Metode Penelitian Karakteristik Anggota Kelompok SIMANTRI di Provinsi Bali Ditinjau Dari Analisis “SWOT”

Lokasi dan Waktu Penelitian

Penelitian ini dilakukan pada 27 kelompok Simantri yang berada di 3 kabupaten di Provinsi Bali yaitu: Tabanan, Buleleng dan Karangasem. Pada masing-masing kabupaten dibagi menjadi 3 ketinggian tempat (topografi)  yang berbeda yakni: 

Dataran rendah (ketinggian < 200 m dpl), dataran sedang (ketinggian 200 – 700 m dpl) dan dataran tinggi (ketinggian > 700 m dpl). Kemudian pada masing-masing ketinggian tempat (topografi) diambil 3 kelompok Simantri.

Penentuan lokasi ini dengan pertimbangan yaitu : 1) kelompok Simantri yang terbentuk pada tahun 2009, 2010 dan 2011; 2) kondisi lingkungan fisik (topografi) merupakan salah satu faktor yang membentuk perilaku dan karakteristik petani; 3) untuk mendapatkan data yang menyeluruh dan akurat terkait dengan karakteristik anggota kelompok Simantri di Provinsi Bali.  

Waktu penelitian dilaksanakan selama dua bulan, yaitu dari bulan Februari 2014 sampai dengan bulan Maret 2014.


Populasi dan Sampel Penelitian

Populasi merupakan keseluruhan responden pengamatan yang menjadi perhatian dalam penelitian. Sedangkan sampel adalah bagian dari populasi yang ciri-cirinya telah ditentukan untuk keperluan penelitian (Sugiyono, 2012). 

Populasi dalam penelitian ini adalah kelompok Simantri yang sudah mengikuti  program Simantri minimal dua tahun dan yang menjadi sampel dalam penelitian ini adalah anggota kelompok Simantri yang bermata pencaharian sebagai petani-peternak.


Metode Penentuan Sampel

Metode penentuan sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode stratified random sampling dan purposive sampling. Metode stratified random sampling adalah metode penentuan lokasi penelitian yang dikelompokkan dalam strata tertentu kemudian diambil sampel secara acak dengan proporsi yang seimbang sesuai dengan posisi dalam populasi.  

Hal ini dilakukan karena posisi populasi penelitian berada pada ketinggian tempat (topografi) yang tidak homogen.

Mengacu pada pendapat Sugiyono, (2012) menyatakan bahwa stratified random sampling digunakan bila populasi mempunyai unsur-unsur yang tidak homogen dan proporsional. Strata yang dimaksud dalam penelitian ini yaitu Kabupaten Tabanan, Buleleng dan Karangasem.

Setiap kabupaten dibagi menjadi 3 topografi  yang berbeda (dataran rendah, dataran sedang, dan dataran tinggi) dan pada masing-masing topografi diambil 3 kelompok Simantri secara purposive sampling, sehingga total kelompok Simantri yang digunakan sebagai sampel sebanyak 27 kelompok.

Kemudian dari masing-masing kelompok Simantri tersebut dipilih 3 orang anggota secara acak, sehingga total jumlah anggota kelompok Simantri yang digunakan sebagai responden dalam penelitian ini berjumlah 81 orang anggota.

Metode Penelitian dan Pengumpulan Data

Metode penelitian yang digunakan adalah metode survei, observasi dan studi pustaka. Metode survei dilakukan dengan cara wawancara atau meminta keterangan langsung dari anggota kelompok simantri yang telah terpilih dengan berpedoman pada daftar pertanyaan yang telah disiapkan melalui Kuesioner.

Metode observasi dilakukan dengan cara pengamatan langsung pada obyek penelitian di masing-masing kelompok Simantri guna menguji dan melengkapi data lainnya, dengan menggunakan instrumen panduan pengamatan. 

Sedangkan metode studi pustaka dilakukan dengan cara penelaahan berbagai literatur seperti buku, naskah ilmiah, laporan penelitian dan dokumen-dokumen lainnya yang ada di  instansi atau lembaga terkait sebagai data penunjang penelitian.


Variabel Penelitian

Variabel penelitian adalah segala sesuatu yang ditetapkan oleh peneliti untuk diamati dan diteliti guna keperluan penelitian. Variabel yang diteliti dalam penelitian ini adalah sebagai berikut :

☛ Pendidikan Formal ; tingkat pendidikan yang dicapai petani-peternak anggota kelompok Simantri pada bangku sekolah atau lembaga pendidikan formal.

☛ Pendidikan Non Formal ; pengajaran sistematis diluar dari sistem pendidikan formal (pelatihan/penyuluhan) yang pernah diikuti oleh petani-peternak anggota kelompok Simantri untuk meningkatkan kemampuan dan keterampilan fungsional dalam melaksanakan kegiatan Simantri.

 Pengetahuan Tentang Simantri ; pengetahuan petani-peternak anggota kelompok Simantri terhadap inovasi dan teknologi yang ada dalam Simantri termasuk cara beternak sapi bali induk yang baik.

☛ Pengalaman ; lamanya waktu dari petani-peternak anggota kelompok Simantri dalam melakukan kegiatan beternak sapi bali serta keikutsertaan dalam kelompok ternak.

☛ Keaktifan Dalam Kelompok Simantri ; tingkat partisipasi petani-peternak anggota kelompok Simantri dalam mengikuti kegiatan-kegiatan yang ada dalam kelompok.
Kepemilikan Lahan ; luas lahan yang dimiliki petani-peternak anggota kelompok Simantri dalam mendukung efektifitas penerapan program Simantri.

 Manajemen Pemeliharan Sapi Simantri ; teknik pemeliharaan yang dilakukan oleh dimiliki petani-peternak anggota kelompok Simantri disinergikan dengan Standar Operasional Prosedur (SOP) dari program Simantri.

Jenis dan Sumber Data

Jenis data yang dibutuhkan untuk mendukung penelitian ini adalah data kuantitatif dan data kualitatif. Data kuantitatif adalah data yang diukur dengan suatu alat ukur tertentu yang diperlukan untuk keperluan analisis secara kuantitatif yang berbentuk angka-angka seperti topografi wilayah, jumlah kelompok, jumlah anggota kelompok serta jumlah ternak dan kepemilikan lahan.

Data kualitatif adalah data yang berbentuk kata, kalimat, skema dan gambar, atau data yang tidak berupa angka dan tidak dapat dihitung, tetapi berupa penjelasan yang berhubungan dengan obyek penelitian seperti  tingkat pendidikan, pencurahan tenaga kerja dan pengalaman berusaha tani.

Berdasarkan sumbernya, data yang dikumpulkan dalam penelitian ini adalah data primer dan data sekunder:

 Data primer merupakan data yang dikumpulkan langsung dari anggota kelompok simantri melalui metode wawancara dengan menggunakan Kuesioner yang telah disiapkan sebelumnya.

 Data sekunder adalah data yang dikumpulkan dari sumber tidak langsung seperti hasil riset akademis, Dinas Pertanian, Dinas Peternakan dan Bappeda Provinsi Bali serta instansi lain yang relevan untuk digunakan sebagai  data pendukung.

Metode Analisis Data

Data yang diperoleh dalam penelitian terkait dengan karakteristik anggota kelompok Simantri, selanjutnya diuji  menggunakan metode deskriptif kualitatif. Metode deskriptif kualitatif merupakan metode penyajian dan penafsiran data yang ada dengan tujuan mendeskripsikan suatu fenomena sosial yang disertai interpretasi terhadap faktor-faktor yang ada dilapangan. 

Setelah itu data dianalisis dengan menggunakan analisis SWOT (Strenghts – Weaknesses – Opportunities – Threaths).

Analisis SWOT adalah teknik analisis data berupa matriks yang mengidentifikasi berbagai faktor yang mempengaruhi karakteristik anggota kelompok Simantri, baik itu faktor internal (kekuatan dan kelemahan) maupun faktor eksternal (peluang dan ancaman) menjadi langkah-langkah strategi dalam pengoptimalan penerapan kegiatan Simantri.

Dalam analisis faktor-faktor internal dan eksternal akan ditentukan aspek-aspek yang menjadi kekuatan (Strengths), kelemahan (Weakness), kesempatan (Opportunities), dan yang menjadi ancaman (Treathment) dari karakteristik anggota kelompok Simantri. 

Analisis ini didasarkan pada logika yang memaksimalkan kekuatan (Strength) dan peluang (Opportunities) dari karakteristik anggota kelompok Simantri, namun secara bersamaan dapat meminimalkan kelemahan (Weakness) dan ancaman (Threats) yang ada.

Menurut Rangkuti (2006), menyatakan bahwa langkah-langkah yang perlu dilakukan dalam menyusun matriks SWOT adalah sebagai berikut: 

1) menentukan faktor-faktor peluang eksternal dari karakteristik anggota kelompok Simantri, 2) menentukan faktor-faktor ancaman eksternal dari karakteristik anggota kelompok Simantri, 3) menentukan faktor-faktor kekuatan internal dari karakteristik anggota kelompok Simantri, 4) menentukan faktor-faktor kelemahan internal dari karakteristik anggota kelompok Simantri;

5) menyesuaikan kekuatan internal dan peluang eksternal dari karakteristik anggota kelompok Simantri untuk mendapatkan strategi Strength – Opportunities, 6) menyesuaikan kelemahan internal dengan peluang eksternal dari karakteristik anggota kelompok Simantri untuk mendapatkan strategi Weakness – Opportunities

7) menyesuaikan kekuatan internal dengan ancaman eksternal dari karakteristik anggota kelompok Simantri untuk mendapatkan strategi Strength – Threats, dan 8) menyesuaikan kelemahan internal dengan ancaman eksternal dari karakteristik anggota kelompok Simantri untuk mendapatkan strategi Weakness – Threats (Lihat Gambar).



(Untuk membaca secara keseluruhan terkait penelitian ini, silahkan baca disini : Karakteristik Anggota Kelompok SIMANTRI di ProvinsiBali Ditinjau Dari Analisis “SWOT” )

Semoga bermanfaat...

0 Response to "Metode Penelitian Karakteristik Anggota Kelompok SIMANTRI di Provinsi Bali Ditinjau Dari Analisis “SWOT”"

Post a Comment

- Berkomentarlah dengan sopan dan bijak sesuai isi konten.
- Dilarang menyisipkan iklan, link aktif, promosi, spam, dan sebagainya.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel