Hal Yang Perlu Diperhatikan Saat Awal Memulai Usaha Peternakan Babi


Pemilihan Lokasi Peternakan Babi

Agar usaha yang akan dilakukan dapat berjalan sesuai dengan harapan, maka perencanaan lokasi usaha peternakan babi terutama usaha yang besar perlu disiapkan untuk jangka panjang, misalnya harus dipersiapkan untuk jangka waktu 10-20 tahun masa yang akan datang, karena modal yang diinvestasikan relatif tinggi.

Penting pula diperhatikan dari faktor fisik, ekonomis, sosial dan budaya, terutama di Indonesia, juga agar sesuai dengan makna yang terkandung dalam peraturan yang berlaku. Undang-undang RI No. 4 tahun terutama Pasal 16: “setiap rencana yang diperkirakan mempunyai dampak penting terhadap lingkungan wajib dilengkapi dengan analisis mengenai dampak lingkungan (AMDAL) yang pelaksanaannya diatur dengan peraturan pemerintah”.

Sejak awal, suatu usaha peternakan babi harus telah membuat perkiraan dampak terhadap lingkungan hidup, baik fisik, ekonomis dan sosial budaya. Berdasarkan analisis tersebut dapat diperkirakan secara terperinci dampak negatif dan positif yang akan timbul dari usaha atau kegiatan peternakan babi, sehingga sejak dini sudah dipersiapkan langkah - langkah yang tepat untuk menanggulangi dampak negatif dan mengembangkan dampak positifnya.

Usaha Peternakan Babi
Awal Memulai Usaha Peternakan Babi
Adapun dampak-dampak yang perlu ditentukan dan diperhatikan antara lain adalah sebagai berikut:
  1. Banyak manusia yang akan terkait di sekitarnya;
  2. Luas wilayah penyebaran dampak;
  3. Lama dampak berlangsung;
  4. Intensitas dampak;
  5. Banyak komponen lingkungan lainnya yang akan terkena;
  6. Sifat kumulatif dampak tersebut;
  7. Berbalik (reversible) atau tidaknya (irreversible) dampak.

Luas Lahan Peternakan Babi

Lahan untuk peternakan haruslah cukup luas dengan besar usaha peternakan, selain digunakan untuk pemeliharaan; sedapat mungkin ada lahan untuk memanfaatkan limbah ternak untuk tanaman pangan ataupun pakan. Jalan harus ada dan tahan saat musim hujan untuk dilalui alat pengangkutan, yakni mengangkut ternak, pakan dan limbah.

Topografi Lahan

Lahan harus dipilih yang bertopografi yang memungkinkan digunakan untuk peternakan babi. Sedapat mungkin dari areal perkandangan dapat disalurkan limbah ternak ke tempat penampungan limbah oleh grafitasi saja.
Air permukaan diarahkan menjauh dari kandang dan dari penampungan limbah, namun sedapat mungkin tinggal di lahan peternakan itu sendiri dan jangan mencemari lahan milik orang lain.

Permukaan Air Dalam Tanah

Dengan semakin banyak masyarakat menggunakan persediaan air tanah untuk dipakai sehari-hari, penting untuk menghindari sumber ini dari pencemaran. Bila perlu diuji menggali satu atau dua lubang untuk mengetahui ambang air tanah, sehingga mempermudah memilih lokasi penampungan limbah untuk ternak.

Jarak Lokasi Kandang dari Pemukiman

Limbah ternak babi dapat mencemari lingkungan dalam bentuk pencemaran air permukaan maupun air dalam tanah, udara, maupun bising oleh suara ternak babi itu sendiri. Oleh sebab itu jarak peternakan, dalam hal ini kandang tempat memelihara ternak babi, harus diperhatikan jarak minimalnya dari pemukiman.

Bangunan kandang harus cukup jauh jaraknya dari rumah-rumah pemukiman untuk menghindari polusi kebisingan, udara dan air bagi penghuni rumah tempat tinggal bangunan-bangunan atau pusat-pusat kegiatan lain.

Lokasi pemukiman pada umumnya dibagi menjadi 4 golongan, yakni:

Golongan 1 : pusat-pusat kegiatan pinggir kota, rumah sakit, sekolah, bungalow.
Golangan 2 : banyak rumah-rumah pemukiman.
Golongan 3 : sedikit rumah pemukiman, tempat rekreasi dan industri.
Golongan 4 : daerah pertanian dan peternakan, sedikit rumah pemukiman.

Jarak minimum dari tempat-tempat yang disebut tadi tergantung dari besar usaha atau banyaknya ternak babi yang dipelihara.

Bila syarat-syarat lokasi, topografi dan luas lahan telah dipenuhi, maka perencanaan selanjutnya adalah:

1.Rencana Skala Usaha
2.Rekayasa Letak (site engineering): (a) Rekayasa terperinci (detail engineering), yang mencakup perincian kekuatan, bahan dan harga; (b) Perincian desain (detail design) yang mencakup penataan (lay out) perkandangan, bangunan - bangunan dan penyesuaian dengan topografi lahan dan koefisien pekerjaan mengelolanya.

Kandang Ternak Babi

Dalam merencanakan kandang babi sudah tentu dipertimbangan antara lain: 1) sarana jalan, 2) ketinggian lokasi (altitut), 3) ketersediaan air, 4) kemungkinan pengadaan listrik, 5) sarana komunikasi, 6) kemungkinan memperoleh bahan ransum, 7) kelandaian lahan, 8) keaadaan lingkungan sekitar, 9) kondisi tanah, 10) pengaruh terhadap kesehatan ternak dan lain sebagainya. Khusus untuk tujuan pembibitan, pertimbangan keadaan lingkungan sekitar peternakan harus diperhatikan, antara lain harus aman dari lalulintas ternak atau hewan liar, maupun manusia.

Salah satu yang perlu dipertimbangkan adalah dampak terhadap lingkungan; sudah tentu ada beberapa instansi yang terkait dengan usaha beternak babi, antara lain Dinas Peternakan, Kepala Desa, Camat, Bupati, Gubernur, mungkin Pusat, Agraria/Badan Urusan Pertahanan, Departemen Pekerjaan Umum, Kependudukan dan Lingkungan Hidup, Perdagangan, Perhubungan, dan mungkin instansi lain.

Semakin modern usaha peternakan babi, pengusaha ternak makin mengarahkan bangunan kandang babi yang hemat akan lahan, tenaga, air dan energy. Dari sebab itu tipe bangunan dirancang untuk sedapat mungkin memenuhi persyaratan tersebut.

Bangunan kandang babi untuk daerah tropis seperti Indonesia lebih sederhana dibandingkan dengan untuk daerah subtropik atau daerah beriklim dingin. Suhu Indonesia rata-rata 27,2oC, namun suhu di berbagai daerah berbeda, tergantung dari letak geografis, ketinggian (altitut) tempat, kelandaian, sinar, angin, hujan dan kelembaban.

Tabel. Suhu Optimal Bagi Ternak Babi
Status Babi
Bobot Badan (kg)
Suhu Optimal (oC)
Baru lahir
1-2
35
Menyusu
2-5
25-34
Lepas sapih/fase bertumbuh
5-40
18-24
Fase bertumbuh-pengakhiran
40-90
12-22
Babi bunting
130-250
14-20
Induk menyusukan anak
130-250
5-18

Suhu optimal bagi ternak babi berbeda menurut umur atau bobot badannya anak babi yang baru lahir memerlukan suhu yang relatif tinggi, sedang babi dewasa memerlukan suhu yang relatif rendah. Suhu atau temperature lingkungan mikro harus dimodifikasi agar sesuai dengan tuntutan hidup ternak babi yang dipelihara dalam kandang. Harus diusahakan agar mikroklimat dalam kandang serasi bagi kehidupan atau kebutuhan fisiologis babi.

Bila suhu terlalu tinggi, babi akan kehilangan panas evaporatif (berkeringat atau terengah-engah), konsumsi makanan biasanya menurun, konsumsi air minum meningkat, berusaha mencari kesejukan, dan tingkah laku mungkin berubah, dan faktor-faktor tersebut mengakibatkan gangguan produksi. 

Temperature yang terlalu tinggi atau terlalu rendah akan mengganggu kehidupan babi, sebab babi akan bertumbuh baik di lingkungan zone termonetralnya, yakni berkisar antara 20-26­­0C.

Kandang harus memenuhi tuntutan biologis ternak babi. Ternak babi tergolong hewan berdarah panas atau homeoterm, yakni mekanisme fisiologisnya selalu berusaha mempertahankan keadaan internal tubuh dengan kondisi lingkungan eksternal yang tidak cocok baginnya.

Babi selalu berusaha mencapai keadaan homeostasis melalui neraca panas tubuh, termoregulasi, neraca biokemis (air, elektrolit dan senyawa karbon) dan neraca sirkulasi kardio-vaskuler.

Keadaan homeostasis ditentukan oleh faktor-faktor  eksternal, yakni ketinggian tempat (altitut), garis lintang bumi, radiasi sinar matahari, suhu dan kelembaban relatif udara, curah hujan, gerakan udara (angin), komposisi dan ionisasi udara, tekanan udara, dan bahan - bahan pencemar udara.

Bila kedaan homeostasis yang normal tidak dicapai, maka ternak akan dalam keadaan stres. Ternak yang dalam keaadaan stres akan mempengaruhi metabolisme ternak. Hal ini akan mengubah tingkah laku ternak, yang selanjutnya berpengaruh tehadap produksi, reproduksi maupun kesehatan ternak.

Kandang haruslah nyaman bagi ternak babi, bersih dan sedapat mungkin terhindar dari suhu yang terlalu tinggi atau terlalu rendah, humiditas, hembusan angin, terik surya dan memungkinkan sirkulasi udara yang baik sehingga akan sangat dibatasi kepengapan maupun bau yang tak disukai.

Bau tidak enak yang timbul di dalam kandang ternak disebabkan oleh gabungan berbagai bahan berbau, antara lain ammonia, hidrogen sulfida, skatol, indol dan sebagainya, yang sebagian besar berasal dari feses dan urin ternak. Bahan berbau ini telah diidentifikasi dan sekarang telah ada alat scentometer untuk mengukur intensitas bau.

Oleh sebab itu faktor-faktor eksternal tersebut sedapat mungkin harus dimanipuler oleh pengusaha ternak babi, antara lain menyediakan kandang yang sesuai bagi ternak dan manajemen sebaik mungkin.

Luas Kandang Babi

Luas bangunan kandang babi tergantung dari banyaknya ternak babi yang dipelihara dan tipe usaha yang dijalankan (Baca: Manajemen Perkandangan Ternak Babi). Usaha ternak babi yang besar atau sangat besar membutuhkan kandang yang makin kompleks. Satu hal lagi yang perlu diperhatikan adalah tipe usaha yang hanya menggemukkan babi, kandangnya lebih sederhana dibandingkan tipe breeding atau gabungan keduanya.

Skala Usaha Peternakan

Besar atau unit usaha peternakan bervariasi, dari yang kecil sampai sangat besar. Skala usaha ini tergantung  dari ketersediaan modal dan besar permintaan pasar (demand) untuk menyerap produksi ternak. Besar skala usaha ternak babi yang kini terdapat di dunia usaha ternak dapat digolongkan sebagai usaha keluarga (beternak di pekarangan) sampai usaha yang sangat besar.
Tabel. Skala Usaha Peternakan Babi
Skala Usaha
Banyak Induk
Populasi Babi
Usaha Keluarga
1-20
1-250
Usaha Kecil
20-50
250-450
Usaha Sedang
50-200
450-2200
Usaha Besar
200-1250
2200-10000
Usaha Sangat Besar
Lebih dari 1250
Lebih dari 10000

Untuk usaha ternak babi skala sedang sampai besar sudah tentu dan sangat disarankan terlebih dulu dilakukan studi kelayakan, sebab modal yang diinvestasikan relatif besar serta untuk mencegah masalah yang terjadi dikemudian hari. Baca juga: Manajemen Pemeliharaan Ternak Babi. Artikel lainnya tentang ternak babi, dapat anda baca dalam blog ini, dengan melakukan pencarian pada tombol "SEARCH" sesuai dengan topik yang ada cari. Terimakasih. Salam

0 Response to "Hal Yang Perlu Diperhatikan Saat Awal Memulai Usaha Peternakan Babi"

Post a Comment

- Berkomentarlah dengan sopan dan bijak sesuai isi konten.
- Dilarang menyisipkan iklan, link aktif, promosi, spam, dan sebagainya.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel