Karakteristik, Potensi dan Keunggulan Kambing Peranakan Etawa (PE)


Kambing Peranakan Etawa (PE) merupakan hasil persilangan antara Kambing Etawa (asal India) dengan Kambing Kacang (kambing lokal Indonesia),  dimana penampilannya mirip Etawa tetapi lebih kecil. Kambing Peranakan Etawa (PE) merupakan tipe dwiguna yaitu sebagai penghasil daging dan susu (perah).

Menurut Robinson (1977), kambing Peranakan Etawa (PE) tersebar di seluruh wilayah Indonesia terutama di pulau Jawa, dan pada umumnya dipelihara oleh petani sebagai usaha  sambilan disamping usaha tani lainnya.

Karakteristik Kambing Peranakan Etawa (PE)

Kambing Peranakan Etawa (PE) memiliki karakteristik tubuh yang besar dengan bobot badan yang berat, maka pada umumnya di daerah pedesaan kambing ini diarahkan sebagai penghasil daging (Anonimus,1980).
Ciri-ciri Kambing Peranakan Etawa
Kambing Peranakan Etawa
Kambing Peranakan Etawa (PE) memiliki  Ciri khas antara lain: bentuk muka cembung melengkung dan dagu berjanggut, terdapat gelambir di bawah leher yang tumbuh berasal dari sudut janggut, telinga panjang, lembek menggantung dan ujungnya agak berlipat, ujung tanduk agak melengkung, tubuh tinggi, pipih, bentuk garis punggung mengombak ke belakang, bulu tumbuh panjang di bagian leher, pundak, punggung dan paha, bulu paha panjang dan tebal (Soedjana, 1983). (baca juga: Karakteristik, Potensi dan Keunggulan Kambing Boerka)


Peranakan Etawa Super

Untuk jenis kambing Peranakan Etawa sendiri, terdapat peranakan Etawa Super. Untuk membedakannya, ada beberapa ciri kambing peranakan etawa super yang perlu diketahui:

(1) Berat badan jantan dapat mencapai bobot 85 kg, sedangkan betina mencapai 80 kg. Bentuk badanya persegi panjang, punggung nya rata (tidak berpunuk) dan melengkung ke bawah. Tinggi badan kambing jantan rata-rata bisa 100 cm. Sedangkan untuk betina 85 cm;

(2) Bentuk kepala cembung bisa seperempat lingkaran/oval. Semakin cembung semakin bagus;

(3) Bentuk telinga tertutup rapat, lurus ke bawah, lipatannya menghadap ke depan, Panjang ideal 28 – 35 cm. Ketika tertutup lebarnya 6 cm. Tidak berbonggol;
Kambing Pernakan Etawa Super
Kambing Peranakan Etawa Super
(4) Bentuk gelambir, untuk jantan, semakin bergelambir semakin bagus, sama seperti bentuk gelambir sapi;

(5) Bentuk kaki dan kuku, normal, sehat, dan terawat;

(6) Panjang ekor mencapai 20 cm dengan bulu lebat. Ekor harus utuh, tidak terpotong atau cacat, berdiri tegak seperti ekor tupai (tidak melipat atau menekuk ke bawah);

(7) Alat kelamin dalam kondisi normal dan tidak cacat. Untuk jantan, testis berjumlah dua, menggantung dan besarnya seimbang. Untuk betina, jika usianya sudah lebih dari 24 bulan, ambing dan putingnya masih menempel pada perut.

Kambing Etawa Ras Senduro

Selain peranakan Etawa Super, terdapat juga Kambing Etawa Ras Senduro. Kambing ini berasal dari Desa Senduro, Kabupaten Lumajang, dekat Gunung Semeru. Pada tahun 1940-an, kambing ras Etawa dari Uttar Pradesh, India, dibawa oleh Presiden Pertama RI (Soekarno) ke Indonesia dan kemudian pada tahun 1947 dikawin silangkan dengan kambing lokal Lumajang yakni kambing menggolo. Hasil persilangan dari kedua kambing tersebut  dinamakan Kambing Etawa Senduro.

Ciri - ciri Kambing Etawa Ras Senduro:

(1) Mempunyai corak warna yang utama adalah warna putih;

(2) Jarang mempunyai tanduk, oleh karena itu disebut etawa gundul senduro;

(3) Mempunyai kuping, panjang, lemas, terpilin sampai 50 cm;

(4) Mempunyai postur panjang, tinggi dan lebih tebal, tingi untuk jantan dapat mencapai 120 cm untuk jantan.

Beberapa kelebihan dimiliki oleh Kambing Etawa Ras Senduro, diantaranya:

(1) Memiliki kepadatan dan ketebalan bentuk tubuh yang maksimal, dapat dilihat dari arah depan dan dada kambing Etawa Ras Senduro itu sendiri. Jadi, ketebalan tubuhnya bukan dari tebalnya bulu saja;

(2) postur tubuh tinggi, panjang, dan bagus;

(3) Memiliki ambing layaknya ambing sapi. Tetapi, ambing nya memiliki ciri khusus, yaitu kantong kapur. Kantong kapur mempunyai ketahanan yang kuat dan menghasilkan susu yang maksimal saat diperah. Berbeda dengan kambing yang memiliki ambing botol.

Potensi dan Keunggulan Kambing Peranakan Etawa (PE)

Dilihat dari aspek  biologis,ekonomi dan sosial budaya masyarakat, pengembangan ternak  kambing Peranakan Etawa di Indonesia mempunyai prospek yang cukup baik mengingat :

a) Secara biologis, kambing Peranakan Etawa cukup produktif dan adaptif dengan kondisi lingkungan Indonesia, sehingga memudahkan pengembangannya. Jumlah anak sekelahiran (litter size) kambing Peranakan Etawa mencapai 1,3 – 1,7 (Subandriyo et al., 1986); Adriani et al., 2003; Sutama et al., 2007) dengan selang beranak yang relatif pendek (8 - 10 bulan) (Sutama et al., 1993) akan mempercepat peningkatan populasi;

c) Segi sosial, Kambing Peranakan Etawa dapat dikelola oleh anak-anak atau ibu rumah tangga, memerlukan lahan dan kandang yang tidak terlalu luas. (baca juga: Karakteristik, Potensi dan Keunggulan Kambing Muara)

https://www.berbagiilmupeternakan.com/
Tabel. Rataan dan simpangan baku , berat lahir, bobot sapih dan berat dewasa  Kambing Peranakan Etawa berdasarkan jenis kelamin dan tipe kelahiran

Semoga bermanfaat...

Berlangganan update artikel terbaru via email:

0 Response to "Karakteristik, Potensi dan Keunggulan Kambing Peranakan Etawa (PE)"

Post a Comment

- Berkomentarlah dengan sopan dan bijak sesuai isi konten.
- Dilarang menyisipkan iklan, link aktif, promosi, spam, dan sebagainya.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel