Arah Kebijakan Nasional Pengembangan Ternak Kerbau dan Sapi


Banyak terobosan pemerintah yang sudah dilakukan untuk pengembangan ruminansia besar di Indonesia. Namun pada kenyataannya masih terfokus pada pengembangan ternak sapi saja terutama sapi pedaging. (baca: Nasib Ternak Kerbau di Indonesia Tidak Seberuntung TernakSapi)

Sejak tahun 2009 hingga sekarang kebijakan program swasembada daging sapi (PSDS) masih berlangsung. Akan tetapi program ini belum banyak membawa dampak bahkan dibeberapa kawasan hal itu berefek negatif terhadap perkembangan ternak lainnya (Suhubdy, 2013a; Suhubdy dkk., 2017b; Cottle dan Kanh, 2014). 

Belum tuntasnya satu program dilaksanakan, sudah datang lagi program yang baru. Khusus ternak kerbau dan sapi, pemerintah telah menerbitkan buku tentang grand design pengembangan sapi dan kerbau di Indonesia (Dirjen PKH, 2016a).

Programnya sangat mercu suar, diharapkan pada tahun 2045 Indonesia tidak saja berswasembada daging sapi akan tetapi menjadi “Lumbung Pangan Asia”. Ilustrasi programnya seperti digambarkan pada Gambar 1.
Pengembangan Ternak Kerbau dan Sapi
Gambar 1. Roadmap Swasembada Daging Sapi 2022 -2045

Lagi-lagi bila kita simak program ini hanya terfokus pada ternak sapi. Padahal jika kita simak dengan dimulainya masyarakat ekonomi Asia (MEA, 1 Januari 2016) maka persaingan global tidak dapat dibendung lagi.

Pengaruh MEA tidak terbatas pada komoditas pertanian akan tetapi segala aspek kebutuhan manusia (Braun, dkk., 2008; Devendra dan Gardiner, 2009; Kementan, 2014; Baharsjah dkk., 2014; Malau-Aduli dan Holman, 2014; Poppi, 2014; Waldron dan Brown, 2014; Jambor dan Babu, 2016). 

Oleh karenanya, pemerintah Indonesia haruslah mempunyai strategi yang jitu jika niatnya di tahun 2045 akan menjadi Lumbung Pangan Asia (Dirjen PKH, 2016a).

Jika program ini menjadi tujuan yang serius, maka akan banyak sumber daya yang akan dilibatkan untuk mengsukseskannya, mulai dari SDM yang andal, dana yang memadai, SDA yang (ternak, pakan), kelembagaan/organisasi yang mantap, hingga persiapan sumber daya teknologi (komputer, IT) yang memadai. 

Kesemuanya akan dirajut dalam upaya mendukung swasembada daging sapi/kerbau. (baca: Dinamika Populasi Ternak Kerbau dan Sapi di Indonesia).

Semoga bermanfaat...

Sumber: Proseding Seminar Nasional III Sapi dan Kerbau 4 - 5 Oktober 2017, Hotel Grand Inna Muara, Padang

0 Response to "Arah Kebijakan Nasional Pengembangan Ternak Kerbau dan Sapi"

Post a Comment

- Berkomentarlah dengan sopan dan bijak sesuai isi konten.
- Dilarang menyisipkan iklan, link aktif, promosi, spam, dan sebagainya.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel