnya jalan kelahiran.

4. Ukuran fetus yang terlalu besar, kelainan posisi fetus dalam rahim serta kematian fetus dalam rahim. Ukuran fetus yang terlalu besar dipengaruhi oleh berbagai faktor yang yaitu keturunan, faktor pejantan yang terlalu besar sedangkan induk kecil, lama kebuntingan, jenis kelamin fetus yaitu fetus jantan cenderung lebih besar, kebuntingan kembar.

5. Faktor nutrisi induk kambing juga berperan, yakni pemberian pakan terlalu banyak dapat meningkatkan berat badan fetus dan timbunan lemak dalam rongga panggul induk yang dapat menurunkan efektifitas perejanan.

6. Kesalahan dalam memilih pejantan yang akan dikawinkan dengan induk. Misalnya, pejantan yang dipilih adalah bibit unggul dengan bobot lahir yang besar, lalu kita kawinkan dengan induk kambing yang kecil. Maka pada saat induk beranak, anak akan sulit keluar dari organ reproduksi induk karena terlalu sempit. (baca juga: Penyebab Kejang-Kejang Disertai Kematian Pada Anak Kambing)

Semoga Bermanfaat

0 Response to "Penyebab Anak Kambing Lahir Dalam Kondisi Tidak Bernyawa"

Post a Comment

- Berkomentarlah dengan sopan dan bijak sesuai isi konten.
- Dilarang menyisipkan iklan, link aktif, promosi, spam, dan sebagainya.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel