Silase Limbah Organik Pasar Sebagai Pakan Alternatif Ternak Ruminansia


Limbah organik pasar seperti limbah sayur-sayuran dapat menggantikan hijauan dikala musim kering. Tulisan ini merangkum sejumlah penelitian mengenai pemanfaatan teknologi silase dan produknya sebagai pakan ternak ruminansia yang telah dipublikasikan di jurnal atau prosiding lokal dalam beberapa tahun terakhir.

Limbah organik pasar seperti limbah sayur-sayuran dapat dimanfaatkan sebagai pakan ternak ruminasia, karena ketersediaan-nya melimpah dan memiliki nilai ekonomis karena harganya murah dan tidak bersaing dengan kebutuhan manusia serta dapat mengurangi pencemaran lingkungan. Kelemahan limbah ini adalah mudah busuk dan voluminus (bulky) sehingga diperlukan teknologi pengolahan pakan untuk bahan menjadi awet dan mudah disimpan.Teknologi silase dapat menjawab permasalahan tersebut.

Berdasarkan kajian pustaka metode-metode penambahan aditif seperti mikrooraganisme dan karbohidarat dapat meningkatkan kualitas silase limbah pasar. Pemberian silase baik secara tunggal maupun dalam ransum komplit dapat meningkatkan performans ternak ruminansia.
Jenis Pakan Alternatif Untuk Ternak
Silase Limbah Organik Pasar Sebagai Pakan Alternatif Ternak Ruminansia
Limbah organik pasar yang mudah rusak dapat dimanfaatkan untuk makanan ternak. Namun, limbah ini harus dibersihkan dan dipilih terlebih dahulu sebelum dikonsumsi ternak. Penanganan limbah organik terpisah dengan limbah anorganik. Jika limbah organick bercampur dengan limbah yang mengandung logam-logam berat, maka dapat terakumulasi di dalam tubuh ternak yang akan membahayakan manusia pengkonsumsi daging ternak tersebut.

Ada beberapa jenis limbah sayuran pasar yang dapat digunakan sebagai pakan ternak ruminansia diantaranya adalah bayam, kangkung, kubis, kecamba kacang hijau,daun kembang kol, kulit jagung, klobot jagung dan daun singkong. Limbah sayuran pasar yang dominan ada di pasar antara lain kol, daun kembang kol, kulit toge, serta sawi putih, kulit jagung dapat dipergunakan sebagai pakan ternak.

Limbah sayuran akan bernilai guna jika dimanfaatkan sebagai pakan melalui pengolahan. Hal tersebut karena pemanfaatan limbah sayuran sebagai bahan pakan dalam ransum harus bebas dari efek anti-nutrisi, terlebih toksik yang dapat menghambat pertumbuhan ternak yang bersangkutan. 

Limbah sayuran mengandung anti-nutrisi berupa alkaloid dan rentan oleh pembusukan sehingga perlu dilakukan pengolahan ke dalam bentuk lain agar dapat dimanfaatkan secara optimal dalam susunan ransum ternak dan dapat disimpan dalam kurun waktu yang cukup lama sebagai cadangan pakan ternak saat kondisi sulit mendapatkan pakan hijauan.

Silase merupakan proses pengolahan limbah yang sudah sering dilakukan. Silase merupakan bahan pakan dari hijauan pakan ternak maupun limbah pertanian yang diawetkan melalui proses fermentasi anaerob dengan kandungan air 60 – 70%. Kadar air bahan yang akan diolah menjadi silase tidak boleh terlalu rendah maupun terlalu tinggi. 

Untuk bahan-bahan yang memiliki kadar air cukup tinggi (> 80%),perlu dilakukan pelayuan, penjemuran atau dikering-anginkan terlebih dahulu sebelum proses pembuatan silase dimulai untuk menurunkan kadar airnya. (baca: Teknologi Pengolahan & Pengawetan Pakan Hijauan) 


METODE PENGOLAHAN SILASE LIMBAH PASAR

Ada dua cara pembuatan silase yang pertama secara kimia dengan penambahan asam sebagai bahan pengawet seperti asam fosfat, asam klorida dan asam sitrat. Penambahan asam tersebut diperlukan agar pH silase turun dengan segera (sekitar 4,2) sehingga menghambat proses respirasi, proteolitis dan mencegah aktifnya bakteri clostridia (Cullinson 1978).

Cara yang kedua adalah pengolahan secara biologis dengan cara memfermentasi bahan tersebut dalam suasana asam. Asam yang terbentuk adalah asam laktat, asam asetat dan asam butirat serta beberapa senyawa lain seperti etanol, karbondioksida gas metan, karbon monoksida, nitrat dan panas (Cullinson 1978). Pada pembuatan silase secara biologis sering ditambahkan bahan pengawet sebanyak ±3% dari berat hijauan yang digunakan (Bolsen et al. 2000).

PEMBAHASAN

Pembuatan silase dengan penambahan pengawet terutama yang banyak mengandung karbohidrat berfungsi sebagai perangsang berlangsungnya fermentasi sehingga bakteri asam laktat dapat berkembangbiak dengan baik (Ensminger 1980). Berdasarkan cara tersebut sehingga banyak penelitian telah dilakukan untuk mendapatkan silase yang baik untuk pakan ternak.

Beberapa peneliti telah melakukan penelitian tentang silase limbah pasar diantaranya adalah Retnani et al (2009), silase Klobot jagung, kulit ari kecambah toge dan daun brokoli diberikan pada ternak domba ternyata menghasilkan pertambahan berat badan sebesar 137,30 g/hari. Demikian pula Yumadi (2008) menggunakan silase klobot jagung klobot jagung, ampas tahu dan kulit kembang kol, pada ternak kambing dapat menaikan berat badan sebesar 516,86 g/hari.

Muktiani dkk memanfaatkan silase limbah sayuran yang disuplementasi dengan mineral alginat dalam ransum domba mampu memperbaiki konversi dan efisiensi pakan serta pertambahan bobot badan domba. Pembuatan silase secara biologis dengan penambahan bakteri asam laktat (Laktobacillus casei) telah dilakukan oleh A,Y.Noferdiman dan Afzalani ( 2013) pada Sapi Bali menghasilkan kecernaan bahan kering sebesar 45,76% dan bahan organik sebesar 37,06%.

Selanjutnya penelitian dari Purwanto (2010) bahwa silase klobot jagung dapat menggantikan rumput lapangan sampai level 70% dari total ransum domba lokal jantan. Simanihuruk dan Sirait 2010 mengkaji silase kulit kopi, hasil peenelitiannya bahwa penggunaan silase kulit buah kopi sebesar 20 persen dapat direkomendasikan untuk menggantikan rumput sebagai pakan basal ternak kambing.

KESIMPULAN

Pengolahan limbah organik pasar menjadi silase dengan berbagai metode dapat meninkatkan kualitas silase dan performans ternak ruminansia. Meskipun demikian, penelitian yang lebih spesifik dan mendalam perlu dilakukan serta perlu adanya standarisasi dan kontrol sehingga dapat meyakinkan pengguna mengenai keamanan dan keuntungan pemberian silase sebagai pakan alternatif ternak ruminansia.

Sumber:
Bolsen KK, Sapienza. 1993. Teknologi Silase; Penanaman, Pembuatan dan Pemberiannya Pada Ternak. Kansas : Pioner Seed.

Muktiani A., J. Achmadi, B. I. M. Tampoebolon dan R. Setyorini, 2013. Pemberian Silase Limbah Sayuran yang di Supllementasi dengan Mineral dan Alginat sebagai Pakan Domba. JITP Vol. 2 No. 3. Undip Semarang.

Purwanto, 2010. Pemberian Silase Klobot Jagung dalam Ransum Terhadap Penampilan Domba Lokal Jantan.. Skripsi. Fakultas Pertanian Universitas Sebelas Maret. Surakarta.

PROSIDING SEMINAR NASIONAL V HITPI, 2016.

0 Response to "Silase Limbah Organik Pasar Sebagai Pakan Alternatif Ternak Ruminansia"

Post a Comment

- Berkomentarlah dengan sopan dan bijak sesuai isi konten.
- Dilarang menyisipkan iklan, link aktif, promosi, spam, dan sebagainya.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel