Karakteristik, Potensi dan Keunggulan Kambing Boerka


Kambing Boerka adalah kambing hasil perkawinan silang (Cross Breeding) antara kambing Kacang dan Kambing Boer. Hal ini dilakukan untuk memperbaiki performan kambing di Indonesia baik dari sisi bobot lahir, laju pertumbuhan, bobot maksimum dan kualitas daging yang dihasilkan. 

Kambing ini secara terus menerus dikembangkan di Lokasi Penelitian Kambing Potong dan akan menjadi salah satu pilihan yang tepat untuk peningkatan produksi kambing di Indonesia. 



Peternak kambing skala kecil dipedesaan sangat cocok memelihara kambing Boerka karena bisa menghasilkan daging lebih tinggi dari kambing kacang dengan biaya yang sama. Selain peternak kecil, pengusaha ternak dalam skala besar juga sangat tepat untuk membantu memenuhi kebutuhan daging kambing dalam negeri maupun untuk ekspor. (baca: Potensi dan Kontribusi Ternak Kambing Dalam Pemenuhan Kebutuhan Daging Indonesia)

Secara umum kambing hasil persilangan antara kambing Boer dan kambing Kacang memiliki karakteristik morfologi yang lebih baik dari kambing Kacang (Mahmilia dan Tarigan, 2004). 
Kambing Boerka

Karakteristik, Potensi dan Keunggulan Kambing Boerka

Kambing Boerka merupakan jenis kambing tipe pedaging memiliki konformasi tubuh yang kuat dan kompak, memiliki bobot tubuh dan laju pertumbuhan yang cukup tinggi. Pada Gambar Tabel di bawah, potensi biologi keragaan tubuh kambing Boerka menunjukkan bahwa pada umur satu tahun sudah mampu mencapai kualifikasi bobot badan yang cukup tinggi.

Keragaan reproduksi kambing Boerka cukup tinggi. Seekor induk dapat melahirkan sebanyak 3 kali dalam periode 2 tahun, yaitu dengan selang beranak (jarak kelahiran) selama delapan bulan. Rata-rata jumlah anak sekelahiran sekitar 1,6 - 1,7 (Ginting dan Mahmilia, 2008).

Berdasarkan parameter tersebut, maka jumlah anak yang dapat dilahirkan oleh seekor induk yang baik dalam periode dua tahun mencapai 4,8 - 5,1 ekor. Dengan asumsi tingkat mortalitas anak kambing yang dipelihara pada manajemen yang baik antara 10 - 15%, maka jumlah anak hidup yang dihasilkan seekor induk sekitar 4 ekor dalam waktu dua tahun.

Selain memiliki keunggulan reproduksi, sifat morfologis kambing Boerka juga lebih unggul daripada tetuanya kambing Kacang. Seperti hasil penelitian pada kambing Boerka dan Kacang betina dewasa oleh Mahmilia dan Tarigan, 2004.
Ciri-ciri Kambing Boerka
Bobot Tubuh Kambing Boerka
Kambing Boerka rata-rata meliliki bobot lahir 42% lebih berat dibanding kambing kacang. Bobot lahir anak jantan cenderung lebih tinggi dibanding anak betina (lihat label ). Sejak disapih (umur 3 bulan) hingga dewasa(> 18 bulan), bobot tubuh kambing Boerka jantan rata-rata lebih tinggi 36-45% i untuk Boerka betina lebih tinggi 26-40% dibanding Kambing Kacang.

Pada umur 12-18 bulan, kambing Boerka jantan mencapai bobot tubuh 26-36 kg atau memenuhi persyaratan ekspor. Dengan demikian, kambing Boerka berpotensi dikembangkan secara komersial untuk tujuan ekspor.

Tingkat pertumbuhan anak kambing Boerka prasapih rata-rata 118 g/hari, jauh lebih tinggi dibanding anak kambing Kacang yang hanya 52-70 g/hari. Laju pertumbuhan kambing Boerka selama pascasapih juga lebih tinggi dibanding kambing Kacang. Pada umur 3-6 bulan, misalnya, laju pertumbuhan kambing Boerka lebih tinggi rata-rata 42% dibanding kambing Kacang. Laju pertumbuhan yang lebih tinggi memungkinkan kambing Boerka mencapai bobot potong pada umur yang lebih muda.

Karkas kambing Boerka lebih baik dibanding kambing Kacang, namun kandungan nutrisi maupun sifat fisik relatif sama. Mutu karkas kambing Boerka termasuk mutu I, sama dengan kambing Kacang. Daging agak lembap, tekstur lembut dan kompak, warna merah khas daging, lemak panggul tebal, dan bau spesifik. Dengan karakteristik seperti itu, daging kambing Boerka akan diterima konsumen seperti halnya daging kambing Kacang.

Metode pemeliharaan secara semi intensif sangat tepat untuk budidaya kambing Boerka, karena kambing Boerka adalah perpaduan dua genetik yaitu kambing Boer yang cenderung intensif sedangkan kambing Kacang umumnya ekstensif, dengan metode semi intensif bisa mengakomodir metode kedua tetuanya. (baca juga: Karakteristik, Potensi dan Keunggulan Kambing Muara)

Semoga bermanfaat...☺☺

0 Response to "Karakteristik, Potensi dan Keunggulan Kambing Boerka"

Post a Comment

- Berkomentarlah dengan sopan dan bijak sesuai isi konten.
- Dilarang menyisipkan iklan, link aktif, promosi, spam, dan sebagainya.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel