PAKAN TERNAK BABI : (Kandungan Gizi, Penyusunan Ransum dan Cara Pemberian Ransum Pada Semua Fase Hidup / Pertumbuhan)


Pakan merupakan salah satu faktor penting dalam usaha ternak babi. Sebab 60% dari keseluruhan biaya dihabiskan untuk keperluan pakan babi-babi induk (bibit), dan 80% untuk keperluan pakan babi fattening. Oleh karena itu suatu hal yang perlu diperhatikan disini ialah bahwa walaupun babi itu secara alamiah tergolong hewan yang makannya sangat rakus, dan suka makan apapun, namun mereka perlu diberi makanan dengan perhitungan yang betul.

Di samping ternak babi itu banyak makan dan rakus, konversi terhadap makanan pun sangat bagus, sehingga apabila pemeliharaannya baik, laju pertumbuhannya pun akan baik pula. Perlu diingat bahwa babi termasuk hewan yang memiliki alat pencernaan sederhana, yang tak mampu mencerna bahan makanan yang kadar serat kasarnya tinggi.

https://www.berbagiilmupeternakan.com/
PAKAN TERNAK BABI : (Kandungan Gizi, Penyusunan Ransum dan Cara Pemberian Ransum Pada Semua Fase Hidup / Pertumbuhan)
Ternak babi sangat sensitif terhadap pengaruh makanan yang tidak mencukupi dan terhadap tatalaksanaan pemeliharaan yang kurang baik, berhubung karena pertumbuhan ternak babi yang luar biasa cepatnya dan oleh karena itu menuntut kebutuhan makanan yang bermutu tinggi.

Ternak babi mempunyai pertambahan bobot badan dan pertumbuhan yang lebih tinggi dengan pemberian takaran makanan tertentu jika dibandingkan dengan ternak lain, kecuali ayam broiler yang dipelihara dengan sangat intesif. Selain itu kalori yang berasal dari makanan yang dikandung di dalam bagian – bagian yang dapat dimakan dari ternak babi, lebih tinggi dibandingkan dengan yang berasal dari jenis ternak lain dengan pemberian takaran zat makanan yang sama (sihombing, 1991).

Pakan untuk ternak babi umumnya merupakan campuran dari berbagai macam bahan makanan yang diberikan dalam kurun waktu tertentu (ransum). Beberapa faktor penting yang harus diperhatikan peternak dalam pemberian pakan/ransum pada ternak babi adalah sebagai berikut:

Kandungan Gizi

Semua bahan makanan yang diperlukan oleh babi terutama terdiri dari enam unsur pokok : karbohidrat, serat kasar, lemak, protein, vitamin-vitamin, mineral dan air.

Penyusunan Ransum

Apabila jumlah babi yang dipelihara  hanya bebarapa ekor saja, maka kepada babi tersebut bisa diberikan sisa-sisa bahan makanan dari dapur, seperti kulit pisang, pepaya, sayuran, nasi dan lain sebagainya. Akan tetapi betapapun banyak sisa makanan yang bisa diberikan, namun praktek pemberian makanan semacam itu kurang bisa dipertanggung jawabkan.

Sebab bahan makanan tersebut bukanlah merupakan rasum yang mempunyai susunan zat gizi dalam imbangan yang tepat seperti yang diperlukan tubuh babi untuk keperluan pertumbuhan dan berproduksi.

Kandungan zat gizi dalam ransum diperhitungkan berdasarkan beberapa faktor diantaranya:


1. Tujuan peternakan itu sendiri, misalnya sebagai babi fattening, bibit
2. Fase hidup babi, starter, grower, finisher atau berat babi
3. Pedoman yang telah ada seperti zat-zat gizi yang diperlukan dan pertimbangan ekonomis, serta bahan yang tersedia pada sepanjang tahun.

Ransum Starter

Yang dimaksud dengan babi starter ialah anak babi yang masih menyusui dengan umur 8 – 10 minggu. Pada fase atau periode ini mereka harus mendapatkan ransum starter, yaitu ransum yang terdiri dari :

1. Komposisi bahan makanan yang mudah dihisap oleh anak babi dan pula mudah dicerna (creep feeder)
2. Kandungan serat kasarnya rendah, misalnya dari bahan jagung giling halus, tepung susu skim. Sebab susu kandungan proteinnya tinggi, sedangkan jagung memiliki kadar cerna yang tinggi dan merupakan sumber karbohidrat
3. Kandungan protein 20 – 22 %, MP 70
4. Serat kasar 3 %.

Ransum Grower

Babi grower yaitu anak babi sesudah melampaui fase starter sampai umur 5 bulan. Babi-babi yang telah melewati fase grower dan mencapai berat 50 kg. Hal ini dimaksudkan agar :

1.Babi tumbuh cepat, sehat dan kuat
2. Bisa menghasilkan babi-babi fattening yang tidak banyak lemak atau spek, melainkan banyak daging
3. Babi bibit (breeding) dalam periode menyusui nanti akan bisa memproduksi air susu cukup banyak.

Babi-babi yang hidup pada fase ini harus mendapatkan ransum grower, yaitu ransum yang terdiri dari :
1. Bahan yang agak kasar sedikit dari pada ransum starter
2. Kadar protein kurang lebih 17%, MP 68
3. Serat kasar 5%
4. Ditambah ekstra hijauan segar, vitamin-vitamin dan mineral.

Ransum Fattening

Babi fattening adalah babi-babi yang digemukkan sebagai babi potongan yang beratnya 50 – 100 kg. penggemukan ini dimulai semenjak mereka sudah melewati fase grower yang berat hidupnya 50 kg sampai dengan bisa dipotong yaitu pada waktu mencapai berat 100 kg. Ransum yang diberikan ialah ransum fattening, yang terdiri dari :

- Bahan makanan yang agak kasar
- Kadar protein 14%, MP 69.

Ransum Induk Menyusui

Ransum induk menyusui yaitu ransum yang diberikan pada bulan terakhir pada masa bunting dan selama mereka menyusui. Ransum tersebut terdiri dari :

(1) Bahan yang kandungan serat kasarnya relative rendah, (7%)

Serat kasar yang tidak terlalu tinggi dimaksudkan untuk menghidari kemungkinan terjadinya kesukaran buang kotoran (konstipasi) pada saat hendak melahirkan. Untuk mengatasi konstipasi ini babi bisa ditolong dengan diberikan obat pencahar (urus-urus), misalnya garam inggris sebanyak 1 (satu) sendok makan yang dicampur makanan. Pemberiannya dilakukan beberapa hari sebelum dan sesudah melahirkan. Pada saat ini jumlah ransum bisa dikurangi, tetapi harus betul-betul bermutu.


(2) Kadar protein tinggi, 18,5%, MP 66

Protein yang tinggi diperlukan untuk : pertumbuhan embrio dan persiapan produksi air susu.

Pemberian Ransum

1. Untuk anak babi berumur kurang lebih 8 minggu 0,25 kg/ ekor/hari
2. Untuk anak babi berumur 1 tahun sebanyak 2 kg/ekor/hari.
3. Untuk induk yang tidak menyusui/ tidak bunting kurang lebih 2 kg/ekor/hari.
4. Untuk induk babi yang bunting sebanyak kurang lebih 2,5 kg/ekor/hari.
5. Untuk induk menyusui 2 kg/ekor/hari ditambah dengan jumlah anak dikalikan 0,25 kg/ekor/hari.
6. Untuk pejantan sebanyak 3 – 4 kg/ekor/hari.

Makanan diberikan 2-3 kali sehari dan tidak mutlak harus dimasak karena zat-zat vitamin dalam campuran makanan yang dimasak akan rusak atau hilang, namun ada pula yang perlu dimasak seperti ubi kayu, daun keladi dan kacang kedelai sebab mengandung racun, dapat menimbulkan gatal gatal, mengandung zat anti metabolik. 

Ternak babi disamping membutuhkan makanan juga membutuhkan air minum yang bersih setiap hari dan disediakan secara tak terbatas dalam kandang sehingga babi dapat minum sesuai dengan kebutuhannya. (baca juga: Konsumsi Ransum dan Kebutuhan Nutrisi Ternak Babi Lengkap)

Semoga bermanfaat....

Sumber :
Setyaningrum, dkk. 2003. Manajemen Ternak Potong. Unsoed. Purwokerto
Sihombing, D.T.H. 1997. Ilmu Ternak Babi. Fakultas Peternakan IPB, Bogor.
Prof. Dr. Ir. Gusti ayu mayani kristina dewi, MS. 2017. Materi Ilmu Ternak Babi. Unud

0 Response to "PAKAN TERNAK BABI : (Kandungan Gizi, Penyusunan Ransum dan Cara Pemberian Ransum Pada Semua Fase Hidup / Pertumbuhan)"

Post a Comment

- Berkomentarlah dengan sopan dan bijak sesuai isi konten.
- Dilarang menyisipkan iklan, link aktif, promosi, spam, dan sebagainya.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel