4 Alasan Mengapa Daging Ayam Kampung Lebih Mahal Dibandingkan Ayam Pedaging (Broiler)

Pernahkah Anda berpikir dan bertanya "mengapa daging ayam kampung jauh lebih mahal dibanding ayam pedaging (broiler)? Padahal daging ayam kampung lebih alot (keras), sedikit, serta pemeliharaan ayam kampung juga lebih gampang dibandingkan dengan ayam pedaging.

Kalo boleh dibilang nih.. "ayam kampung tinggal dilepas saja di pekarangan atau di kebun, pulang-pulang sudah bertelur atau bahkan sudah bisa dikonsumsi dagingnya". Beda halnya sama ayam pedaging (broiler) yang harus dipelihara  dengan amat sangat intensif. Banyak biaya yang dikeluarkan untuk membeli pakan, obat untuk vaksinasi dan biaya-biaya lainnya agar pertumbuhan  ayam pedaging (broiler) dapat maksimal. (baca juga: Jenis-Jenis Nutrisi Yang Wajib Tersedia Dalam Pakan Ternak Unggas)

https://www.berbagiilmupeternakan.com/


Ini dia 4 alasan yang harus kita ketahui, mengapa daging ayam kampung jauh lebih mahal dibandingkan dengan ayam pedaging (broiler)?


Sistem Pemeliharaan

Ayam pedaging pemeliharaannya amat intensif dan efisien, sehingga tingkat FCR (Food Convertion Ratio/perbandingan jumlah pakan yang menjadi daging)-nya rendah. Dengan kata lain, dengan jumlah pakan lebih sedikit, akan dihasilkan daging yang lebih banyak untuk ayam pedaging. (baca juga: Manajemen Pemeliharaan Ayam Broiler)

Sedangkan pada ayam kampung, FCR-nya tinggi, harus diberi pakan lebih banyak untuk menghasilkan sejumlah daging yang sama dengan ayam pedaging. Karena ayam kampung ini cara pemeliharaannya dilepas, jadi dapat berkeliaran kemana-mana, banyak energi dari pakannya terpakai untuk berkeliaran itu. Hasilnya, ayam yang lebih sehat tapi tekstur dagingnya berbeda.

Perbedaan Ayam Kampung dan Ayam Broiler


Selain biaya pakan yang lebih besar, cara pemeliharaan ini juga membutuhkan lahan lebih luas. Seumpama di lahan 3 X 5 M dibuat kandang untuk ayam pedaging dua tingkat, ini dapat memelihara sampai 100 ekor ayam, sedangkan untuk ayam kampung paling banyak 10 ekor ( terkadang malah lebih sedikit lagi). Inilah salah satu alasan mengapa harga ayam kampung jauh lebih mahal dari pada ayam pedaging (broiler).

Produk Organik

Alasan lainnya, tidak dapat dipungkiri bahwa produk organik harganya selalu lebih tinggi, termasuk produk hewani seperti daging sapi atau ayam. Namun harga yang Anda keluarkan setimpal dengan manfaat kesehatan yang diberikan. Banyak orang yang berpendapat bahwa ayam kampung memiliki rasa, tekstur dan kandungan gizi yang lebih baik daripada ayam broiler ; itulah sebabnya ayam kampung tetap mendapat tempat di hati banyak penikmat kuliner dan para juru masak serta pemilik restoran di Indonesia walaupun harga jualnya lebih mahal dari pada ayam pedaging. (baca juga: Kebutuhan Nutrisi Pada Ayam Kampung)
https://www.berbagiilmupeternakan.com/

Ayam kampung yang dimaksudkan disini adalah ayam lokal yang dipelihara secara organik, yaitu hanya diberi makananan alaminya atau yang diproduksi tanpa melibatkan bahan kimia dan obat-obatan tertentu. Ayam kampung yang bagus adalah ayam kampung yang dipelihara oleh petani, yang umumnya tanpa dikandangkan, sehingga bisa mencari pakan alami mereka sendiri diladang, atau hanya diberi makan-makanan tradisional seperti dedak, sisa nasi, sisa gilingan jagung dan lain sebagainya. Tentu Anda sudah bisa membedakan rasa dari dagingnya. Walaupun teksturnya sedikit alot, citarasa daging ayam kampung jauh lebih gurih daripada ayam produksi.

Kandungan Gizi

Kandungan gizi pada ayam kampung yang digadang-gadang jauh lebih tinggi dari ayam pedaging pun dijadikan alasan bagi para penggemar makanan sehat untuk mendorong orang agar mengganti konsumsi daging ayam mereka dengan ayam kampung saja. Akan tetapi, perbedaan kandungan gizi antara ayam kampung dan ayam pedaging sendiri sebenarnya tidak sedrastis yang sering disebut orang-orang. Kandungan gizi ayam kampung secara umum hampir sama dengan ayam pedaging, kecuali dengan beberapa perbedaan. (baca juga: Kandungan Gizi Pakan Unggas Komersial Produksi Pabrik Pakan)
https://www.berbagiilmupeternakan.com/

Mari kita lihat protein terlebih dahulu, yang merupakan komponen penting dalam daging ayam. Daging ayam kampung dan ayam broiler sama-sama memiliki kandungan protein yang tinggi. Daftar Komposisi Bahan Makanan resmi di Indonesia mencatat kandungan protein ayam kampung per 100 gram adalah 37 gram (dari jenis ayam kampung Pasundan) sementara untuk ayam pedaging kandungan proteinnya adalah 37 gram (dari jenis ayam broiler Pioner). Sementara kandungan protein kedua jenis ayam ini sama persis, untuk kandungan lemak justru sangat berbeda jauh.

Ayam broiler memiliki kandungan lemak 14,7 gram per 100 gram daging sementara ayam kampung hanya 7 gram. Dengan kata lain, jika menurut anda ayam kampung lebih sehat daripada ayam broiler, hal itu benar dari segi jumlah lemak yang terkandung; ayam pedaging memiliki kadar lemak lebih tinggi daripada ayam kampung, terutama di bagian bawah kulitnya.

Kecemasan Soal Suntikan Hormon Pada Ayam Broiler (Sehat & Tidak Sehat)

Kecemasan lain yang menghinggapi banyak orang Indonesia dalam memilih antara ayam kampung dan ayam broiler adalah soal suntikan hormon yang katanya banyak diberikan pada ayam broiler. Walaupun benar bahwa beberapa peternak di berbagai negara terkadang memberikan suntikan hormon pertumbuhan pada ayam broiler, hal tersebut sudah dilarang di Indonesia secara resmi berdasarkan Surat Edaran Direktur Kesehatan Hewan no. 329/XII/4-1 tahun 1983. Jadi, di Indonesia, kecemasan mengenai adanya suntikan hormon pertumbuhan pada ayam pedaging tidak berdasar.

Kesimpulan

Akhir kata, saya hanya ingin menyampaikan bahwa hal paling mendasar kenapa kemudian daging ayam kampung jauh lebih mahal dari ayam pedaging (broiler) bukan karena faktor sehat dan tidak sehat. Sebenarnya, kedua jenis daging ayam ini tidak jauh berbeda. Sama-sama menjadi daging yang populer di mata masyarakat. Daging ayam kampung dikenal lebih alot dan rasanya lebih gurih. Sementara ayam pedaging (broiler) dikenal lebih empuk, lebih gemuk dan harganya juga terjangkau.

Sistem pemeliharaannya-lah yang membuat daging ayam kampung lebih mahal dibandingkan ayam pedaging (broiler). Dengan jumlah pakan lebih sedikit, akan dihasilkan daging yang lebih banyak untuk ayam pedaging. Sedangkan pada ayam kampung,  harus diberi pakan lebih banyak untuk menghasilkan sejumlah daging yang sama dengan ayam pedaging. Masa panen pada ayam kampung juga relatif lebih lama dibandingkan dengan ayam pedaging (broiler).

Semoga bermanfaat...

0 Response to "4 Alasan Mengapa Daging Ayam Kampung Lebih Mahal Dibandingkan Ayam Pedaging (Broiler)"

Post a Comment

- Berkomentarlah dengan sopan dan bijak sesuai isi konten.
- Dilarang menyisipkan iklan, link aktif, promosi, spam, dan sebagainya.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel