Bahayakah Mengkonsumsi Daging Babi? Ini Bukti dan Penjelasannya

Banyak sekali berita yang beredar tentang daging babi yang sangat buruk untuk dikonsumsi, dan sudah menjadi stigma masyarakat bahwa daging babi itu lebih baik di hindari. Sebenarnya dibilang sehat atau tidaknya ya tergantung dari seberapa banyak jumlah yang dikonsumsi dan apakah sesuai dengan kebutuhan.

Dari Livestrong.com, saya mendapat informasi bahwa daging babi memiliki kalori yang lebih rendah dibandingkan daging sapi. Dalam 4Oz daging babi terdapat 140 Kalori, sedangkan dalam 4Oz daging sapi terdapat 200 Kalori. Daging babi baik untuk menjadi menu untuk menurunkan berat badan, namun bila anda dalam perencanaan untuk menaikan berat badan, daging sapi adalah pilihan terbaik.

https://www.berbagiilmupeternakan.com/

Pada dasarnya, segala hal yang bisa dikonsumsi pasti ada gunanya untuk kita, tergantung bagaimana cara mengolahnya, dan apakah kita mengkonsumsinya sesuai dengan kebutuhan kita. Babi adalah sumber protein layaknya daging lain seperti ayam, sapi, kambing dan lain-lain.

Stigma Negatif (HOAX)

Stigma negatif terhadap daging babi awal mulanya berasal dari golongan di Timur Tengah, yang melarang konsumsi daging babi. Tokoh-tokoh golongan ini juga berusaha meyakinkan golongan lainnya bahwa ajaran mereka itu benar dan didukung oleh fakta bahwa babi itu tidak sehat. Muncul-lah berita berita di social media soal babi yang tidak layak dikonsumsi.

https://www.berbagiilmupeternakan.com/

Semua berita berita itu bersifat hoax dengan tujuan mengelabui si pembaca. Daging babi itu sehat. Rekomendasi diperbolehkannya konsumsi babi ada di manual USFDA ( semacam BPOM - nya Amerika Serikat ) dan diakui oleh seluruh dunia.

Di Bali bahkan ada makanan dengan nama Lawar Barak yang terbuat dari olahan daging babi yang diasap atau digoreng dan darah babi segar yang disiram dengan minyak panas. Itu biasa saya konsumsi.

Stigma daging babi berbahaya hanya dibawa sebagian orang sesuai dengan apa yang mereka yakini,saya tidak menampik hal itu. Tapi bukanlah semua daging sebenarnya sama bisa mengandung bibit penyakit?

Secara kasar, jika daging babi berbahaya untuk dikonsumsi, maka mayoritas penduduk Tiongkok yang berjumlah 1 miliar jiwa bisa sakit semua !!!!!

Teori & Fakta Daging Babi

Teori babi pembawa penyakit memang benar tapi binatang lain juga pembawa penyakit yang lebih serius seperti flu burung di unggas, juga penyakit sapi gila dan lain-lain. Babi tidak sehat untuk dimakan ketika kondisi dagingnya sudah tidak baik (sama seperti daging hewan lainnya). Misalnya dimakan mentah/tidak matang benar atau sudah busuk atau berasal dari hewan yang sakit.

Teori babi makan apa saja termasuk kotoran juga tidak benar karena di Eropa bahkan di Indonesia, babi diternak dan dikandangkan seperti hewan lain dan diberi makan yang sesuai. Jadi ternak babi tidak akan makan kotoran seperti yang diasumsi selama ini. Ayam justru sering mengkonsumsi kotoran, cacing dan lain-lain. 

Terutama ayam yang dilepas, di Indonesia dikenal dengan istilah “ayam kampung”. Justru sebagian kalangan menilai ayam kampung, yang dilepas liar dan makan apa saja termasuk kotoran, malah lebih sehat daripada ayam negeri yang dikandangkan yang makannya hanya pakan ternak.

https://www.berbagiilmupeternakan.com/

Daging babi mengandung kolesterol dan protein, sama halnya dengan daging sapi atau kambing. Tidak masalah makan daging babi, karena saya sendiri sudah membuktikan. Bahkan negara-negara Asia Timur mengkonsumsi daging babi dan alkohol per kapita terbanyak di dunia justru mempunyai angka harapan hidup tertinggi di dunia.

Ini bukan berarti saya mendorong Anda untuk mengkonsumsi alkohol dan dan daging babi secara berlebihan. Yang terpenting dalam menjaga kesehatan adalah mengkonsumsi berbagai makanan dengan nutrisi seimbang. Jadi kesimpulannya semua daging itu sehat apabila yang dikonsumsi secara seimbang. Tidak ada bukti bahwa mengkonsumsi daging yang berasal dari babi yang sehat dan dimasak dengan benar menyebabkan penyakit.

Jawaban bias dan pseudo science (dijadikan cocoklogi dengan golongan/kepercayaan) yang sering dikemukakan orang untuk tidak mengkonsumsi daging babi :

Ø Makan daging babi bikin cacingan. (Fakta: cacing taenia solium hidup di babi, cacing taenia saginata hidup di sapi, cacing fasciola hepatica hidup di domba, cacing anisakid hidup di ikan). Jadi jangan makan daging mentah.

Ø Genetik babi mirip dengan manusia, sehingga penyakit dari babi mudah menular ke manusia jika dimakan. (Fakta: penyakit prion ada hampir di semua jenis ternak, contohnya penyakit sapi gila, mad cow disease. Jadi tidak terbatas atau spesifik pada babi.)

Ø Fakta menarik lainnya seputar babi, gelatin dari babi digunakan sebagai bungkus kapsul. Insulin untuk mengobati diabetes awalnya berasal dari babi. Vaksin meningitis awalnya juga dikembangkan menggunakan enzim dari babi.

Kesimpulan

Pada dasarnya, segala hal yang bisa dikonsumsi pasti ada gunanya untuk kita, tergantung bagaimana cara mengolahnya, dan apakah kita mengkonsumsinya sesuai dengan kebutuhan kita. Babi adalah sumber protein layaknya daging lain seperti ayam, sapi, kambing dan lain-lain.

Dari negara pengkonsumsi BABI dan Non BABI mana yang lebih tinggi kualitas kesehatannya, umur dan kemajuan pola pikir tentunya...
Silahkan di COMPARE beri orang bukti bukan alasan.. karena alasan hanya untuk..pembenaran.

Semoga bermanfaat...

Berlangganan update artikel terbaru via email:

0 Response to "Bahayakah Mengkonsumsi Daging Babi? Ini Bukti dan Penjelasannya"

Post a Comment

- Berkomentarlah dengan sopan dan bijak sesuai isi konten.
- Dilarang menyisipkan iklan, link aktif, promosi, spam, dan sebagainya.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel