MANAJEMEN SELEKSI DAN PEMILIHAN BIBIT TERNAK BABI


Keberhasilan di dalam usaha ternak babi sangat tergantung kepada pemeliharaan induk dan pejantan yang memiliki sifat-sifat baik/unggul. Oleh karena itu para peternak yang maju, tentu saja akan selalu mengadakan seleksi terhadap ternaknya. Seleksi berarti memilih hewan ternak yang bernilai tinggi, yakni memilih babi-babi yang menguntungkan. Dengan seleksi itu diharapkan ada perbaikan karakter ekonomi tertentu, terutama mengenai :


Pertumbuhan : Cepat
Daya Tahan : Kuat
Produksi : Cukup Baik

Di dalam suatu usaha untuk memajukan dan mengembangkan ternak babi, para peternak bukanlah sekedar memperbanyak atau mengembangbiakkan ternaknya, melainkan sekaligus memuliakan ternak (meng-upgrade). Di sini pada semua babi induk dan pejantan yang hendak dikawinkan harus dilakukan seleksi terlebih dahulu. Dengan demikian perkawinan bukan terjadi secara kebetulan atau liar, melainkan diatur dan terarah.
https://www.berbagiilmupeternakan.com/

Memilih Bibit yang baik

Pemilihan bibit yang baik merupakan langkah awal keberhasilan suatu usaha peternakan. Syarat-syarat yang perlu diperhatikan pada waktu memilih bibit:

Babi yang sehat, bentuk tubuh yang baik ciri-cirinya : letak puting simetris dan jumlah 12 buah kiri dan kanan, ambing yang besar dengan saluran darah terlihat jelas, tubuh yang padat dan kompak, kaki yang tegap dan kokoh, tubuh yang panjang dibandingkan dari babi- babi yang sama umur.

Anak babi yang akan di ternakan sebaiknya berasal dari induk yang sering menghasilkan anak banyak atau biasanya mempunyai anak lebih dari 5 ekor dalam satu kelahiran dan sanggup atau menjaga anak-anaknya sampai saat lepas susu, maupun pejantan yang sanggup atau mempunyai kemampuan kawin serta menghasilkan anak lebih dari 5 ekor.

Pelaksanaan Seleksi

Untuk memilih babi-babi dewasa yang hendak dijadikan bibit, bisa dilakukan dengan berbagai cara, yakni atas dasar :


Pemilihan Individu

Pemilihan individu ini terutama berpangkal pada:

(1) Kesehatan

Babi yang hendak dijadikan bibit harus betul-betul kuat dan sehat. Tanda-tanda babi yang sehat:
(a)   Nafsu makan baik, normal;
(b)   Pertumbuhan baik, cepat menjadi besar;
(c)    Lincah, gesit;
(d)   Kotoran tidak terlalu keras atau encer;
(e)   Air kencing keluar terputus-putus (pejantan);
(f)     Ekor melingkar.

(2) Kesuburan dan sifat keibuan

(a) Babi induk yang subur Induk yang subur ialah induk yang pada setiap kali birahi mampu memproduksi ata mengovulasikan sel telur dalam jumlah besar, 14 – 18 buah. Dan sejumlah besar di antaranya bisa ditunasi, sehingga pada saat induk itu melahirkan jumlah anaknya pun cukup banyak.Dan induk yang subur ini pada umumnya memiliki intensitas beranak yang cukup baik, minimal dua kali beranak dalam waktu 1 tahun.

(b) Sifat keibuan adalah induk-induk yang pandai merawat anak-anaknya dan produksi air susu pun banyak, sehingga mereka selalu siap menyusui anaknya dengan rajin. Hal ini sama sekali berbeda dengan induk-induk yang memiliki sifat buas, mereka pasti akan selalu memusuhi anak-anaknya dan bahkan kurang mengerti terhadap anak-anaknya yang tertindih. 

Jadi induk-induk yang baik bukan saja mereka yang bias menghasilkan anak banyak, melainkan juga induk-induk yang mampu memproduksi air susu yang cukup tinggi dan bias merawat anak-anaknya dengan baik. Sebab induk yang produksi susunya sedikit, anak-anaknya pasti banyak yang mati kelaparan. Demikian pula bagi induk yang tak memiliki sifat keibuan, maka anak-anak asuhannya pun pasti akan banyak yang mati akibat tertindih atau terlantar.

Demikian kedua faktor ini betul-betul sangat penting di dalam seleksi. Walaupun jumlah anak yang dilahirkan itu bias dipengaruhi oleh berbagai faktor seperti umur induk, kondisi induk waktu kawin serta pejantan yang dipakai, namun setiap individu secara alamiah memiliki tingkat kesuburan dan sifat keibuan yang berbeda-beda. (baca juga: Manajemen Penanggulangan Penyakit Pada Ternak Babi)

Pemilihan Atas Hasil Produksi

Seleksi yang didasarkan atas hasil produksi ini sangat erat hubungannya dengan kesuburan dan sifat keibuan induk. Sebab pemilihan bibit ini ditujukan terhadap hasil produksi keturunan. Adapun hasil keturunan yang dimaksud antara lain ialah :

(a) Jumlah dan berat anak pada setiap kelahiran hendaknya merata, tidak ada yang terlalu kecil ataupun terlalu besar. Sedangkan berat anak babi waktu lahir yang akan dijadikan bibit rata-rata 1,5 kg dengan jumlah anak yang dilahirkan rata-rata 12 - 14 ekor.

(b) Angka kematian sampai pada penyapihan rendah. Jumlah anak yang bias dipelihara sampai umur 3 minggu : 10-12 ekor, sedangkan sampai dengan disapih pada umru 6-8 minggu : 9-5 ekor.

(c) Pertumbuhan berat badan cukup bagus, Misalnya : (1) Umur 3 minggu mencapai berat 6 kg; (2) Umur 6 minggu: 13 kg; (3) Umur 8-10 bulan mencapai 100 kg (dipotong).

(d) Persentase kerkas tinggi : 70-75%. Lebih jelasnya perhatikan diagram berikut :

https://www.berbagiilmupeternakan.com/

(e) Temperamen induk-induk yang temperanmenya jelek harus diafkir, misalnya buas, nervous.

(f) Bentuk luar yang baik:

Babi Induk yang baik:

-   Kepala : Besarnya sedang, rahang ringan.
-   Tubuh : Panjang, pada punggun agak berbentuk busur dan kuat
-   Bahu : Lebar dan rata dengan punggung
-   Perut : Bila dipegang lunak, halus
-   Jumlah putting : Cukup banyak, 12-14 buah dan letaknya simetris, genap.
-   Kaki : Kaki kuat, lurus, tumit kuat, kuku rapat, simetris dan kuat
-   Ham (paha) : tebal, lebar - Ekor : melingkar (menunjukkan babi yang sehat)

Babi Jantan

(a) Kepala : Ringan
(b) Pandangan : Tajam
(c) Tubuh : Panjang, pada punggung agak melengkung dan kuat
(d) Bahu : Lebar, dalam dan rata dengan punggung
(e) Kaki : Kuat, lebih-lebih kaki belakang, dengan tumit yang kuat
(f) Kuku : Rapat, simetris, bersih
(g) Testes : Besarnya sama, simetris
(h) Jumlah putting : cukup banyak, 12-14 buah dan genap
(i)   Perut : Bagian bawah rata
(j) Temperamen : Agresif, bersemangat.

Pemilihan Berdasarkan Silsilah

Babi-babi yang hendak dipakai sebagai bibit harus diketahui jenis atau bangsa serta tipenya. Pemilihan terhadap suatu bangsa babi atau strain yang hendak diternakkan tentu saja tergantung pada kesenangan peternak dan lingkungan di mana bangsa tersebut sudah banyak diternakkan. Dan selanjutnya untuk mengetahui bangsa babi tersebut termasuk tipe pedaging atau spek, bisa diamati pada bentuk luarnya. Adapun perbandingan sifat-sifat terpenting kedua tipe tersebut ialah :

https://www.berbagiilmupeternakan.com/

Semoga bermanfaat....

0 Response to "MANAJEMEN SELEKSI DAN PEMILIHAN BIBIT TERNAK BABI"

Post a Comment

- Berkomentarlah dengan sopan dan bijak sesuai isi konten.
- Dilarang menyisipkan iklan, link aktif, promosi, spam, dan sebagainya.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel