Pengaruh Umur Kerbau Terhadap Kualitas Semen Beku Pasca Thawing


PENDAHULUAN

Kerbau (Bubalus bubalis) yang berasal dari Asia tenggara merupakan ternak ruminansia besar yang mempunyai potensi tinggi dalam penyediaan daging serta merupakan ternak asli daerah panas dan lembab khususnya daerah belahan utara tropika. Salah satu faktor yang menyebabkan rendahnya populasi ternak kerbau adalah keterbatasan bibit unggul dan semen beku, rendahnya mutu pakan ternak, perkawinan silang dan kurangnya pengetahuan peternak dalam menangani produksi ternak tersebut.

Beberapa faktor penyebab kurangnya populasi kerbau di Indonesia kurangnya program pemeliharaan kerbau, rendahnya tingkat reproduksi kerbau, teknik serta metode praktek peternakan di Indonesia yang tidak mendukung pengembangan ternak kerbau (Said dan Tappa, 2008). Kerbau dapat dijadikan sebagai salah satu ternak potong yang dapat menghasilkan daging untuk memenuhi kebutuhan daging masyarakat.

Kerbau memiliki efisiensi reproduksi yang rendah disebabkan karena pubertas yang lambat, usia kebuntingan pertama yang lama, periode pospartum anestrus panjang, periode inter-calving yang panjang, tanda-tanda birahi kurang jelas atau birahi tenang (Silent heat), angka kebuntingan rendah, serta mempunyai sedikit folikel primordial (Tappa dkk., 2006).

Perlu upaya peningkatan pengembangan IB pada kerbau oleh peternak agar tingkat keberhasilan IB kerbau dapat meningkat perlu diperhatikan kualitas semen yang akan digunakan mulai dari penampungan semen sampai dengan produksi semen, semen yang berkualitas dari seekor pejantan unggul dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor: bobot badan, umur pejantan, sifat genetik, suhu dan musim, frekuensi ejakulasi dan makanan.

Umur merupakan faktor yang mempengaruhi kualitas semen, dengan melihat umur ternak akan mudah untuk mengetahui kualitas dari semen yang dihasilkan.

MATERI DAN METODE PENELITIAN

Materi yang digunakan adalah straw 30 buah yang telah berisi semen kerbau yang akan dilihat kualitasnya pada pasca thawing, dilakukan secara eksperimen mulai dari prosedur penampungan semen, sampai dengan evaluasi semen dan straw yang digunakan lansung dari hasil penampungan setelah proses penyimpanan selama 3 jam.

Data yang terkumpul dianalisis menggunakan Uji T dengan 2 perlakuan dan 15 kali ulangan, perlakuan yang digunakan adalah kelompok umur kerbau yaitu umur 6 tahun, 8 tahun masing-masing dengan 15 kali ulangan jumlah straw yang ada. Bahan pengencer semen yang digunakan adalah andromed.

Parameter yang diamati: Motilitas pasca thawing, persentase hidup pasca thawing, abnormalitas pasca thawing dan membran plasma utuh pasca thawing.

HASIL DAN PEMBAHASAN


Kualitas Semen Segar Kerbau

Evaluasi semen segar kerbau secara makroskopis dan mikroskopis umur 6 tahun dan umur 8 tahun meliputi volume semen, warna semen, konsistensi, pH, gerakan massa, motilitas, dan konsentrasi.

Volume Semen

Volume semen yang diejakulasikan dan tertampung di tabung vagina buatan adalah 1,2 mL pada umur 6 tahun dan 3,5 mL pada umur 8 tahun. Menurut Situmorang dan Sitepu (1991) volume semen kerbau per ejakulat umumnya lebih rendah dari sapi.

Rata-rata volume ejakulat kerbau adalah 0,5 sampai 2,5 mL dengan rataan 1,3 mL dan 2.38 mL. Afiati et al (2013) menyatakan bahwa volume semen dapat dipengaruhi oleh bangsa, umur, ukuran badan, tingkatan makanan, frekuensi penampungan dan faktor lain.

Tabel 1. Evaluasi Semen Segar Kerbau Secara Makroskopis dan Mikroskopis
Evaluasi semen segar
Umur  6
Umur  8
Volume
1,2
3,5
Warna
Krem
Krem
Konsistensi
Kental
Sedang
Ph
7
7
Gerakan Massa
++
++
Motilitas
70
70
Konsentrasi
1300x10 6 /mL
1300x10 6 /mL
*Keterangan: Evaluasi Semen Segar Secara Makroskopis dan Mikroskopis

Warna Semen

Dari hasil pengamatan pada umur 6 tahun dan 8 tahun semen kerbau berwarna krem. Menurut Dhami dan Sahni (1994) semen kerbau berwarna krem, krem keputihan atau putih susu dengan konsentrasi agak kental.

Konsistensi

Hasil pengamatan konsistensi dari semen segar kerbau umur 6 tahun kental dan umur 8 tahun adalah sedang. Menurut Dhami dan Sahni (1994) konsistensi sperma tergantung pada konsentrasi sperma.

pH Semen

Pemeriksaan pH semen segar kerbau menggunakan kertas pH indikator dan hasil pemeriksaan pH semen segar adalah 7. Menurut data National Artificial Breeding Centre yang dikutip oleh Ismawaldi (1980) semen kerbau memiliki pH 6,0 – 7,2 dengan rataan pH 6,63. pH semen kerbau pada umur 6 tahun dan 8 tahun merupakan pH normal pada kerbau.

Gerakan Massa

Hasil pengamatan melalui mikroskop gerakan massa dari Hasil pengamatan semen segar kerbau umur 6 tahun dan 8 tahun adalah ++(2) yang menandakan gerakan bergelombang kecil, tipis, jarang, aktif ke depan. Menurut Herdis (1998) gerakan massa sperma kerbau berkisar antara 1 (+) sampai 3 (+++). Jadi gerakan massa dari semen kerbau ini normal.

Motilitas

Pengamatan motilitas spermatozoa dari semen segar kerbau umur 6 tahun dan 8 tahun adalah 70%. Semakin tinggi persentase motilitas berarti semakin baik kemampuan fertilisasinya. Menurut Toelihere (1993) motilitas merupakan gambaran persentase gerakan atau sel spermatozoa yang hidup.

Konsentrasi

Konsentrasi sperma kerbau relatif lebih rendah daripada sapi. Konsentrasi spermatozoa kerbau pada umur 6 tahun dan 8 tahun adalah 1300 x /ml. Menurut data National Artificial Breeding Centre yang dikutip oleh Ismawaldi (1980) konsentrasi spermatozoa 820 – 1.895 ml x dengan Rataan 1.360 ml.

Kualitas Semen Beku Kerbau Pasca Thawing

Motilitas Spermatozoa Pasca Thawing

Persentase motilitas dibawah 30% menunjukkan bahwa kualitas semen kurang baik dan sering berkaitan dengan infertilitas (Afiati dkk, 2013). Hasil analisis keragaman menunjukkan bahwa umur tidak berbeda nyata (P>0,05) terhadap motilitas spermatozoa kerbau, tidak  terdapat interaksi antara umur 6 dan umur 8 tahun.

Berdasarkan hasil penelitian persentase motilitas umur 6 tahun memiliki nilai 40,87±1,13 sedangkan untuk umur 8 tahun 40,27±1,16. Pengamatan persentase motilitas semen beku kerbau didapatkan motilitas tertinggi pada umur 6 tahun yaitu 40,87%. Sedangkan nilai persentase motilitas semen beku umur 8 tahun 40,27%.

Tabel 2. Rataan Persentase Motilitas Semen Beku Kerbau Pasca Thawing
Perlakuan (umur)
Rataan Standar deviasi
          6  tahun
8 tahun
40,87±1,13
40,27±1,16
* Keterangan: Antar Perlakuan motilitas menunjukkan Tidak Berbeda Nyata (P>0.05)

Spermatozoa masih layak digunakan untuk inseminasi buatan karena rata-rata persentase motilitas spermatozoa kerbau pasca thawing pada kedua kelompok umur masih dalam kisaran normal. Menurut Hafez (1980) bahwa kecepatan gerak spermatozoa akan bervariasi tergantung media dan temperatur lingkungan.

Persentase Hidup Spermatozoa Pasca Thawing

Hasil analisis keragaman menunjukkan bahwa umur tidak berbeda nyata (P>0,05) terhadap persentase hidup spermatozoa kerbau. Tidak terdapat interaksi antara umur 6 tahun dengan nilai 51,18±8,67 dan umur 8 tahun dengan nilai 51,84±4,42. Persentase hidup yang dimiliki oleh spermatozoa dalam semen segar adalah 60%.

Menurut Toelihere (1993) persentase sperma hidup kerbau berkisar antara 48% sampai 80% dengan rata-rata 66%. Rata- rata persentase hidup spermatozoa menunjukkan bahwa semen layak digunakan untuk program Inseminasi Buatan, sebab semen beku yang layak untuk diinseminasikan dengan persentase hidup harus besar dari 50% (Toelihere, 1981).

Tabel 3. Rataan Persentase Hidup Spermatozoa Pasca Thawing
Perlakuan
(Umur)
Rataan
Standar Deviasi
6 tahun
8 tahun
51,18±8,67
51,84±4,42
* Keterangan: Antar Perlakuan Menunjukkan Umur tidak berpengaruh (P>0.05)

Abnormalitas Spermatozoa Pasca Thawing

Abnormalitas spermatozoa adalah merupakan kelainan fisik dari spermatozoa yang terjadi karena pada saat proses pembentukan spermatozoa dalam tubuli seminiferi maupun karena proses perjalanan spermatozoa melalui saluran-saluran organ kelamin jantan.

Tabel 4. Rataan Abnormalitas Spermatozoa Pasca Thawing
Perlakuan
(Umur)
Rataan
Standar Deviasi
6 tahun
8 tahun
16,23±1,84
18,69±2,15
* Keterangan: Antar perlakuan menunjukkan pengaruh yang sangat berbeda nyata (P<0,01)

Inseminasi Buatan Pada Ternak Kerbau
Gambar.1 Pemeriksaan Abnormalitas Spermatozoa Menggunakan Pewarna Eosin (Sumber: Dokumentasi Pribadi)

Hasil penelitian hasil analisis keragaman menunjukkan pengaruh yang sangat nyata (P>0,01) terhadap abnormalitas spermatozoa kerbau. Rataan abnormalitas pasca thawing Umur 6 tahun mempunyai nilai rata-rata 16,23% sedangkan pada umur 8 tahun mempunyai nilai rata-rata 18,69%.

Abnormalitas Spermatozoa dapat dilihat pada (Gambar 1.). Hasil ini membuktikan bahwa umur menunjukkan pengaruh yang sangat nyata terhadap persentase spermatozoa abnormalitas semen beku kerbau antara umur 6 tahun dan 8 tahun. Untuk Inseminasi Buatan abnormalitas dibawah 20 % masih dianggap normal atau layak untuk diinseminasikan (Toelihere,1981).

Membran Plasma Utuh (MPU) Spermatozoa Pasca Thawing

Kerusakan pada membran plasma mengakibatkan terganggunya proses metabolisme dan proses fisiologis dan menyebabkan kematian pada spermatozoa (Rasul et al., 2001). Rataan persentase membran plasma utuh pasca thawing umur 6 tahun dan 8 tahun kerbau.
Umur 6 tahun mempunyai nilai rata-rata lebih tinggi yaitu 46,41%, Sedangkan kerbau umur 8 tahun mempunyai nilai rata-rata leih rendah yaitu 43,25%. Berdasarkan hasil uji t menunjukkan bahwa berbeda nyata (P<0.05) pada membran plasma utuh semen beku kerbau antara umur 6 tahun dan 8 tahun.

Mondal et al. (2010) melaporkan sesudah pembekuan spermatozoa akan mengalami penurunan MPU hingga 25%. Pembentukan kristal es selama proses pembekuan merupakan salah satu faktor utama yang bertanggung jawab atas kerusakan membran spermatozoa.

Tabel 5. Rataan Membran Plasma Utuh (MPU) Pasca Thawing
Perlakuan
(umur)
Rataan
Standar deviasi
6 tahun
8 tahun
46,41±4,59
43,25±4,06
* Keterangan: Antar Perlakuan Menunjukkan Pengaruh Yang Berbeda Nyata (P<0.05)

KESIMPULAN

Terdapat pengaruh yang sangat berbeda nyata (P <0,01) pada umur kerbau terhadap abnormalitas spermatozoa, pada membran plasma utuh pasca thawing terdapat pengaruh yang berbeda nyata (P<0,05), sedangkan pada motilitas spermatozoa dan persentase hidup spermatozoa tidak menunjukan pengaruh yang berbeda nyata (P>0,05).

Terdapat pengaruh umur terhadap kualitas semen kerbau dan kualitas semen terbaik didapatkan pada kerbau umur 6 tahun ditinjau dari persentase hidup serta abnormalitas yang normal. (baca juga : Makalah Inseminasi Buatan Pada Ternak Babi)

DAFTAR PUSTAKA


Afiati F, Herdis, dan Said S. 2013. Pembibitan Ternak Dengan Inseminasi Buatan. Penebar Swadaya. Jakarta.

Dhami AJ dan Sahni KL. 1994. Role of Different Extenders and Additives in Improving Certain Biolocal Indicates of Frozen Bull and Buffalo Semen. Indian Vet. J. No.71:670-677

Hafez, E. S. E. 1980. Reproduction in Farm Animal. 4 th. ED. Lea and Febinger. Philadelpia
Herdis, 1998. Metoda pemberian Gliserol dan lama equilibrasi pada proses Pembekuan semen kerbau lumpur. Thesis. Program Pasca Sarjana. Universitas Andalas Padang, Padang.

Ismawaldi.1980. Pengaruh waktu keseimbangan terhadap motilitas pada proses pengawetan semen kerbau lumpur (Babalus bubalis) bentuk butiran. Skripsi. Fakultas Peternakan IPB. Bogor.

Mondal M, Karunakaran M, Kyung BL, Chandan R. 2010. Characteristization of mithun (Bos Frontalis) ejaculates and fertility of cryopreservation sperm. Anim Reprod Sci. 118:210-216

Said S dan Tappa B. 2008. Perkembangan Kerbau Toraya (Tedong Bonga) Di Puslit Bioteknologi Lipi Cibinong Dengan Teknologi Reproduksi. Seminar Dan Lokarya Nasional Usaha Ternak Kerbau, Jawa Barat.

Situmorang, P. P. Sitepu. 1991. Comparative growth perfomance, semen quality and draught capacity of indonesian swamp buffaloes and its crosses. Aciar Proc. 34:102-112

Tappa,.B., S. Said dan E.M.KAIIN 2006. Kerbau Belang (Bubalus bubalis) berkembang di luar habitat aslinya Tana Toraja. International Seminar on “The Artificial Reproductive Biotechnologies for Buffaloes” August 28-September 1, 2006 at Bogor, Indonesia.

Toelihere, M.R. 1993. Inseminasi Buatan pada Ternak. Penerbit Angkasa. Bandung.

0 Response to "Pengaruh Umur Kerbau Terhadap Kualitas Semen Beku Pasca Thawing"

Post a Comment

- Berkomentarlah dengan sopan dan bijak sesuai isi konten.
- Dilarang menyisipkan iklan, link aktif, promosi, spam, dan sebagainya.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel