Penjelasan Tentang Sistem Reproduksi Pada Unggas Jantan dan Betina

Unggas berkembang biak dengan cara bertelur. Telur unggas mirip telur reptil, hanya cangkangnya lebih keras karena memiliki kandungan kapur. Sistem reproduksi pada unggas dibedakan menjadi dua, yaitu reproduksi jantan dan reproduksi betina.


Jantan

Sistem reproduksi unggas jantan terdiri dari dua testis bentuknya elips dan berwarna terang, serta menghasilkan sperma yang masing-masing mempunyai sebuah saluran  yang biasa disebut vas defferens dan kloaka yang menjadi muara dari sistem reproduksi tersebut. 

Alat reproduksi unggas jantan terdiri atas alat kelamin pokok dan alat kelamin pelengkap. Alat kelamin pokok adalah organ yang langsung membentuk spermatozoa yaitu testis. Alat kelamin pelengkap terdiri atas saluran yang menuju kloaka yaitu epididymis dan vas defferens.
https://www.berbagiilmupeternakan.com/
Organ Reproduksi Unggas
1. Sistem Reproduksi Unggas 

  • Testis (alat kelamin pokok) pada unggas berjumlah sepasang, berbentuk bulat atau oval seperti kacang dengan permukaan yang licin. Pada musim kawin ukurannya membesar. Testis bagian kiri sering  kali lebih besar dari testis bagian kanan. Organ penggantung testes adalah mesorchium yang merupakan lipatan dari peritoneum. Testis menghasilkan sperma, untuk membuahi telur pada unggas betina.

    Seperti halnya pada spesies-spesies lainnya, sperma diproduksi pada tubulus seminiferous di bagian dalam testis. Sperma yang dikeluarkan dari tubulus masuk ke dalam ductus deferens, yaitu saluran kecil yang menyalurkan sperma ke kloaka.

  • Alat Kelamin Pelengkap: (1) Epididymis berjumlah sepasang, berukuran kecil terletak pada sisi dorsal testis. Epididimis merupakan saluran yang di lewati sperma dan menuju ke ductus deferens; (2) Ductus deferens berjumlah sepasang, dimana pada unggas muda tampak lurus, sedangkan  pada unggas tua tampak berkelok-kelok. 


  • Ductus deferens tidak bermuara ke dalam organ kopulasi seperti pada spesies lainnya, tetapi ke dalam papilla kecil (tonjolan seperti jari-jari tangan). Tonjolan-tonjolan ini terletak pada dinding dorsal kloaka dan berperan sebagai organ pengangkut semen. Perkawinan dengan unggas betina pada hakekatnya adalah mempersatukan dua kloaka  untuk memungkinkan pemancaran semen.

2. Sistem Reproduksi Unggas Betina

Unggas betina secara normal hanya memiliki ovari dan oviduk sebelah kiri yang berkembang sempurna. Selama masa penetasan, bagian sebelah kanan tidak berkembang dan pada saat menetas telah mengalami degenerasi menjadi suatu rudimen. Ada lima bagian oviduk yang secara jelas dapat dibedakan:

https://www.berbagiilmupeternakan.com/
Organ Reproduksi Unggas Betina

  • Funnel
    atau infundibulum yang berperan dalam penangkapan kuning telur atau volk setelah volk itu diovulasikan,

  • Magnum yang mensekresikan albumen atau putih telur,

  • Isthmus yang mensekresikan membran cangkang atau kerabang,

  • Uterus (kelenjar cangkang) yang mensekresikan cangkang,
  • Vagina, terdapat di mana telur untuk sementara ditahan dan dikeluarkan bila telah tercapai bentuk sempurna.

Sistem reproduksi betina berfungsi pertama-tama melalui stimulasi hormon FSH (Follicle Stimulating Hormone) dari pituari anterior, yang menyebabkan terjadinya perkembangan folikel-folikel yang telah dewasa (yolk). 

Produksi FSH secara normal dirangsang oleh peningkatan periode pencahayaan. Secara alami, peningkatan itu disebabkan oleh bertambah lamanya siang hari pada musim semi. FSH dapat diproduksi melalui rangsangan sistem pencahayaan buatan oleh manusia.

Ovari dipengaruhi oleh rangsangan tersebut untuk mulai menghasilkan hormon estrogen dan progesterone. Estrogen menyebabkan peningkatan kadar kalsium, protein, lemak, vitamin dan substansi lainnya di dalam darah, yang diperlukan untuk pembentukan telur. 

Estrogen juga merangsang peregangan tulang pubis dan pembesaran vent guna mempersiapkan ayam betina untuk bertelur. Progesteron berperan terhadap kelenjar hipothalamus untuk memproduksi LH (luiteinizing hormone) dari pituitari anterior, yang menyebabkan pelepasan volk yang sudah masak dari ovarium ke funnel atau infundibulum

Apabila pada saat itu terdapat sperma dan membuahi, akan dihasilkanlah telur yang fertil. Sebaliknya, bila tidak ada sperma produksi tetap akan terus berlangsung, tetapi yang dihasilkan adalah telur infertil.

Sekian Penjelasan Tentang Sistem Reproduksi Pada Unggas Jantan dan Betina. Semoga bermanfaat 



0 Response to "Penjelasan Tentang Sistem Reproduksi Pada Unggas Jantan dan Betina"

Post a Comment

- Berkomentarlah dengan sopan dan bijak sesuai isi konten.
- Dilarang menyisipkan iklan, link aktif, promosi, spam, dan sebagainya.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel