Penerapan Metode Analisis Rancangan Acak Lengkap (RAL) dan Rancangan Acak Kelompok (RAK)

 Rancangan Acak Lengkap (RAL)


Rancangan Acak Lengkap (RAL) merupakan rancangan paling sederhana dari beberapa macam perancangan yang baku.  Rancangan ini dipergunakan jika ingin mempelajari pengaruh beberapa perlakuan dengan sejumlah ulangan untuk menjadi satuan-satuan percobaan. RAL dilakukan dengan mengalokasikan pengacakan kepada satuan percobaan.
Unit-unit percobaan dalam RAL dapat berupa sampel ternak (ekor), cawan/tabung, area lahan dan lain-lain yang merupakan satuan unit-unit yang diberi batasan sehingga tidak mempengaruhi satu sama lain dan dengan kondisi lingkungan yang relatif dapat dikendalikan. 

https://www.berbagiilmupeternakan.com/

Hal ini dilakukan untuk mencegah terjadinya interaksi pengaruh dua perlakuan yang berdekatan terhadap unit percobaan.  Karena kondisi sampel dan lingkungan yang homogen, maka setiap perlakuan dan ulangan mempunyai peluang yang sama besar untuk menempati semua plot-plot percobaan sehingga pengacakan dilakukan secara lengkap.

Rancangan acak lengkap dipergunakan jika variabel luar tidak diketahui, atau bila pengaruh variabel ini yang sengaja tidak dikontrol terhadap variasi subyek, adalah sangat kecil. Rancangan ini juga dipakai jika diketahui bahwa subyek keadaannya seragam dan inferensi yang dibuat berdasarkan hasil percobaan tidak dimaksudkan sebagai inferensi yang bersifat percobaan tidak dimaksudkan sebagai inferensi yang bersifat luas serta berlaku untuk populasi yang lebih beragam.

Oleh karena itu, rancangan ini tidak disarankan jika hasil ujinya dipergunakan untuk inferensi populasi yang lebih beragam.

Syarat yang harus diperhatikan dalam Rancangan Acak Lengkap (RAL) :

1.   Kecuali  perlakuannya,  semua  (media  percobaan  dan  keadaan-keadaan lingkungan lainnya) harus serba sama atau homogen.
2.  Penempatan perlakuan ke dalam satuan-satuan percobaan dilakukan secara acak lengkap,  yang  artinya  kita  perlakukan  semua  satuan  percobaan  sebagai  satu kesatuan dimana perlakuan ditempatkan ke dalamnya secara acak.
3.  Hanya mempunyai 1 faktor dan mempunyai sejumlah taraf faktor yang nilainya bisa kualitatif maupun kuantitatif.

Akurasi penggunaan RAL akan tercapai apabila: 1) bahan percobaan homogen atau relatif homogen; 2) kondisi lingkungan sama dan dapat dikendalikan; dan 3) jumlah perlakuan dibatasi.

Rancangan Acak Kelompok (RAK)

Rancangan Acak Kelompok (RAK) adalah  suatu  rancangan acak yang dilakukan dengan mengelompokkan  satuan  percobaan  kedalam  grup-grup  yang  homogen yang dinamakan kelompok dan kemudian menentukan perlakuan secara acak di dalam masing-masing kelompok.

Pengelompokan digunakan untuk usaha memperkecil galat, dan untuk membuat keragaman satuan-satuan percobaan di  dalam masing-masing kelompok sekecil mungkin sedangkan perbedaan antar kelompok sebesar mungkin.

Jika  pada  RAL  satuan  percobaan  yang  digunakan  harus  homogen  maka  pada RAK  tidak perlu homogen, dan untuk ketidak homogenan tersebut akan dikelompokkan menjadi satuan-satuan yang mendekati homogen, dengan demikian dapat dikatakan bahwa tujuan dari pengelompokkan adalah untuk  menjadikan keragaman dalam kelompok menjadi sekecil mungkin dan keragaman antar kelompok sebesar mungkin. 

 Kelebihan dan Kekurangan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dan Rancangan Acak Kelompok (RAK)

Kelebihan Rancangan Acak Lengkap (RAL):

Kelebihan RAL adalah perhitungannya sederhana. RAL dapat diterapkan pada percobaan dengan ulangan pengamatan sama dan tidak sama. Keuntungan menggunakan RAL antara lain :
1. Rancangan percobaannya lebih mudah;
2. Apabila jumlah perlakuan hanya sedikit, dimana derajat bebas galatnya juga kecil;
3. Analisis statistik terhadap data percobaan sederhana;
4. Fleksibel dalam jumlah penggunaan perlakuan dan ulangan (dapat dilakukan pada ulangan yang tidak sama);
5. Terdapat alternatif analisis nonparametrik yang sesuai.
6. Permasalahan data hilang dapat mudah ditangani
7. Tidak memmerlukan tingkat pemahaman yang tinggi mengenai bahan percobaan.

Kekurangan Rancangan Acak Lengkap (RAL) antara lain adalah :

1. Terkadang tidak efisien;
2. Tingkat ketepatan (presisi) mungkin tidak terlalu memuaskan kecuali unit percobaan benar-benar homogen;
3. Pengulangan percobaan yang sama mungkin tidak konsisten (lemah) apabila satuan percobaan tidakbenar-benarhomogen terutama apabila jumlah ulangannya sedikit.

Kelebihan Rancangan Acak Kelompok (RAK) antara lain sebagai berikut :

1. Lebih efisien dan akurat dibandigkan dengan RAL (Pengelompokan yang efektif dapat meunurukan jumlah kuadrat galat, sehingga akan meningkatkantingkat ketepatan atau bisa mengurangi julah ulangan)
2. Lebih fleksibel (Banyaknya perlakuan, Banyaknya ulangan/kelompok, dan Tidak semua kelompok memerlukan ulangan yang sama)
3. Penarikan kesimpulan lebih luas karena kita bisa juga melihat perbedaan diantara kelompok
4. Memerlukan asumsi tambahan untuk beberapa uji hipotesis dan lain-lain.

Kekurangan Rancangan Acak Kelompok (RAK) antara lain adalah :

1. Memerlukan asumsi tambahan untuk beberapa uji hipotesis.
2. Interaksi antar kelompok perlakuan sangat sulit.
3. Peningkatan ketepatan pengelompokan akan menurun dengan semakin meningkatnya jumlah satuan percobaan dalam kelompok.
4. Derajat bebas kelompok akan menurunkan derajat bebas galat, sehingga sensitifitasnya akan menurun terutama apabila jumlah perlakuannya sedikit atau keragaman dalam satuan percobaan kecil (homogen).
5. Memerlukan pemahaman tambahan tentang keragaman satuan percobaan untuk suksesnya pengelompokan.
6. Jika ada data yang hilangmemerlukan perhitungan yang rumit.

Perbedaan Metode Analisis Rancangan Acak Lengkap (RAL) dan Rancangan Acak Kelompok (RAK)

Uji Rancangan Acak Lengkap


Bentuk umum model linier aditif dari Rancangan Acak Lengkap (RAL) adalah sebagai berikut:
Yij = µi + דi + εij atau Yij = μi + εij

Keterangan:
i       = 1, 2, … , t dan j = 1, 2, … , r
Yij   = Pengamatan pada perlakuan ke-i dan ulangan ke-j
μ     = Rataan umum
דi    = Pengaruh perlakuan ke-i
εij   = Pengaruh galat percobaan pada perlakuan ke-i & kelompok ke-j

Pengujian dengan analisis Rancangan Acak Lengkap (RAL), sebagai berikut:

(a). Menentukan Hipotesis

Hipotesis adalah jawaban sementara sebelum percobaan dilaksanakan yang didasarkan pada hasil studi. Hipotesis biasanya memuat pernyataan-pernyataan yang bersifat netral atau hal yang umum terjadi (Mattjik dan Sumertajaya, 2000).
H0: τ1= … = τi = 0 (perlakuan tidak berpengaruh terhadap respon yang diamati)
H1: paling sedikit ada satu i dimana τi ≠ 0

(b). Pengacakan

Pengacakan yaitu setiap unit percobaan harus memiliki peluang yang sama untuk diberi suatu perlakuan tertentu. Pengacakan perlakuan pada unit-unit percobaan dapat menggunakan tabel bilangan acak, sistem lotre secara manual atau dapat juga menggunakan komputer (Mattjik dan Sumertajaya, 2000).

 Tabel 1. Pengamatan untuk Rancangan Acak Lengkap
https://www.berbagiilmupeternakan.com/

Tabel 2. Analisis of Variance untuk Rancangan Acak Lengkap
https://www.berbagiilmupeternakan.com/

c). Pengambilan Keputusan

Statistik uji Fhitung = KTP/KTG mengikuti sebaran F dengan derajat bebas pembilang sebesar t-1 dan derajat bebas penyebut sebesar t(r-1). Dengan demikian jika nilai Fhitung lebih besar dari Fα,db1,db2 maka hipotesis nol ditolak dan berlaku sebaliknya.

Uji Rancangan Acak Kelompok

Bentuk umum model linier aditif dari Rancangan Acak Kelompok (RAK) adalah sebagai berikut:
Yij = µ + τi + βj + εij
Keterangan:
i      = 1, 2, … , t dan j = 1, 2, … , r
Yij  = Pengamatan pada perlakuan ke-i dan kelompok ke-j
μ    = Rataan umum
τi    = Pengaruh perlakuan ke-i
βj   = Pengaruh kelompok ke-j
εij  = Pengaruh galat percobaan pada perlakuan ke-i & kelompok ke-j

Pengujian dengan analisis Rancangan Acak Kelompok (RAK), sebagai berikut:

(a). Menentukan Hipotesis

Dengan bentuk hipotesis yang diuji untuk pengaruh perlakuan yaitu:
H0τ1= … = τi = 0 (perlakuan tidak berpengaruh terhadap respon yang diamati)
H1: paling sedikit ada satu i  dimana τi ≠ 0

Dengan bentuk hipotesis yang diuji untuk pengaruh kelompok yaitu:
H0: β1= … = βj = 0 (kelompok tidak berpengaruh terhadap respon yang diamati)
H1: paling sedikit ada satu j dimana βj ≠ 0

(b). Pengacakan

Tabel 3. Pengamatan untuk Rancangan Acak Kelompok
https://www.berbagiilmupeternakan.com/

Tabel 4. Analisis of Variance untuk Rancangan Acak Kelompok
https://www.berbagiilmupeternakan.com/

(c). Pengambilan Keputusan

Statistik uji Fhitung = KTP/KTG mengikuti sebaran F dengan derajat bebas pembilang sebesar t-1 dan derajat bebas penyebut sebesar (t-1)(r-1). Jika nilai Fhitung lebih besar dari Fα,db1,db2 maka hipotesis nol ditolak dan berlaku sebaliknya.

Nilai Fhitung = KTK/KTG mengikuti sebaran F dengan derajat bebas pembilang sebesar r-1 dan derajat bebas penyebut sebesar (t-1)(r-1). Dengan demikian jika nilai Fhitung lebih besar dari Fα,db1,db2 maka hipotesis nol ditolak dan berlaku sebaliknya.

Demikianlah penjelasan tentang Penerapan Metode Analisis Rancangan Acak Lengkap (RAL) dan Rancangan Acak Kelompok (RAK). Untuk contoh soal terapannya, silahkan baca disini: Contoh Soal Rancangan Acak Lengkap (RAL) dan Rancangan Acak Kelompok (RAK). Semoga bermanfaat...

Sumber: Materi Kuliah Rancob

Berlangganan update artikel terbaru via email:

0 Response to "Penerapan Metode Analisis Rancangan Acak Lengkap (RAL) dan Rancangan Acak Kelompok (RAK)"

Post a Comment

- Berkomentarlah dengan sopan dan bijak sesuai isi konten.
- Dilarang menyisipkan iklan, link aktif, promosi, spam, dan sebagainya.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel