Penyebab dan Cara Mengobati Kolibasilosis (Mencret Putih) Pada Anak Babi


Anak babi yang baru lahir atau berusia muda sangat mudah terserang penyakit, hal ini karena ketahanan tubuh anak babi masih rendah. Ketahanan tubuh ini disebabkan karena belum sempurnanya sistem kekebalan tubuh, baik kekebalan tubuh spesifik maupun non spesifik.

Pada anak babi yang baru lahir, kemampuan untuk menghasilkan antibodi juga sangat terbatas. Keterbatasan ini berakibat tidak terjadinya inaktivasi agen bakteri yang masuk, sehingga kuman dapat masuk ke saluran pencernaan atau peredaran darah. 

Ada berbagai penyakit pada anak babi yang dapat mengancam produktivitas suatu peternakan, apalagi bila anak babi yang terserang penyakit tersebut sampai menimbulkan kematian.

Penyakit yang sering terjadi pada anak babi yang baru lahir sampai saat disapih adalah mencret warna putih. Penyakit ini dikenal dengan kolibasilosis dan penyebabnya adalah bakteri E. coli.
Cara Mengobati Kolibasilosis (Mencret Putih) Pada Babi
Penyebab dan Cara Mengobati Kolibasilosis (Mencret Putih) Pada Anak Babi

Kolibasilosis pada anak babi perlu mendapatkan perhatian. Bila terjadi wabah maka peternak babi dapat mengalami kerugian ekonomi yang cukup besar. Fakta di lapangan menunjukkan bahwa setiap peternak merasa cemas pada anak babinya akan terserang kolibasilosis. Kolibasilosis selalu menghantui anak babi yang baru lahir sampai dengan disapih.

Kolibasilosis yang menyerang anak babi dapat mengakibatkan menurunnya berat badan, pertumbuhan terhambat, dan jika tidak segera ditangani menimbulkan kematian. Kejadian kolibasilosis pada anak babi di Indonesia tahun 2017, menunjukkan bahwa kolibasilosis pada anak babi merupakan kejadian yang paling sering terjadi dengan prevalensi diare dan kematian anak babi antara 13,4% - 43,7% dan 12,2% - 31,6%. Ini menandakan bahwa kolibasilosis mendominasi kejadian penyakit pada anak babi.

Anak babi berumur 0-2 minggu sangat rentan terhadap penyakit kolibasilosis dengan persentase 62% dibandingkan pada babi:
1. Umur 3-4 minggu 46%
2. Umur 5 - 6 minggu 46%
3. Umur 7 - 8 minggu 32%
4. Umur 9-10 minggu 31% dan
5. Umur lebih dari 10 minggu didapatkan 19%.

Penyebab Penyakit Kolibasilosis (Mencret Putih) Pada Anak Babi

Kolibasilosis terjadi sepanjang tahun dan kejadiannya semakin meningkat pada saat perubahan musim. Distribusi penyakitnya hampir menyebar merata di seluruh Indonesia, dan terkonsentrasi pada peternakan tradisional.

Hal ini karena pengelolaan ternak babi pada peternakan tradisional belum dikelola secara baik. Kandang babi masih sederhana dengan beralaskan tanah, upaya pembersihan kandang hampir tidak ada, serta upaya penanggulangan penyakit baik dengan vaksinasi maupun pengobatan penyakit jarang dilakukan.

Faktor-faktor lain yang menyebabkan tingginya kejadian kolibasilosis adalah pengelolaan yang buruk serta penempatan anak babi berdesakan. Tidak ada pemisahan anak babi yang sehat dengan yang sakit dan vaksinasi tidak pernah dilakukan juga berpengaruh terhadap tingginya kejadian kolibasilosis.

E. coli sebagai penyebab kolibasilosis merupakan bakteri gram negatif, yang secara normal ada di dalam saluran pecernaaan. Kuman ini akan dapat berubah menjadi patogen jika lingkungannya mendukung. Perubahan makanan secara mendadak, perubahan lingkungan dari panas ke hujan atau sebaliknya, dan menurunnya kondisi tubuh akan mendukung pertumbuhan kuman E. coli.

Gejala Klinis Penyakit Kolibasilosis (Mencret Putih) Pada Anak Babi

Perkembangan kuman E. coli di dalam tubuh anak babi yang melebihi batas normal akan menimbulkan gejala klinis seperti mencret berwarna putih, menurunnya nafsu makan, depresi, anoreksia, demam yang berlangsung beberapa hari dan badan lemas. Jika kejadian penyakitnya melanjut tanpa mendapat penanganan yang memadai akan berakibat kematian.

Kolibasilosis sering menyerang anak-anak babi umur 1-3 hari. Bentuk septisemik ditandai  dengan kematian mendadak dalam waktu 24 jam tanpa gejala klinis. Penyakit kolibasilosis dapat juga menyerang anak babi yang berumur 8-16 minggu.

Cara Penularan Penyakit Kolibasilosis (Mencret Putih) Pada Anak Babi

Feses, lingkungan sekitar yang tercemar dan saluran kelamin induk  merupakan sumber penularan penyakit kolibasilosis . Pada anak babi, penularan dapat berlangsung dengan berbagai cara, antara lain :

(1) Melalui saluran pencernaan, misalnya akibat air susu induk yang mengandung E.coli patogen.
(2) Melalui pusar yang masih basah dan tercemar oleh material mengandung E.coli, patogen.
(3) Manajemen pemeliharaan yang buruk merupakan  faktor penularan penyakit kolibasilosis, misalnya melalui pencemaran ambing induk, tempat pakan maupun tempat minum dan perkandagan.


Cara Mencegah dan Mengobati Kolibasilosis (Mencret Putih) Pada Anak Babi

Upaya yang sering dilakukan peternak untuk menangani kolibasilosis adalah pengobatan menggunakan antibiotik, akan tetapi pengobatan dan pengendalian penyakit infeksius (bakterial) dengan sediaan obat-obatan antibiotik dapat menyebabkan terjadi resistensi sehingga menyebabkan kegagalan pengobatan, di samping itu juga menyebabkan bahaya lain yang berkaitan dengan cemaran residu antibiotik dan senyawa kimia toksik pada ternak babi dan produk-produknya.

Oleh karena itu diperlukan alternatif upaya dalam penanganan kolibasilosis pada anak babi yang lebih aman dan efektif:

(1) Hindari keadaan penuh sesak di kandang (over crowded), usahakan anak babi terbagi dalam kelompok kecil dan terdiri dari umur yang sama. Tingginya kejadian kolibasilosis pada anak babi sangat bergantung pada sanitasi perkandangan. Dalam hal ini kandang yang jarang dibersihkan dan tidak kena sinar matahari secara langsung merupakan sumber pencemaran penyakit.

Kuman di dalam kandang dapat bertahan selama seminggu bahkan lebih. Kuman ini setiap saat dapat menginfeksi anak babi baik melalui makanan, puting susu yang masih basah, tali pusar, maupun melalui saluran pernafasan.

Sanitasi kandang dan tindakan biosekuritiharus dilakukan secara ketat dengan membersihkan lantai tiap hari, menjaga lantai tetap kering, membuat ruangan untuk anak babi tetap hangat, tempat pakan dan air minum diletakkan sedemikian rupa sehingga terhindar dari pencemaran feses, dan melakukan penyemprotan desinfektan seperti Benzalchonium clorida (DES HP), serta memberikan vaksinasi seperti Tabel 1.
Cara Mengobati Kolibasilosis Mencret Putih Pada Anak Bab
Tabel 1. Cara Mengobati Kolibasilosis (Mencret Putih) Pada Anak Babi
(2) Bermacam-macam antibiotik diketahui memberikan hasil baik terhadap kejadian colibacillosis, diantaranya tetracycline, neomycin dan streptomycin.

(3) Beberapa jenis tumbuhan telah diteliti dan menunjukkan aktivitas antibakteri yang baik, seperti daun binahong dan daun sirsak. Tumbuhan lain yang memiliki potensi sebagai antibakteri khususnya terhadap bakteri E. coli patogen sebagai penyebab kolibasilosis pada anak babi adalah daun tumbuhan kelor.

Semoga bermanfaat...

Sumber:
Carter, G.R., Cole J.R. 1990. Diagnostic Procedures in Veterinary Bacteriology and Mycology. 5th ed. Academic Press.

Disnak. 2009. Laporan Dinas Peternakan Propinsi Bali. Dinas Peternakan Propinsi Daerah Tingkat I Bali. Denpasar, hal 1 –5.

Francis DH. 2002. Enterotoxigenic Escherichia coli infection in pigs and its diagnosis. J Swine Health Prod.;10(4):171-175.

Hartaningsih, N. dan Hasan, M.Z.. 1985. Colibacillosis in Young Pigs. Diseases Investigation Centre Region VI. Denpasar.

Jørgensen, C.J, Cavaco L.M, Hasman H., Emborg H.D. and Guardabassi L. 2007. Occurrence of CTX-M-1-producing Escherichia coli in pigs treated with ceftiofur. Journal of Antimicrobial Chemotherapy. doi:10.1093/jac/dkm075. Published March 21.

0 Response to "Penyebab dan Cara Mengobati Kolibasilosis (Mencret Putih) Pada Anak Babi"

Post a Comment

- Berkomentarlah dengan sopan dan bijak sesuai isi konten.
- Dilarang menyisipkan iklan, link aktif, promosi, spam, dan sebagainya.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel