Jenis - Jenis Nutrisi Yang Wajib Tersedia Dalam Pakan Ternak Unggas


Ternak unggas dapat tumbuh cepat dan besar, bertelur dan menghasilkan anak yang banyak dan sehat  membutuhkan pakan (ransum) yang mengandung 6 jenis nutrisi atau zat gizi.


1. Protein

Protein adalah polimer dari asam amino yang terdiri dari satu atau dua rantai polipeptida. Ditemukan sebanyak 22 jenis asam amino di dalam daging unggas, sehingga untuk pertumbuhan dan produksi yang baik, ke - 22 jenis asam amino tersebut harus tersedia (NRC, 1994; SCOTTet al., 1982).

Dari 22 asam amino tersebut, 12 jenis tidak dapat disintesis di dalam tubuh unggas sehingga harus disediakan didalam pakan. Asam amino tersebut dikelompokkan menjadi asam amino esensial. Sisanya dapat disintesis oleh unggas dan dikelompokkan menjadi asam amino non esensial.

Protein dalam pakan yang dikonsumsi unggas akan dicerna oleh pepsin di dalam proventriculus dan gizzard, dan enzim proteolitik (tripsin dan chimotripsin) di dalam usus halus yang menghasilkan peptida dan asam amino. Peptida dan asam amino tersebut akan diserap oleh sel mukosa usus halus unggas (SCOTTet al., 1982).

Asam amino di dalam protein dibutuhkan ternak unggas untuk pembentukan sel, mengganti sel mati, membentuk jaringan tubuh seperti daging, kulit, telur, embrio dan bulu. Unggas yang tidak diberi makan protein akan tetap kecil dan tumbuh lambat atau tidak bisa bertambah besar. Disamping itu, protein juga dibutuhkan untuk produksi telur dan produksi sperma unggas jantan.

Dengan demikian unggas yang tidak diberi protein akan tumbuh lambat, produksi telur sedikit, jarang mau kawin, daya tetas juga rendah, dan akan menghasilkan anak sedikit dan kurang bermutu. Protein yang dimakan oleh ternak unggas akan dicerna dengan bantuan enzim menjadi berbagai asam amino yang dibutuhkan oleh unggas.

Asam amino yang sering kurang dalam campuran pakan unggas adalah asam amino metionin dan lisin (kadang-kadang asam amino treonin). Kebutuhan protein dan asam amino untuk unggas sering dibuat dalam persen (%) atau g/ekor/hari.


Sumber protein adalah:tepung ikan, tepung udang, tepung daging dan tulang, tepung daging unggas, tepung darah, bungkil kedelai, kedelai masak, bungkil kelapa, bungkil kacang tanah, daging keong, corn gluten meal, rapeseed meal, canola meal, dan dried distilled grains and solubles (LEESON dan SUMMERS, 1991; NORTH, 1984).

https://www.berbagiilmupeternakan.com/

2. Karbohidrat

Karbohidrat merupakan bagian terbesar (40 – 70%) dari pakan ternak (CARRE, 2002). Karbohidrat dibagi ke dalam dua kelompok yaitu: karbohidrat yang tidak dapat dicerna unggas terutama serat: selulosa, hemiselulosa, dan lignin.

Karbohidrat yang dapat dicerna unggas yaitu polisakarida - pati, disakarida dan monosakarida. Karbohidrat yang dapat dicerna unggas akan dihidrolisis enzim amilase, dan glukosidase menjadi glukosa yang dapat diserap dari saluran pencernaan unggas sebagai sumber utama energi ternak unggas. Pati dibutuhkan oleh unggas sebagai sumber energi utama (SCOTTet al.,1982).

Energi adalah gizi yang dibutuhkan unggas untuk hidup, berdiri, berjalan, makan, tidur, kawin dan untuk setiap kegiatan aktivitas unggas. Selain dari karbohidrat, energi juga dapat diperoleh dari lemak atau minyak. Jika energi dari karbohidrat dan lemak pakan masih belum cukup untuk memenuhi kebutuhan unggas maka protein dalam makanan dapat dijadikan sebagai sumber energi walaupun tidak efisien karena protein sebaiknya digunakan sebagai sumber asam amino untuk pembentukan sel dan jaringan tubuh.

Kebutuhan energi untuk unggas dinyatakan dalam kilo kalori energi metabolis/kg pakan (kkal EM/kg) atau dapat dihitung menjadi kilo kalori/ekor/hari.Sumber karbohidrat: jagung, sorgum, gandum, menir, ubi kayu, ubi jalar, dedak, polar, sagu dan molases (LEESON dan SUMMERS, 1991; NORTH, 1984)

3. Lemak dan Minyak

Lemak menjadi beku dan minyak cair pada suhu ruangan. Secara umum lemak diartikan dari minyak hewan seperti minyak sapi, dan minyak berasal dari minyak tanaman seperti minyak kelapa, minyak kedelai, minyak jagung, dan minyak kelapa sawit (juga minyak ikan bukan lemak ikan).

Lemak dan minyak yang dikonsumsi unggas akan dipecah oleh enzim lipase ke dalam asam lemak. Lemak dibutuhkan untuk produksi telur, lapisan lemak diantara daging dan sebagai sumber energi kebutuhan aktivitas unggas (NORTH, 1984). Unggas mengandung lemak di bawah kulit dan disekitar rongga perut. Lemak tersebut dapat dibentuk unggas dalam tubuhnya dengan memakan pakan yang mengandung lemak atau karbohidrat.

Akan tetapi daging unggas yang mengandung lemak terlalu banyak, kurang disukai karena porsi dagingnya tentu akan berkurang. Unggas yang tidak makan lemak akan cukup terganggu pertumbuhannya, dapat menurunkan ukuran/besar telur dan menurunkan reproduksi pejantan. Pakan yang mengandung lemak/minyak akan dicerna di dalam saluran pencernaan unggas menjadi asam - asam lemak seperti asam lemak linoleat, linolenat termasuk Omega 3 (EPA dan DHA) yang juga dibutuhkan manusia (SCOTT et al.,1982).

Kebutuhan lemak untuk unggas sering dinyatakan dalam bentuk persen (%)/kg pakan dan dapat dihitung menjadi g/ekor/hari.Sumber lemak utama: minyak sawit, minyak kelapa, minyak kedelai, minyak jagung, minyak ikan, dan lemak hewan seperti tetelan dari rumah potong hewan (LEESON dan SUMMERS, 1991; NORTH, 1984).

4. Vitamin


Terdapat 13 vitamin yang dibutuhkan oleh unggas (NORTH, 1984). Vitamin dibutuhkan oleh unggas untuk menjaga kesehatan secara umum, kesehatan mata dan untuk membantu pembekuan darah, untuk kesehatan otot, fertilitas dan daya tetas telur, untuk proses metabolisme dan pembentukan tulang.

Vitamin dapat dibagi menjadi 2 kelompok yaitu (1) vitamin yang larut dalam lemak yaitu vitamin A, vitamin D, vitamin E dan vitamin K, dan (2) vitamin larut dalam air yaitu vitamin B kompleks, dan vitamin C. Vitamin - vitamin tersebut terdapat di dalam bahan pakan dan sebagian lagi diproduksi oleh mikroorganisme dalam tubuh unggas seperti vitamin K. Unggas yang tidak makan cukup vitamin tidak dapat tumbuh normal, mata dan tulang terganggu (SCOTTet al.,1982; NRC, 1994).

Sumber vitamin: sebagian besar bahan pakan, minyak tanaman, lemak hewan, daun - daunan seperti tepung alfalfa (NORTH, 1984),daun lamtoro, daun gamal, daun kaliandra, dan premixcampuran vitamin dan mineral) yang dapat dibeli di toko pakan ternak.

5. Mineral

Mineral dapat dibagi ke dalam dua kelompok yaitu mineral makro dan mikro. Mineral makro yang dibutuhkan dalam jumlah relatif lebih banyak dari mineral lain adalah kalsium (Ca) dan fosfor (P) untuk pembentukan tulang;natrium (Na), kalium (K), magnesium (Mg), dan klorida (Cl) yang dibutuhkan untuk keseimbangan asam - basa dalam proses osmosis tubuh. Mineral mikro adalah Cu, I, Mn, Se, dan Zn (dan Co yang dapat diperoleh dari vitamin B12) (NRC, 1994).

Secara umum, mineral adalah gizi yang dibutuhkan dalam jumlah sedikit akan tetapi perannya sangat penting untuk pertumbuhan tulang, pembentukan kerabang telur, keseimbangan dalam sel tubuh, membantu pencernaan dan sistem transportasi gizi dalam tubuh, fertilitas dan daya tetas telur.

Bahan pakan yang mengandung mineral akan dicerna di dalam saluran pencernaan unggas menjadi ion mineral yang dapat diserap ke dalam tubuh unggas. Unggas yang kekurangan mineral akan tumbuh tidak normal, tidak sehat dan tulang jadi keropos. 

Akan tetapi, secara umum mineral yang penting dihitung di dalam pakan adalah kandungan kalsium (Ca) dan fosfor (P). Mineral lain pada umumnya dipenuhi dari bahan pakan lain atau dapat ditambahkan dalam bentuk campuran berbagai mineral (premix). Kebutuhan Ca dan P untuk unggas dinyatakan dalam satuan persen (%)/kg pakan yang kemudian dapat dihitung menjadi mg/g/ekor/hari.

Sumber mineral:Tepung ikan, tepung daging dan tulang, tepung udang, tepung tulang misalnya tulang sapi yang dibakar, kulit keong, kulit kerang, kapur dan dikalsium fosfat (NRC, 1994; NORTH, 1984).

6. Air

Air tergolong ke dalam gizi yang sangat esensial untuk unggas. Unggas tidak akan tumbuh dan akan mati dalam beberapa hari jika tidak diberi air minum. Unggas dapat bertahan hidup jika diberi pakan basah yang mengandung banyak air atau diberi pakan kering dan sekaligus air minum.

Kebutuhan air untuk unggas : dua sampai tujuh kali berat pakan yang dimakannya dalam bentuk kering (NORTH, 1984). Air adalah kebutuhan utama mahluk hidup termasuk ternak unggas (NRC, 1994). Sekitar 70% bobot tubuh adalah air (LEESON dan SUMMERS, 1991).

Oleh karena itu, air yang cukup harus disediakan dalam jumlah yang memadai setiap hari. Air yang sejuk dan tawar lebih disukai daripada air yang hangat dan mengandung garam.

Sumber air: mata air, air dari pegunungan yang bersih, air dari sumur, air dari perusahaan air minum,dan air hujan yang ditampung dan disimpan dalam drum atau ember dan bak.



Semoga bermanfaat....SALAM

Sumber: Makalah Nutrient Requirements Of Poultry (Pius P. Ketaren, 2010)

Berlangganan update artikel terbaru via email:

0 Response to "Jenis - Jenis Nutrisi Yang Wajib Tersedia Dalam Pakan Ternak Unggas"

Post a Comment

- Berkomentarlah dengan sopan dan bijak sesuai isi konten.
- Dilarang menyisipkan iklan, link aktif, promosi, spam, dan sebagainya.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel