Kebutuhan Nutrisi Pada Ayam Ras Petelur

Kebutuhan Nutrisi Pada Ayam Ras Petelur dikelompokkan ke dalam empat kelompok umur yaitu: 0 – 6 minggu (starter), 6 – 12 minggu (grower), 12 – 18 minggu (developer), dan > 18 minggu (layer) (lihat gambar tabel di atas). 

Kadang - kadang kebutuhan nutrisi untuk ayam petelur yang sudah berproduksi dibagi lagi menjadi dua fase yaitu fase 1 (awal) dan fase 2 (akhir). Seperti pada ayam boiler, hanya dibubuhkan kebutuhan protein, energi, asam amino lisin, metionin, dan asam amino metionin + sistin, kalsium (Ca), dan fosfor tersedia (P tersedia) atau P total (lihat gambar tabel).
https://www.berbagiilmupeternakan.com/

Kebutuhan protein untuk ayam petelur berumur 0 – 6 minggu  adalah 18% dan turun menjadi 16% dengan minimum  15% pada ayam petelur yang berumur 6 – 12 minggu dan turun lagi menjadi 15% untuk ayam petelur  berumur 12 – 18 minggu, kemudian naik menjadi 17% dengan minimum 16% pada umur > 18 minggu atau pada saat ayam telah mulai bertelur.



Pola kenaikan kebutuhan protein ini juga sama dengan kenaikan kebutuhan, lisin, metionin, asam amino metionin + sistin kalsium (Ca), fosfor (P)tersedia dan P total karena kebutuhan semua gizi tersebut meningkat begitu ayam mulai bertelur. Sebaliknya, kebutuhan energi praktis sama yaitu berkisar dari 2850 – 2900 kkal EM/kg pakan untuk seluruh umur.



Seperti halnya pada kebutuhan nutirisi pada ayam broiler, kebutuhan protein dan asam amino ayam petelur anjuran SNI (2008) pada umumnya lebih rendah dibandingkan dengan NRC (1994). Disamping SNI (2008) menggunakan nilai minimum, NRC (1994) mencantumkan kebutuhan gizi sesuai konsumsi pakan ayam petelur.



Dengan demikian, tingkat konsumsi pakan menentukan persentase gizi dalam pakan. Persentase gizi dalam pakan menurun pada ayam petelur yang tingkat konsumsinya naik. Sebagai contoh: kebutuhan asam amino lisin ayam petelur pada tingkat konsumsi pakan 80 g/ekor/hari = 0,86% dan turun menjadi 0,69% pada tingkat konsumsi pakan sebanyak 100 g/ekor/hari. Jika dihitung kebutuhan lisin dalam unit g/ekor/hari, maka nilai kedua tingkat persentase lisin yang berbeda diatas persis sama yaitu 0,69 g lisin/ekor/hari (0,86/100 x 80 = 0,69/100 x 100 = 0,69).



Bahkan AFTAB etal. (2006) melaporkan bahwa kandungan protein pakan dapat diturunkan sekitar 10% dari rekomendasi NRC (1994) dengan menggunakan asam amino sintetis yang tingkat kecernaannyalebih tinggi dari asam amino dalam pakan.

Tingkat protein dalam pakan sebaiknya “cukup”, karena kelebihan kandungan protein dan asam amino dalam pakan unggas menyebabkan harga pakan naik dan juga mengakibatkan polusi lingkungan (AFTAB et al., 2006).

Demikianlah artikel tentang Kebutuhan Nutrisi Pada Ayam Ras Petelur. Jangan lupa untuk baca juga: Jenis - Jenis Nutrisi Yang Wajib Tersedia Dalam Pakan Ternak Unggas dan  Kebutuhan Nutrisi Pada Ayam Broiler 

Semoga bermanfaat....

Sumber: Makalah Nutrient Requirements Of Poultry (Pius P. Ketaren, 2010)


0 Response to "Kebutuhan Nutrisi Pada Ayam Ras Petelur"

Post a Comment

- Berkomentarlah dengan sopan dan bijak sesuai isi konten.
- Dilarang menyisipkan iklan, link aktif, promosi, spam, dan sebagainya.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel