Pengertian Anatomi dan Fisiologi Pada Ternak Unggas


Secara harafiah anatomi unggas dapat diartikan sebagai  bentuk dan susunan tubuh unggas  secara keseluruhan maupun bagian – bagiannya serta hubungan organ tubuh yang satu dengan yang lain.  Fungsi dan cara kerja struktur tubuh unggas  mulai dari sel, jaringan, organ dan sistem pencernaan dikenal sebagai fisiologi.


Pengetahuan akan anatomi dan fisiologi unggas sangat dibutuhkan guna memahami karakteristik dan kelangsungan hidup unggas, khususnya dalam pemeliharaan ternak unggas. Untuk diketeahui bersama, beberapa penulis mendefinisikan unggas sebagai hewan vertebrata yang berdarah panas, berbulu, bertelur, memiliki kecepatan metabolisme yang tinggi dan kecepatan bernafas normal antara 40-50 tarikan nafas per menit (sebagai perbandingan, kuda: 8-16; sapi: 10-20; dan manusia 16-24). Oksidasinya cepat untuk mempertahankan temperatur normal, yaitu ± 40°C. Jantung unggas berdetak 300 kali per menit (kuda: 28-40; sapi: 40-80; dan manusia: 60-85).


Berikut ini adalah Anatomi dan Fisiologi dari unggas:

https://www.berbagiilmupeternakan.com/
Anatomi dan Fisiologi Unggas
Kulit
Fungsi kulit antara lain sebagai berikut: 1) Melindungi tubuh dari pengaruh temperatur lingkungan; 2) Sebagai perlindungan terhadap masuknya mikroorganisme secara langsung ke dalam tubuh; 3) Sebagai respirator untuk menerima pengaruh rangsangan dari luar.
Struktur kulit unggas terdiri atas 2 lapisan yaitu: 1) Lapisan luar / Epidermis (Bulu, paruh & kuku); 2)  Lapisan utama / Dermis  (jengger, cuping dan pial).
https://www.berbagiilmupeternakan.com/
Anatomi Unggas

Bulu
Tubuh unggas hampir seluruhnya tertutup bulu. Pada unggas dewasa, bulu mengalami pertumbuhan dan rontok secara alami. Kemudian bulu baru tumbuh kembali secara periodik sekitar setahun sekali dengan pengaruh hormonal. Fungsi bulu bagi ternak unggas adalah sebagai berikut : 1) Sebagai Isolator; 2) Melindungi tubuh dari luka dan infeksi akibat gesekan langsung dengan benda keras; 3) Sebagai sarana untuk terbang; 4) Sebagai reseptor dari luar; 5) Perhiasan untuk memikat lawan jenis; 6) Untuk mendeteksi kondisi kesehatan dan menduga kemampuan bertelur.

Kepala
Kepala unggas terdiri dari jengger, kelopak mata, bola mata, telinga, daun telinga, pial dan paruh.

Kaki dan Cakar
Sebagian besar kaki dan cakar pada unggas tertutup sisik dengan berbagai warna. Kebanyakan unggas memiliki 4 jari/cakar disetiap kakinya, tetapi ada beberapa bangsa unggas yang memiliki 5 jari/cakar.

Sistem Kerangka
Kerangka unggas terdiri dari ± 150 buah tulang, mempunyai 3 fungsi utama yaitu: 1) Melindungi organ vital; 2) Pertautan oto-otot dan penunjang tubuh; 3) Sebagai tempat menimbun kalsium dan fosfor.

https://www.berbagiilmupeternakan.com/
Sistem Kerangka Unggas
Karakteristik kerangka unggas bersifat khas yaitu ringan dan berisa udara. Hal ini disesuaikan dengan kepentingan untuk bergerak cepat, berjalan dan terbang.

Secara umum, penamaan tulang-tulang pada unggas hamper sama dengan tulang-tulang pada mamalia. Pembagian skeleton unggas adalah: 1) Tulang-tulang axial (axial skeleton), yaitu tulang-tulang kepala (termasuk apparatus hyoideus); 2) Collumna vertebrales, terdiri dari ossa vertebrae cervicales (berjumlah 13-14 buah), ossa vertebrae thoracales (berjumlah 7 buah, masing-masing berhubungan dengan tulang rusuk, ossa costales), os synsacrum (fusi  antara tulang lumbal dan sacrum) dan pygostyle; 3) Extremitas pectoralis, terdiri dari 3 pasang tulang-tulang penyangga sayap, yaitu fusi dari ossa claviculares (disebut dengan os furcula), ossa coracoidea dan ossa scapulae, dan tulang-tulang kaki muka (sayap); 4) Extremitas pelvicis, terdiri atas tulang-tulang pelvis dan tulang-tulang kaki belakang.

Otot
Unggas seperti halnya hewan memiliki tiga jenis otot yakni:
1)   Otot Kardiak:  otot yang membangun jantung
2)   Otot Halus: otot yang membangun organ yang tidak dapat di kontrol, misalnya saluran pencernaan
3)   Otot Skeletal: otot skeletal terdiri dari;  (a) serabut merah (membentuk daging merah),
(b) serabut putih (membentuk daging putih) dan, (c) serabut intermedier (mengandung serabut merah dan serabut putih)
.
https://www.berbagiilmupeternakan.com/

Sistem Respirasi
Secara utuh, sistem respirasi pada unggas terdiri dari cavum nasi, larynx, trachea, syrinx, pulmo (berwarna merah muda, terdapat sepasang, berukuran kecil, menempel di kiri-kanan collumna vertebralis pada septum dorsalis) dan sacci pneumatic.

https://www.berbagiilmupeternakan.com/
Sistem Respirasi Unggas
Perbedaan dengan mamalia terletak pada: (1) Struktur trachea, trachea unggas merupakan suatu saluran yang dibentuk oleh cincin-cincin tulang rawan (cartilaginesis trachealis) yang sempurna dan satu sama lain dipertautkan oleh suatu ligamen yang sempit; (2) Volume paru-paru yang konstan dan; (3) Adanya kantong-kantong hawa (sacci pneumatic) yang merupakan kantong membran yang berdinding tipis, berisi udara yang dihubungkan bronchi secondary dan sistem kerangka (tidak berperan secara langsung dalam pertukaraan udara).

Sistem Pencernaan

Sistem Pencernan pada unggas terdiri atas: mulut (paruh), oesephagus, tembolok, proventikulus, ventriculus, usus halus, usus besar, usus buntu, kloaka dan organ pencernaan tambahan yaitu hati, pankreas dan limpa. Untuk penjelasan lengkapnya, silahkan baca di sini: Sistem Pada Pencernaan Unggas dan Fungsinya Menurut Para Ahli

Sistem Reproduksi
1.    Jantan
Sistem reproduksi jantan terdiri dari 2 testis. Testis tidak pernah turun ke dalam skorotum eksternal seperti pada mamalia. Testis terdiri dari saluran tubulus seminiferus yang menuju ke ductus deferent.

https://www.berbagiilmupeternakan.com/

2.    Betina
Sistem reproduksi betina terdiri dari ovarium dan oviduct;
-  Ovarium: bertanggung jawab atas pembentukan kuning telur
- Oviduct:  (1) Infudibulum; berfungsi untuk menangkap kuning telur (15 menit), dan tempat terjadinya fertilisasi; (2) Magnum; memberi albumen, selama 3 jam
 (3) Isthmus, membentuk membran kerabangg bagian dalam dan bagian luar, selama 1,5 jam; ( 4) Uterus; terjadi klasifikasi kerabang telur, selama 18 - 20 jam.

Sistem Syaraf
Unggas mempunyai sistem syaraf nervosa yang berkembang baik untuk pengliatan, pendengaran dan meraba, mencium bau masih dipertanyakan. Sistem nervosa terdiri atas :

1.    Sistem Syaraf Pusat (systema nervosum central)
Sistem syaraf pusat terdiri dari otak (encephalon) dan medulla spinalis (plexus brachialis menginervasi otot-otot daerah membrum thoracium, plexus lumbosacralis menginervasi otot-otot daerah membrum pelvicum ), juga mencakup syaraf-syaraf cranial (nervi craniales) (membentuk sistem syaraf perifer) dan syaraf-syaraf spinal (nervi spinales).

2.    Sistem Syaraf Otonom (systema nervosum autonomicum).
Sistem syaraf otonom dibagi menjadi sympaticus (divisio thoracolumbalis) yang mempercepat suatu gerakan dan parasympaticus (divisio craniosacralis) yang memperlambat suatu gerakan sehingga keduanya memelihara seluruh sistem dalam keseimbangan.

Demikianlah  artikel Pengertian Anatomi dan Fisiologi Pada Ternak Unggas, semoga dapat bermanfaat bagi kita semua. SALAM


0 Response to "Pengertian Anatomi dan Fisiologi Pada Ternak Unggas"

Post a Comment

- Berkomentarlah dengan sopan dan bijak sesuai isi konten.
- Dilarang menyisipkan iklan, link aktif, promosi, spam, dan sebagainya.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel