Bentuk dan Skala Usaha Pemeliharaan Sapi Bali di Indonesia


Sebelum memulai beternak sapi Bali ada beberapa hal yang harus dipersiapkan dan diperhitungkan secara matang antara lain, bibit, pakan, kesehatan dan pemeliharaan, serta faktor lingkungan ternak. Sapi Bali mempunyai pertumbuhan cepat, adaptasi terhadap lingkungan tinggi, daya tahan terhadap penyakit tinggi, serta efisiensi dalam menggunakan pakan. Sapi Bali sangat cocok untuk dikembangkan karena adaptasinya dan produktivitas tinggi (Guntoro, 2002).

Pemeliharaan sapi Bali di Indonesia di kelola dengan berbagai macam bentuk usaha, pada umumnya ternak sapi Bali dimiliki dan diusahakan oleh rakyat dengan skala kecil. Peternakan rakyat sulit berkembang menjadi peternakan sapi yang menguntungkan, karena merupakan usaha sampingan, bilamana peternak memerlukan uang kontan, maka ternaknya tersebut akan diuangkan, sehingga posisi tawar peternak pada keadaan yang sangat lemah.

https://www.berbagiilmupeternakan.com/

Pemeliharaan sapi Bali di Indonesia di kelola dengan berbagai macam bentuk usaha, pada umumnya ternak sapi Bali dimiliki dan diusahakan oleh rakyat dengan skala kecil. Peternakan rakyat sulit berkembang menjadi peternakan sapi yang menguntungkan, karena merupakan usaha sampingan, bilamana peternak memerlukan uang kontan, maka ternaknya tersebut akan diuangkan, sehingga posisi tawar peternak pada keadaan yang sangat lemah.

Berdasarkan pada situasi dan kondisi peternakan sapi Bali saat ini, dapat diidentifikasikan sebagai berikut: 

1) Peternakan masih tradisional, ternak sapi baru bersifat dimiliki, belum berorientasi ekonomi, pada usaha ini biasanya ternak sapi merupakan status sosial. Pemasaran dilakukan oleh pemiliknya apabila adanya kebutuhan yang sangat mendesak bagi kepentingan yang bersifat sosial, budaya maupun keagamaan. 

2) Peternakan keluarga, adalah usaha ternak sapi yang dimiliki untuk membantu kegiatan usahatani keluarga sebagai tabungan, dan dimanfaatkan tenaganya. Pada kondisi ini, harganya terbentuk di bawah harga pasar, skala ternak antara 1–5 ekor. 

3) Peternakan sapi Bali skala kecil adalah usaha ternak yang dilakukan sudah berorientasi ekonomi. Pada umumnya perhitungan rugi laba dan input teknologi sudah diterapkan walaupun masih bersifat sederhana, skala pemilikan berkisar antara 6–10 ekor rumah tangga. 

4) Peternakan sapi Bali skala menengah adalah usaha ternak sapi Bali yang diusahakan sepenuhnya menggunakan input teknologi berorientasi terhadap produksi daging dan kebutuhan pasar, dengan jaminan kualitas yang dihasilkan.

Jumlah pemilikan berkisar antara 11–50 ekor. 5) Peternakan sapi Bali skala besar adalah usaha ternak sapi Bali berbentuk perusahaan yang dilakukan dengan padat modal, menggunakan input teknologi tinggi yang berorientasi pada faktor input dan output produksi. Usahanya ditujukan untuk memproduksi daging atau sapi bakalan. Jumlah ternak yang diusahakan lebih dari 50 ekor perproduksi (Tawaf et al., 1995).

Soekartawi (1995) menyatakan bahwa kunci keberhasilan usaha ternak sapi Bali adalah keterampilan dan kemampuan teknis budidaya, merupakan keharusan bagi peternak/pelaku usaha peternakan, agar diperoleh produktivitas yang tinggi. 

Peternak diharapkan memiliki perencanaan lengkap mengenai biaya yang harus dikeluarkan serta pendapatan yang nantinya bakal di peroleh dari usahanya. Semakin detil data yang dimiliki akan semakin kecil pula resiko kerugian yang bakal dialami oleh peternak. 


Semoga bermanfaat...

0 Response to "Bentuk dan Skala Usaha Pemeliharaan Sapi Bali di Indonesia"

Post a Comment

- Berkomentarlah dengan sopan dan bijak sesuai isi konten.
- Dilarang menyisipkan iklan, link aktif, promosi, spam, dan sebagainya.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel