Pengaruh Penambahan Tepung Kunyit Dalam Ransum Terhadap Performan Babi Landrace


PENDAHULUAN

Rimpang kunyit (Curcuma domestica Val), adalah salah satu tanaman herbal yang dapat digunakan sebagai bahan pakan tambahan dalam ransum ternak babi. Kunyit merupakan tanaman herbal telah lama dikenal masyarakat yang memiliki kandungan minyak atsiri 3-5% dan kurkumin 2,5-6% (Rukmana, 2005), yang dapat menekan bakteri dan kandungan kurkuminnya dapat menjaga daya tahan tubuh.

Kunyit dapat menggantikan antibiotik sintetis, karena mengandung senyawa aktif atau bioaktif yang mempunyai fungsi sama dengan antibiotik sintetis. Tantalo (2009) menyatakan zat yang ada dalam kunyit mampu menghasilkan berbagai enzim yang dapat membantu pencernaan pakan dalam tubuh ternak.

Kunyit mampu meningkatkan produksi dan sekresi empedu dan pankreas sehingga membantu proses pencernaan zat-zat makanan (Toana, 2008). Hasil penelitian penggunaan Rimpang kunyit, sebagai bahan pakan tambahan dalam ransum babi sampai saat ini belum banyak dilakukan.

Reksowardojo, dkk. (2004) melaporkan penambahan kunyit 0,25% dalam ransum dapat memperbaiki konversi pakan. Sedangkan Sinaga (2011), pemberian 0,40% dapat memperbaiki efiisiensi pakan babi.  Sedangkan Nova (2001), penambahan sampai 1,2% memberikan pengaruh tidak nyata terhadap konsumsi dan pertambahan bobot badan ayam broiler. 

Dien, dkk (2012),  penggunaan herbal kunyit difermentasi dengan EM4 dalam air minum ternyata dapat meningkatkan perfomans ayam broiler, ditinjau dari pertambahan berat badan dan konversi ransum. Berdasarkan pemikiran tersebut, maka telah dilakukan penelitian untuk mengetahui seberapa besar pengaruh penambahan tepung rimpang kunyit, dalam ransum terhadap performans babi peranakan landrace.

METODELOGI PENELITIAN

Babi jantan kebiri peranakan Landrace umur 2-3 bulan dengan bobot awal 8,5-15 kg, rata-rata 11,25 kg (KK = 23,32%), ditempatkan dalam kandang individu dengan ukuran setiap petak  1,2 m x  1 m x 1 m. 

Ransum berupa campuran bahan pakan dengan komposisi dan kandungan nutrisi sesuai dengan standar kebutuhan ternak babi yaitu 18-20% protein dan 3160-3400 kkal/kg energi (NRC, 1998).
Komposisi dan Kandungan Nutrisi Ransum Penelitian  Babi Landrace
Komposisi dan Kandungan Nutrisi Ransum Penelitian  Babi Landrace
Rancangan percobaan yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK) yang terdiri dari 4 perlakuan dan 3 ulangan sehingga terdapat 12 unit percobaan. Ransum Perlakuan yang diuji adalah R0 : tanpa penambahan tepung kunyit;  R1 : penambahan tepung kunyit 0,25%; R2 : penambahan 0,50%; R3 : penambahan 0,75% Variabel yang diteliti adalah: Konsumsi Ransum, Pertambahan bobot badan, Konversi ransum, Ukuran linear tubuh, dan IOFC (Income Over Feed Cost).

Data yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan prosedur sidik ragam Analysis of variance (ANOVA) pola Rancangan Acak Kelompok (RAK) dan untuk menguji perbedaan antara perlakuan digunakan uji jarak berganda Duncan (Steel and Torrie, 1991).

HASIL DAN PEMBAHASAN

Hasil penelitian pengaruh penambahan tepung kunyit dalam ransum babi ditunjukkan pada Tabel 2.
Komposisi dan Kandungan Nutrisi Ransum Penelitian  Babi Landrace
Komposisi dan Kandungan Nutrisi Ransum Penelitian  Babi Landrace
Rata-rata konsumsi ransum babi penelitian yang diberi penambahan kunyit (0,25, 0,50 dan 0,75% dalam ransum, secara empiris lebih tinggi dibandingkan babi yang tidak mendapat penambahan tepung kunyit. Hal ini ditunjukkan oleh adanya senyawa aktif yang mampu meningkatkan enzim pencernaan, meningkatkan proses pencernaan pakan sehingga mempercepat pengosongan saluran cerna dan akhirnya konsumsi meningkat (Tantalo, 2009). 

Namun secara statistik konsumsi tidak berbeda nyata (P>0,05), menunjukkan penambahan kunyit menyebabkan tingkat palatabilitas babi terhadap ransum perlakuan sama dengan tanpa kunyit. Konsumsi ransum dipengaruhi oleh cita rasa atau palatabilitas (Ginting dan Aryanta, 2015),  juga dipengaruhi oleh  kandungan energi ransum.  

Kandungan energi ransum hampir sama menyebabkan konsumsi tidak berbeda nyata, sesuai dengan pernyataan Dewi dan Setiohadi (2010) bahwa pakan yang mempunyai kandungan nutrien yang relatif sama maka konsumsi pakannya juga relatif sama.  Senyawa bioaktif dalam kunyit berupa kurkumin, demetoxykurkumin, bisdemetoxykurkumin dan minyak atsiri (Li et al. 2011) belum memberi efect nyata padasaluran cerna babi, sehingga tidak berpengaruh nyata pada konsumsi ransum.

Pengaruh perlakuan terhadap bobot badan  tidak nyata (P>0,05), disebabkan kandungan nutrisi, keseimbangan energi dan protein semua perlakuan sama. Jumlah konsumsi ransum dengan kandungan nutrisi yang sama, kualitas nutrisi yang baik  kecernaannya baik maka mendapatkan pertumbuhan yang sama baik (Sinaga dan Martini, 2010).  Penambahan kunyit 0,25-0,75% pada babi bobot rata-rata 11,25 kg atau berkisar  8,5-15 kg belum mampu meningkatkan pertambahan bobot badan  babi penelitian. 

Hal ini didukung oleh hasil penelitian Nova (2001), penambahan 1,2% tidak mampu memberikan peningkatan secara signifikan terhadap konsumsi dan pertambahan bobot ayam broiler.  Hasil ini didukung laporan penelitian Diora Kristia, dkk (2015) yang mendapatkan penambahan tepung kunyit 1-4% dalam ransum menurunkan bobot badan ayam broiler.  Hasil ini berbeda dengan penelitian Al-Sultan (2003), pemberian 0,5% mampu mendapatkan pertambahan bobot badan dan konversi ransum yang lebih baik.

Konversi ransum yang tidak berbeda nyata disebabkan ransum perlakuan mempunyai kualitas yang sama, dengan kandungan nutrisi yang seimbang. Hal ini didukung oleh Ginting (2012), bahwa keberhasilan meningkatkan potensi genetik babi yang bertumbuh cepat, dapat terlihat apabila ditunjang dengan pemberian pakan yang baik, dimana kandungan nutrisinya sempurna dan seimbang terutama zat-zat essensial, untuk mendapatkan konversi ransum yang kecil.

Tidak adanya pengaruh penambahan kunyit terhadap panjang badan disebabkan kandungan kalsium dan posfor ransum perlakuan semua sama, dan penambahan sampai 0,75% dalam ransum tidak mempengaruhi kecernaan Ca dan P. Sebaliknya pemberian kunyit yang terlalu tinggi akan berpengaruh terhadap penurunan pertumbuhan karena adanya fenol, tanin adan flavonoid yang tinggi dapat menurunkan konsumsi (Pietta, 2000).

Lingkar dada dipengaruhi oleh pertumbuhan daging, dimana babi penelitian dengan bobot ratarata 11,5 kg pertumbuhan daging belum dominan sehingga pengaruhnya tidak nyata.  Tinggi badan ternak lebih banyak dipengaruhi oleh pertumbuhan tulang, bukan oleh daging atau otot. Perkembangan / pertumbuhan tubuh ternak lebih banyak dipengaruhi oleh konsumsi, kualitas ransum (Sinaga, 2002) atau tingkat gizi ransum yang digunakan (Martini, 2010). 

Penambahan tepung kunyit sampai 0,75% dalam ransum belum nyata meningkatkan ukuran linear tubuh babi peranakan landrace umur muda bobot 8,5-15 kg, karena zat aktif yang ada dalam kunyit tidak mampu memperbaiki pencernaan makanan, meningkatkan pemanfaatan zat-zat makanan menjadi pertambahan ukuran linear dan bobot badan.  

Income Over Feed Cost babi penelitian yang mendapat penambahan tepung kunyit 0,5-0,75% secara empiris lebih tinggi, atau lebih menguntungkan.  Namun secara statistik belum menunjukkan pengaruh yang signifikan. Hal ini disebabkan konsumsi dan pertambahan bobot yang dihasilkan sama untuk semua perlakuan. 

Hasil ini menunjukkan dengan penambahan in-put belum menyebabkan peningkatan aout-put yang ditunjukkan oleh produktivitas babi.  Untuk menilai perhitungan ekonomis dalam pemberian pakan ternak babi, maka hal yang perlu diperhatikan adalah berapa besar biaya pakan sebagai in-put dan berapa besar pertumbuhan badan sebagai out-put (Silalahi, 2011). 

Minyak atsiri yang ada dalam tepung kunyit 0,75% belum mampu mengkonversi pakan yang berpengaruh pada pembentukan daging yang optimal, berbeda dengan hasil dari Bintang dan Nataamijaya (2005), mendapatkan bertambahnya bobot badan ayam broiler.

SIMPULAN

Penambahan tepung kunyit pada level 0,25, 0,5 dan 0,75% dalam ransum babi peranakan landrace umur muda bobot rata-rata 11,5 kg, belum menunjukkan hasil yang signifikan terhadap : konsumsi, pertambahan bobot badan, konversi ransum, ukuran linear tubuh dan IOFC. (baca juga: Cara Membuat Ransum Fermentasi Untuk Induk Babi Menyusui).

DAFTAR PUSTAKA

AL-Sultan, S.I.  2003.  The Effect of Curcuma longa (Tumeric) on overall Performance of Broiler Chickens.  Departement of Public Health and Animal Husbandry, College of Veterina Medicine  and Animal Resources, King Faisal University.  Saudi Arabia.  J.Poultry Sci. 2(5) : 351-353.

Bintang, I.A.K. dan A.G. Nataamijaya.  2005.  Pengaruh Penambahan Tepung Kunyit (Curcuma domestica, Val) dalam Ransum Broiler.  Balai Penelitian Ternak Bogor.

Diora Kristia, N. W, Sunaryo Hadi, R. Budi Utomo, dan Mirni Lamid.  Pengaruh Pemberian Tepung Kunyit (Curcuma domestica) dan Tepung Daun Seligi  (Phyllanthus buxifolius) dalam Pakan terhadap Performans Ayam Broiler Jantan. Universitas Airlangga.

Kaselung, P.S., M.E.K. Montong, C.L.K. Sarayar dan J.L.P. Saerang.  2014.  Penambahan rimpang kunyit (Curcuma domestica,Val) rimpang temu lawak (Curcuma xanthorriza roxb), dan rimpang temu putih (Curcuma zedoariaa rosc) dalam ransum komersial terhadap performans burung puyuh (Coturnix-coturnix japonica).  Fakultas Peternakan Universitas Sam Ratulangi, Manado 95115. Jurnal Zootek (“Zootrek” Journal) Vol 34 No. 1:114-123 (Januari 2014) ISSN 0852 2626 116.

Li, M., W. Yuan, G.Deng, P.Wang, P. Yang and B.B. Anggarwal.  2011.  Chemical Composition and Product quality control of turmeric (Curcuma longa, L).  Pharmaceutical Crops.  2:28-54.

Toana, N.M.  2008.  Pengaruh Pemberian Tepung Kunyit (Curcuma domestica, Val) dalam Ransum terhadap Performan Produksi Itik Periode bertelur. J. Agroland.15(2):140-143.

0 Response to "Pengaruh Penambahan Tepung Kunyit Dalam Ransum Terhadap Performan Babi Landrace"

Post a Comment

- Berkomentarlah dengan sopan dan bijak sesuai isi konten.
- Dilarang menyisipkan iklan, link aktif, promosi, spam, dan sebagainya.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel