Cara Merawat dan Memelihara Anak Babi Yang Baru Lahir


Memiliki jumlah anak babi yang terlahir hidup dalam jumlah besar sepertinya merupakan hal positif bagi peternak babi. Namun bisakah anda bayangkan jika seandainya dalam proses kelahiran tersebut, induk babi yang baru beranak memakan anaknya sendiri (kanibalisme) selama atau segera setelah beranak. Biasanya hal ini terjadi pada induk babi yang baru pertama kali melahirkan/beranak. 

Selain masalah induk yang memakan anaknya sendiri, hal penting lain yang harus diperhatikan adalah “lebih banyak anak berarti lebih banyak susu”. Produksi susu untuk setiap anak babi yang baru lahir otomatis tidak dapat terpenuhi secara maksimal. Fakta di lapangan menunjukkan bahwa jumlah anak yang lebih besar seringkali berakibat pada berat lahir anak babi rendah dan pertumbuhan secara keseluruhan lebih lambat. 

https://www.berbagiilmupeternakan.com/

Masih banyak lagi hal-hal penting lainnya yang juga harus diperhatikan seperti kemungkinan anak babi mati karena tertindih, kedinginan bahkan anak babi yang kehilangan induknya karena sakit atau mati pada waktu melahirkan/beranak. (baca: Manajemen Pemeliharaan Ternak Babi)

Untuk itu pada artikel kali ini kali ini, kita akan membahas mengenai tata cara pemeliharaan ternak babi sesuai dengan tahapan/periode umurnya. Khususnya untuk anak babi yang baru lahir, karena setelah kelahiran hingga berumur 10 hari, anak babi berada dalam kondisi atau masa kritis yakni sangat sensitif dan tidak berdaya dalam menghadapi lingkungan yang berat sehingga angka kematiannya cukup tinggi, terutama jika pemeliharaannya kurang baik.

Penanganan Terhadap Induk yang Segera Beranak

Induk yang akan atau segera beranak, makanannya harus diperhatikan. Intinya disini adalah makanan yang diberikan dapat menjamin pertumbuhan anak babi dan keselamatan induk itu sendiri. Pola pemberian makanan mulai di ubah dari makanan yang kasar menjadi makanan yang halus dan harus dalam bentuk basah. Hal ini dimaksudkan untuk menghindari kotoran induk mengeras. Sebab kotoran yang mengeras akan menimbulkan konstipasi (sembelit) dan stress bagi induk yang bersangkutan sehingga mempersulit kelahiran.

Diusahakan agar induk babi yang akan segera beranak untuk tetap bergerak walaupun dalam seputaran kandang. Hal ini bertujuan untuk memperlancar peredaran darah sehingga pada saat beranak, induk babi tidak terlalu mengalami kesulitan.

Langkah selanjutnya adalah persiapan untuk anak babi yang akan lahir agar sehat dan selamat. Dalam proses mempersiapkan kelahiran anak babi, yang perlu mendapat perhatian ialah mengenai tanda-tanda induk babi yang akan beranak.

https://www.berbagiilmupeternakan.com/

Tanda-tanda induk babi yang akan beranak dapat dilihat dari

☛ Perut turun ke bawah; 

☛ Urat daging di sekitar vulva (area yang mengelilingi lubang kencing/urethra opening dan vagina) mengendor; 

☛ Vulva  membengkak, berwarnah merah dan keluar lendir; 

☛ Ambing mengeras,puting berwarna kebiruan; 

☛ Nafsu makan menurun.

Pada saat-saat terakhir sebelum induk beranak, akan timbul gejala-gejala sebagai berikut

☛ Ikatan rahim mengendor, letaknya menurun; 

☛ Pada sisi tubuh mencekung sedangkan pinggang turun ke bawah jaringan pengikat lebih elastis; 

☛ Bibir kemaluan membesar, berwarna merah; 

☛ Ambing menjadi tegang, putting berwarna kebiruaan; 

☛ Induk mulai mengumpulkan/membuat sarang; 

☛ Rahim mulai berkontraksi (mengerut). Hal ini tidak terlihat dari luar, tetapi dapat diamati tingkah lakunya, yakni: (1) Babi Nampak gelisah, tidur berdiri, menggoyangkan ekor tidak seperti biasa; (2) Sebentar-sebentar kencing; (3)Perut turun ke bawah dan tubuh tampak memanjang serta servix mulai terbuka akibat kontraksi rahim dimana janin mulai turun;

Pada waktu beranak, induk babi biasanya berbaring dan membentangkan tubuh, menendang ke belakang dengan kaki ke atas atau dapat berguling-guling ke sisi lain. Setiap kali induk babi bergerak, cairan dari dalam rahim akan terus keluar melalui vulva. Induk babi akan gemetar dan menekan dadanya pada selang waktu tertentu. Dalam keadaan terisolasi, induk babi dapat melahirkan sebagian anaknya pada keadaan terbaring dengan perut dibagian bawah, bahkan dapat juga melahirkan dengan posisi salah satu kaki ke atas.

Biasanya anak babi dilahirkan dengan jarak waktu kurang dari satu menit hingga 20 menit. Bantuan harus diberikan apabila terjadi kendala pada saat beranak seperti keterlambatan/penundaan tanpa seekor pun anak babi yang lahir. Induk yang sedikit terlambat beranak harus disuntik dengan 2 ml ekstrak pituitary pada bagian paha.

Apabila penundaan kelahiran disebabkan kekurangan hormonal, maka perlu diinjeksi dengan oxytocin atau jenis obat lain untuk aktivitas oksitoksik. Bahan ini hanya merangsang kontraksi otot licin dari dinding uterus sehingga mempercepat pengeluaran fetus.

https://www.berbagiilmupeternakan.com/

Beberapa induk terutama babi yang baru beranak pertama kali beranak cenderung memakan anaknya sendiri (kanibalisme) selama atau segera setelah beranak. Induk babi yang baru beranak akan sangat sensitif dengan suara bising. Suara-suara bising seperti suara anak babi menjerit akan membuat induk babi merasa terganggu dan secara refleks induk babi akan segera menyentak anak babi yang baru lahir. 

Pada kondisi demikian, anak babi harus dijauhkan dari induk tersebut. Apabila induk babi sudah tenang, barulah anak babi yang kita jauhkan tadi dikembalikan. Setiap induk yang tetap bersifat ganas terhadap anak-anaknya pada setiap kali melahirkan, induk tersebut harus diafkir.

Meskipun ternak babi secara alami merupakan ternak yang ramai dan gaduh terutama pada waktu mau makan, namun pada waktu beranak induk babi memerlukan lingkungan yang tenang. Pengaruh kebisingan cenderung menyebabkan perpanjangan waktu atau lama dalam beranak/melahirkan. Dengan demikian, disarankan supaya tidak mengganggu induk pada saat beranak kecuali terjadi kesulitan dalam melahirkan anak.

Kandang harus dijaga tetap bersih dan kering setelah beranak, untuk mencegah agar bagian ambing induk tidak tertutup oleh sisa-sisa makanan yang menyebabkan puting susu tersumbat dan tidak dapat mengeluarkan air susu sehingga anak-anak babi menjadi lemah dan dapat mati secara tiba-tiba.  

Kematian anak babi sangat menonjol apabila tatalaksana dan pemeliharaan induk dan anak kurang baik. Penyebab kematian anak babi adalah: mati lahir, akibat kelemahan dan kelaparan, tertindih atau terjepit induk, penyakit dan lain-lain.

Cara Merawat dan Memelihara Anak Babi Yang Baru Lahir

https://www.berbagiilmupeternakan.com/

Biasanya anak babi dilahirkan dengan jarak waktu kurang dari satu menit hingga 20 menit. Bantuan harus diberikan apabila terjadi suatu penundaan atau ketika terjadi ketegangan tanpa seekor pun anak babi dilahirkan. Induk yang sedikit terlambat beranak harus disuntik dengan 2 ml ekstrak pituitary pada bagian paha. Apabila penundaan kelahiran disebabkan kekurangan hormonal, maka perlu diinjeksi untuk mempengaruhi ternak dengan oxytocin atau jenis obat lain dengan aktivitas oksitoksik. Bahan ini hanya merangsang kontraksi otot licin dari dinding uterus dan kemudian mempercepat pengeluaran fetus.

Segera setelah anak babi dilahirkan, lepaskan lapisan tipis (kulit ari) yang membungkus tubuhnya dengan sehelai kain kering. Dengan demikian anak babi menjadi kering dan mencegahnya dari kedinginan. Lepaskan sesegera mungkin setiap cairan yang mengganggu lobang hidung dan mulut. Apabila anak babi tidak dapat bernafas secara bebas, pegang kedua kaki belakang dengan kepala ke bawah dan ayunkan perlahan untuk mempercepat pelepasan cairan dari lobang hidung. Juga, dengan mengurut pelan-pelan pada bagian dadanya dan mengisap keluar cairan dari lobang hidung dapat merangsang pernafasan.

Kadang-kadang, satu atau lebih anak babi yang lahir bersamaan ada yang lemah dan kelihatannya tidak hidup. Periksa bagian tali pusar dan apabila ada gerakan atau denyutan pada bagian pangkal pusar, masih ada kemungkinan untuk menghidupkan anak babi kembali dengan pernafasan buatan. Prosedur berikutnya yang umum dilakukan dalam 24 jam setelah lahir, dan sering segera setelah beranak telah ditentukan. Seluruh prosedur umumnya dilakukan pada waktu yang sama.

Saat lahir, anak babi memiliki kaki dan kepala yang relatif besar dengan permukaan tubuh yang luas dibandingkan dengan bobot badannya. Karena anak babi memiliki lapisan lemah yang sangat terbatas (1 – 2% ) dan benar – benar tidak ada rambut penutup, maka temperature sekitarnya seharusnya 35°C. 

Bila temperatur kurang dari 35°C, anak babi akan menggunakan air susu yang diperoleh dan glikogen (sumber energi) cadangan tubuhnya mempertahankan panas tubuhnya. Cadangan glikogen hanya dapat memenuhi kebutuhannya sekitar 7– 8 jam. Anak babi yang baru lahir tak mungkin tahan hidup tanpa memperoleh air susu yang cukup dan temperature lingkungan yang memadai (Sihombing, 2006).   

Anak babi yang baru lahir tidak memiliki kekebalan atau pertahanan tubuh terhadap infeksi penyakit. Kekebalan ini baru dapat terbentuk setelah anak babi mendapat kolostrum (air susu induk). Kolostrum banyak mengandung protein, dan didalam protein itu terdapat immunoglobulin. Kekebalan (immunitas) yang diperoleh dari kolostrum merupakan pertahanan tubuh pada kehidupan sebelum umur 10 – 14 hari. 

Setelah umur tersebut kekebalan yang berasal dari kolostrum sangat menurun. Sesudah anak babi mencapai umur 3 minggu, didalam tubuhnya terbentuk kekebalan yang diperoleh dari luar, yang dimulai dengan sangat lambat (Anonim, 1981).  

Anak babi umur 3–10 hari mengalami masa kritis. Mereka sangat sensitif dan tidak berdaya menghadapi lingkungan yang berat, kemungkinan–kemungkinan yang biasa dihadapi yaitu : anak babi mudah kedinginan, anak babi banyak mati tertindih dan anak babi mati lemas (Anonim, 1981).

Sering terjadi induk jatuh sakit, atau mati pada waktu melahirkan sehingga tidak bisa diasuh lagi. Apa bila ada peristiwa semacam ini maka peternak harus segera bisa mengatasi atau memberi pertolongan. Mereka bisa ditolong dengan berbagai cara: diberi air susu sapi; dititipkan atau diasuh induk lain ( Anonim, 1981 ).  

Anak babi pada waktu lahir belumlah mempunyai sistim pengaturan suhu tubuh yang baik. Anak babi ini tidak mampu mengatasi dirinya terhadap panas atau dingin yang berlebihan. Suhu udara ikut menaikan kematian anak babi pada umur 2 – 3 hari, oleh karena anak babi yang kedinginan dan menggigil pergerakannya menjadi lamban sehingga lebih mudah ditindih oleh induknya. 

Anak babi dilahirkan dengan persediaan kandungan zat besi yang rendah pada tubuhnya sedangkan susu induk tidak cukup kandungan besinya untuk memenuhi kebutuhan anaknya. Akibatnya sering anak babi mengalami anemia karena kekurangan besi, terutama didaerah dingin sedangkan di daerah–daerah tropis kejadiannya agak jarang (Williamson dan payne,1993).  

Untuk mencegah kematian anak babi akibat defisiensi besi yang umum terjadi maka setelah umur 2–3 hari anak babi diberi larutan besi yang dioles pada puting susu induk, diberi peroral atau suntikan khusus. Keadaan kandang harus dijaga bersih, kering, dan suhunya diatur agar anak babi dan induknya nyaman ( Aritonang dan Gintin, 1989 ). 

Pemotongan gigi anak babi dimaksudkan agar tidak melukai puting susu induk atau menyebabkan luka antara sesama anak babi sewaktu bermain atau berkelahi. Demikian juga pembuatan tanda pada telinga dengan keretakan atau tato diperlukan dalam pembuatan silsilah yang berguna pada program seleksi (Aritonang dan Ginting, 1989).

Pemotongan Tali Pusar

Tali pusar adalah organ yang sangat penting untuk pertumbuhan dan perkembangan fetus selama kebuntingan tetapi menjadi suatu bagian yang tidak diperlukan dan merupakan daerah yang berbahaya untuk masuknya infeksi setelah anak babi lahir. Dengan demikian, tali pusar harus dipotong dengan cara sederhana seperti berikut:

☛ Ikat tali pusar kira-kira 2 cm dari pangkal dengan seutas benang steril untuk meyakinkan tidak ada bahaya karena pendarahan melalui arteri tali pusar

☛ Potong tali pusar dengan gunting atau pisau di bawah ikatan

☛ Oleskan ditempat pemotongan tali pusar dengan yodium tincture keras untuk mencegah infeksi atau sakit pada tali pusar.

Pemotongan Gigi

Anak babi lahir dengan empat pasang gigi atau delapan gigi tajam, dua pasang pada tiap rahang disebut gigi “hitam”, gigi “jarum” atau gigi “serigala”. Meskipun gigi tersebut cukup penting pada anak babi, namun gigi tersebut harus dipotong karena lebih banyak menimbulkan kerugian daripada keuntungannya bagi peternak (pemotongan gigi dapat menggunakan gunting kuku yang steril). Alasan mengapa dilakukan pemotongan gigi adalah sebagai berikut:

☛ Gigi sangat efektif menyebabkan luka pada ambing induk dan mengakibatkan induk menolak untuk menyusui anak-anaknya

☛ Apabila anak babi berkelahi untuk merebut satu puting susu atau bermain sesamanya, gigi dapat menyebabkan luka pada muka dimana luka tersebut dapat merupakan jalan masuknya penyakit yang disebabkan oleh mikroorganisme

Kastrasi (Kebiri)

Anak babi jantan yang tidak dipakai bibit biasanya dikastrasi oleh karena akan mengurangi pengelolaan dan mencegah perkawinan yang tidak diinginkan. Kastrasi akan mengurangi konversi makan pada babi. Makin mudah dikastrasi makin gampang pelaksanaanya dan dilakukan biasanya 7–10 hari sebelum penyapihan. Hal ini akan membuat babi sudah sembuh pada waktu disapih (Williamson dan Payne, 1993). (baca: Cara Kastrasi Yang Benar Pada Anak Babi)

Semoga bermanfaat....

0 Response to "Cara Merawat dan Memelihara Anak Babi Yang Baru Lahir"

Post a Comment

- Berkomentarlah dengan sopan dan bijak sesuai isi konten.
- Dilarang menyisipkan iklan, link aktif, promosi, spam, dan sebagainya.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel