Karakteristik Anggota Kelompok SIMANTRI di Provinsi Bali Ditinjau Dari Analisis SWOT

Sektor pertanian dan peternakan merupakan satu kesatuan terintegrasi yang keduanya tidak bisa dilepaskan, bahkan saling melengkapi. Pembangunan kedua  sektor ini bertujuan untuk meningkatkan produksi pangan, memperluas lapangan kerja, menunjang sektor industri dan ekspor serta diharapkan dapat meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan petani-peternak. Namun kenyataan yang terjadi selama ini, konsep pembangunan pertanian masih bersifat parsial dan tidak berkesinambungan. 

Seringkali program yang ditawarkan bersifat politis, momentum dan sesaat (Priyanti, A, 2007). Kondisi ini membuat petani-peternak menjadi pihak yang selalu dirugikan. Untuk mencapai pembangunan pertanian yang berkelanjutan, maka diperlukan suatu terobosan dengan memaksimalkan potensi pertanian dan peternakan secara stimultan.
https://www.berbagiilmupeternakan.com/
Menyadari akan hal tersebut, pada tahun 2009 Pemerintah Provinsi Bali melakukan pendekatan pembangunan pertanian melalui pemberdayaan kelompok tani dengan melaksanakan program Sistem Pertanian Terintegrasi (Simantri). Program ini diluncurkan sebagai koreksi atas kelemahan kebijakan pembangunan pertanian yang selama ini terjadi.

Simantri mengintegrasikan sektor pertanian, perkebunan, peternakan dan perikanan baik secara vertikal maupun horizontal sesuai dengan potensi masing-masing wilayah. Kegiatan awal yang dilakukan yaitu kegiatan budidaya (ternak sapi dan tanaman sesuai potensi daerah), pengolahan limbah tanaman untuk pakan ternak, pengolahan limbah ternak menjadi pupuk organik (kompos) dan biogas serta pemanfaatannya, menuju kepada kelompok yang mandiri pangan, pakan, pupuk organik dan energi (biogas) (Dinas Pertanian Tanaman Pangan, 2010).

Maksud dan tujuan kegiatan Simantri adalah : (1) mendukung berkembangnya diversifikasi usaha pertanian secara terpadu dan berwawasan agribisnis; (2) sebagai salah satu upaya pengentasan kemiskinan dan pengurangan pengangguran, untuk mewujudkan Bali yang Maju, Aman, Damai dan Sejahtera (Bali Mandara); (3) mengintegrasikan tanaman dan ternak dengan kelengkapan : unit pengolah kompos, pengolah pakan, instalasi bio urine dan biogas; (4) dilaksanakan secara bertahap dan berkelanjutan dengan target peningkatan pendapatan petani pelaksana, minimal dua kali lipat dalam 4-5 tahun ke depan.

Program Simantri yang dilaksanakan oleh Pemerihtah Provinsi Bali sejak tahun 2009 sampai dengan tahun 2015, telah berhasil membentuk 550 kelompok ternak yang tersebar diseluruh wilayah di Bali dengan pengalokasian dana sebesar Rp. 102.475.000.000 (Dinas Pertanian Tanaman Pangan, 2010).

https://www.berbagiilmupeternakan.com/

Hal tersebut menunjukkan keseriusan Pemerintah Provinsi Bali dalam membantu masyarakat di bidang pertanian terintegrasi untuk meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan petani. Sasaran akhir program Simantri adalah alih teknologi kepada petani sehingga tercipta petani yang tangguh dan mandiri melalui tumbuhnya Usaha Tani produktif.

Pelaksanaan program Simantri di Provinsi Bali dalam penerapannya banyak menghadapi kendala di lapangan. Terdapat ketimpangan antara maksud dan tujuan kegiatan Simantri dengan kenyataan kondisi kelompok yang berada pada masing-masing lokasi Simantri. 

Fakta di lapangan menunjukkan, masih banyak ditemui sapi induk yang kurus dan majir serta tata kelola proses pengolahan limbah kotoran sapi (padat dan cair) menjadi pupuk organik dan energi (biogas) belum mampu dilakukan oleh semua kelompok Simantri. Hasil penelitian Yusuf et. al, (2001) tentang efektivitas penerapan teknologi pertanian pada lahan kering, menunjukkan bahwa karakteristik petani merupakan faktor utama yang ikut berpengaruh dalam penerapan suatu teknologi.

Karakteristik petani-peternak anggota kelompok Simantri dalam melaksanakan kegiatan Simantri merupakan salah satu indikator penting penentu keberhasilan program Simantri.  Hal ini dikarenakan anggota kelompok Simantri merupakan pelaku utama dalam penerapan kegiatan Simantri. Sikap dan karakteristik petani terhadap suatu kegiatan usaha tani dipengaruhi oleh faktor internal dan faktor eksternal (Mar’at, 1984).

Lebih lanjut dikatakan, bahwa faktor-faktor internal dan eksternal tersebut pada hakekatnya memiliki hubungan yang erat dengan kondisi lingkungan fisik tempat petani tersebut menetap. Lingkungan fisik merupakan semua keadaan yang terdapat disekitar tempat hidup yang akan mempengaruhi karakteristik individu didalamnya baik secara langsung maupun tidak langsung, seperti iklim dan topografi wilayah.

Kondisi lingkungan fisik dari kelompok Simantri di Provinsi Bali terbagi atas tiga topografi yang berbeda, yakni dataran rendah (ketinggian < 200 m dpl), dataran sedang (ketinggian 200 – 700 m dpl) dan dataran tinggi (ketinggian > 700 m dpl). Hal inilah yang mengakibatkan anggota kelompok Simantri memiliki karakteristik yang berbeda disetiap wilayahnya. Perbedaan karakteristik tersebut berdampak pada tingkat efektivitas penerapan program Simantri pada masing-masing kelompok.
  
Agar penerapan program Simantri di Provinsi Bali dapat berjalan dengan baik, maka diperlukan suatu analisis yang dipetakan dalam sebuah kerangka atau panduan  sistematis mengenai karakteristik anggota kelompok Simantri pada masing-masing topografi. Sehingga dapat diperoleh gambaran utuh dan menyeluruh yang mungkin menjadi pertimbangan dalam merumuskan strategi penerapan program Simantri di Provinsi Bali.


Salah satu model analisis yang tepat terkait masalah tersebut diatas adalah metode analisis SWOT (Strenghts – Weaknesses – Opportunities – Threaths). Analisis SWOT adalah teknik analisis data yang mengidentifikasi berbagai faktor yang mempengaruhi karakteristik anggota kelompok Simantri, baik itu faktor internal maupun faktor eksternal menjadi langkah-langkah strategi dalam pengoptimalan penerapan program Simantri.

Dalam analisis faktor-faktor internal dan eksternal akan ditentukan aspek-aspek yang menjadi kekuatan (Strengths), kelemahan (Weakness), kesempatan (Opportunities), dan yang menjadi ancaman (Treathment) dari karakteristik anggota kelompok Simantri. Analisis ini didasarkan pada logika yang memaksimalkan kekuatan dan peluang, namun secara bersamaan dapat meminimalkan kelemahan  dan ancaman (lihat tabel Matriks SWOT di atas). 


Semoga bermanfaat...

0 Response to "Karakteristik Anggota Kelompok SIMANTRI di Provinsi Bali Ditinjau Dari Analisis SWOT"

Post a Comment

- Berkomentarlah dengan sopan dan bijak sesuai isi konten.
- Dilarang menyisipkan iklan, link aktif, promosi, spam, dan sebagainya.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel