Tingkah Laku Induk Babi Saat Menyusui


Tingkat kematian anak babi setelah kelahiran secara nyata mempengaruhi tingkat keuntungan pada satu usaha peternakan babi dan juga kemajuan genetika melalui pengaruhnya terhadap seleksi diferensial. Kebanyakan kematian pada anak babi terjadi beberapa hari setelah kelahiran. 

Hal ini dapat disebabkan oleh kombinasi dari beberapa faktor. Faktor-faktor tersebut termasuk salah satunya yakni tingkah laku induk babi saat menyusui anaknya. Tingkah laku didefinisikan sebagai ekspresi atau respons ternak terhadap stimulus / rangsangan.

Ternak pada saat lahir tergantung sepenuhnya pada perlindungan induknya dan produksi susu induk untuk tetap hidup. Dengan demikian ikatan antara induk dan anak sangat penting untuk segera dijalin. Jika anak harus hidup, maka induk dan anak harus saling mengenal satu sama lain dan memperlakukan anggota lain dalam kelompoknya sebagai anggota asing.
Induk Babi Menyusui
Tingkah Laku Induk Babi Saat Menyusui
Pada mulanya, setelah melahirkan, seekor induk babi akan menerima semua anak yang baru lahir, kemudian terjadi pembentukan suatu ikatan yang spesifik. Hal ini membentuk pola dua arah, yaitu induk harus dapat mengidentifikasi anak – anaknya sendiri dan anak – anaknya harus mengenal induknya sebagai satu – satunya nduk. Biasanya induk babi mengidentifikasi anaknya lebih cepat dan lebih menyeluruh dibanding ternak lainnya.

Kontak fisik antara induk dan anak adalah suatu kebutuhan fisiologis. Pada beberapa hewan/ternak polytocous, kontak fisik mampu memberi kehangatan bagi anak yang bersifat poikilothermis selama beberapa minggu pertama kehidupannya. Induk dan anak selalu berinteraksi, pertukaran informasi ini meliputi saluran penglihatan, perabaan, pendengaran dan penciuman.

Kelakuan induk sangat mempengaruhi pengalaman anak dalam menyusu. Secara naluri, induk akan menuntun anak untuk melokalisir puting susunya. Pada sapi, domba dan kuda,  tingkah laku induk saat menyusui umumnya dilakukan pada satu sisi yakni melalui kedua kaki belakang. Guna mempermudah penyusuan, induk akan mengangkat sebelah kaki di sisi dimana sedang disusui anak.

Pada ternak babi, tingkah laku induk saat menyusui umumnya dilakukan dengan memilih suatu posisi tertentu di dalam kandang dimana induk merasa nyaman untuk berbaring dan menyusui anaknya. Selama menyusui, biasanya babi induk membagi waktu yang sama banyak untuk berbaring disisi kanan atupun sisi kiri.

Beberapa induk babi memilih berbaring hanya pada satu sisi dan ada pula yang memilih berdiri sewaktu menyusui. Sekali induk babi sudah berbaring pada satu sisi, ia tidak berbalik pada sisi lain selama periode menyusui yang sama. Stimulasi perabaan terhadap ambing selama penyusuan mempengaruhi let-down susu.

Rangsangan visual dan auditoris dengan adanya anak menyusu akan segera bersatu dengan rangsangan perabaan, dan menyebabkan ejeksi air susu. Terdapat persaingan yang sangat ketat antar anak untuk mendapatkan putting susu terdepan yang memiliki produksi susu terbesar hingga terbentuk susunan anak pada putting susu secara permanen.

Karakteristik Khusus Induk Babi Saat Menyusui:

Menunjukkan tingkah laku komplek dalam mengasuh anak dan menyusui (teat order)

Menyusui dalam interval waktu yang cukup pendek (50 – 60 menit)

Induk membutuhkan stimulasi dari anak babi sebelum proses penurunan susu (Milk Let Down), dengan tahapan sebagai berikut:

Fase 1

(1) Pada awalnya anak babi akan berdesakan di sekitar ambing, memassage ambing dan putting dengan moncongnya.
(2) Fase kompetisi (berdesakkan) dan menyodok ambing dengan moncong berlangsung selama + 1 menit dan akan berakhir ketika susu mulai diekskresikan
(3) Induk akan bersuara “grunt” perlahan dengan interval teratur sebagai respon terhadap rangsangan pada putting dan kesiapan untuk menyusui anak babi

Fase 2

Berikutnya adalah fase menyusu, dimana anak babi akan menghisap putting induk dengan gerakan lambat (1x/ detik)

Fase 3

Setelah berjalan + 20 detik, interval “grunt” dari induk akan meningkat dan suaranya mengeras. Fase puncak tahap ini tidak diikuti dengan peningkatan ekskresi susu bahkan ada kecenderungan menurun. Anak babi mengimbangi dengan meningkatkan intensitas menghisap 3x/detik.

Pada fase ini terjadi peningkatan sekresi hormon oksitosin dari pituitary serta peningkatan ekskresi penurunan susu (Milk Let Down), baru kemudian selama 10 – 20 menit terjadi puncak ekskresi susu dan setelah itu berhenti.

Fase 4

Anak babi tetap memassage ambing dan menghisap putting untuk menginformasikan status kebutuhan nutrisinya kepada induk yang akan disediakan pada saat ekskresi susu selanjutnya. (baca juga: Cara Merawat dan Memelihara Anak Babi Yang Baru Lahir)
Semoga bermanfaat....

0 Response to "Tingkah Laku Induk Babi Saat Menyusui"

Post a Comment

- Berkomentarlah dengan sopan dan bijak sesuai isi konten.
- Dilarang menyisipkan iklan, link aktif, promosi, spam, dan sebagainya.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel