Analisis Proksimat Bahan Pakan Ternak

Analisis Proksimat merupakan suatu metode analisis kimia untuk mengidentifikasi kandungan nutrisi seperti protein, karbohidrat, lemak dan serat kasar yang ada pada bahan pakan ternak. Kegunaan dari Analisis Proksimat adalah sebagai penilaian kualitas pakan, terutama pada standar zat makanan yang seharusnya terkandung di dalamnya serta untuk menentukan estimasi nilai kecernaan dan manfaat dari bahan pakan itu sendiri. 

Berikut ini beberapa hal penting yang harus diperhatikan dalam  Analisis Proksimat bahan pakan ternak:


ANALISA KADAR AIR


Air merupakan unsur nutrisi terpenting dan mutlak dibutuhkan oleh ternak. Lebih dari 50% berat badan ternak adalah air. Unsur air mengisi sel-sel tubuh dengan konsentrasi antara 70% - 90%. Berdasarkan sumbernya air dapat diperoleh ternak melalui pakan yang dikonsumsinya dan dalam bentuk air minum. Jumlah air yang dibutuhkan ternak tergantung pada jenis ternak, temperatur lingkungan, jumlah konsumsi pakan, jenis dan macam pakan, kelembapan udara, dan tingkat produksi ternak.

https://www.berbagiilmupeternakan.com/
Tabel. Perbandingan Kadar Kandungan Zat Makanan dan Kalori Beberapa Bahan Pakan Ternak Atas Dasar “As Fed”
Air yang dimaksud dalam analisis proksimat adalah semua cairan yang menguap pada pemanasan selama beberapa waktu pada suhu 100-105°C dengan tekanan udara bebas. Peran penting unsur nutrisi air adalah sebagai bahan pelarut, sebagai media transportasi sisa-sisa metabolisme dan sebagai pengatur temperatur tubuh.

Air adalah zat makanan yang paling sederhana, namun adalah yang paling sukar penentuannya dalam analisis proksimat. Penentuan kadar air dilakukan dengan pemanasan 105°C secara terus menerus sampai sampel bahan pakan beratnya tidak berubah lagi (konstan). 

Namun, untuk produk-produk biologik, bila dipanaskan dengan temperatur melebihi 70°C, akan kehilangan zat-zat volatil (zat-zat yang mudah menguap). Sehingga untuk menentukan kadar air yang tepat pada bahan pakan ternak, dapat dilakukan dengan pemanasan pada temperatur yang lebih rendah menggunakan desilator yang bisa divakumkan.

Analisis Proksimat Bahan Pakan Ternak

ANALISA KADAR ABU 


Abu adalah sisa pembakaran sempurna dari bahan pakan ternak yang dibakar pada suhu 550-600°C selama beberapa waktu sehingga senyawa organiknya akan keluar. Abu terdiri dari campuran berbagai oksida mineral sesuai dengan jenis mineral yang terkandung dalam bahan pakan. Jumlah kadar abu dalam bahan pakan ternak  penting untuk menentukan perhitungan BETN.

https://www.berbagiilmupeternakan.com/

ANALISA SERAT KASAR

Serat kasar berfungsi sebagai sumber energi bagi mikroorganisme dalam lambung ternak ruminansia dan sebagai bulky (pengenyang) serta meningkatkan gerak peristaltik saluran pencernaan. Serat kasar terdiri dari selulosa, hemiselulosa dan lignin. Selulosa dan hemisellilosa terdapat dalam struktur daun dan kayu dari semua bagian tanaman dan juga dalam biji tanaman tetentu. 

Selulosa dan hemiselulosa dapat dihidrolisis oleh mikroorganisme rumen pada ternak ruminansia menjadi VFA (Volatile Fatty Acid), gas metan (CH4), dan karbondioksida (CO2) serta melepaskan energi pada ternak ruminansia. Sedangkan lignin adalah bagian yang mengayu dari tanaman mengandung substansi kompleks yang tidak dapat dicerna (Tillman et al, 1998).

Serat kasar menurut analisis proksimat adalah semua senyawa organik yang tidak larut dalam perebusan dengan larutan H2SO4 1,25% dan perebusan dengan larutan NaOH 1,25% selama 30 menit. Dalam perebusan bahan pakan, senyawa organik akan larut kecuali serat kasar dengan berbagai campurannya. Sampel yang telah bebas lemak dan telah disaring dipakai untuk mendapatkan serat kasar.

https://www.berbagiilmupeternakan.com/
ANALISA KADAR PROTEIN KASAR

Kebutuhan protein dalam bahan pakan ternak dapat dicukupi dengan memberi leguminosa seperti: daun turi, lamtoro, bungkil kedelai, dan bungkil kacang tanah.

Menurut Kamal (1999) kadar protein kasar dipengaruhi oleh faktor species, perbedaan umur tanaman, dan bagian tanaman yang dianalisis. Semakin tua umur tanaman maka kadar protein kasarnya semakin berkurang. Kadar protein kasar lebih banyak pada bagian daun daripada bagian batang.

Penentuan kadar protein kasar pada analisis proksimat dilakukan dengan cara: sampel bahan pakan sebanyak 0,5 gram dibungkus dengan  kertas saring bebas lemak, kemudian didistruksi untuk melepaskan N organik. Selanjutnya sampel bahan pakan tersebut       didestilasi untuk melepaskan NH3 yang ditangkap H3BO3 (borax). Setelah kedua proses dilakukan, sampel bahan pakan didistalasi untuk mengetahui jumlah N yang terdistalasi.


ANALISA KADAR LEMAK KASAR
 
Lemak kasar adalah campuran beberapa senyawa yang larut di dalam pelarut lemak (eter, petroleum, bezen, alkohol 100%). Lemak di dalam tubuh ternak berfungsi sebagai penghasil asam-asam lemak dan energi. Unsur nutrisi ini dicerna menjadi asam-asam lemak dan gliserol, yang sebagian diubah menjadi energi sedangkan yang lainnya disimpan sebagai lemak tubuh yang akhirnya akan menghasilkan asam amino nonessensial (Kartadisatra, H.R. 1997).

Penentuan kadar lemak kasar pada analisis proksimat dilakukan dengan cara:  sampel bahan pakan sebanyak 0,5 gram, ditimbang dalam keadaan masih panas setelah dioven pada temperatur 105-1100c. Hal ini  dimaksudkan untuk mengurangi kemungkinan kesalahan dalam penimbangan karena sifat lemak yang mudah menguap. Setelah itu sampel bahan pakan dimaksukkan dalam sokhlet dan diekstraksi selama 12 jam dengan penambahan protelium benzena untuk menghidrolisis lemak.

ANALISIS BETN (BAHAN EKSTRA TANPA NITROGEN) 

Kandungan BETN suatu bahan pakan sangat tergantung pada komponen lainnya, seperti abu, protein kasar, serat kasar dan lemak kasar. Jika jumlah abu, protein kasar, esktrak eter dan serat kasar dikurangi dari 100, perbedaan itu disebut bahan ekstrak tanpa nitrogen (BETN). BETN merupakan karbohidrat yang dapat larut meliputi monosakarida, disakarida dan polisakarida yang mudah larut dalam larutan asam dan basa serta memiliki daya cerna yang tinggi.

Bahan ekstrak tanpa nitrogen merupakan bagian karbohidrat yang mudah dicerna atau golongan karbohidrat non-struktural. Karbohidrat non-struktural dapat ditemukan di dalam sel tanaman dan mempunyai kecernaan yang lebih tinggi dibandingkan dengan karbohidrat struktural. Gula, pati, asam organik dan bentuk lain dari karbohidrat seperti fruktan termasuk ke dalam kelompok karbohidrat non-struktural dan menjadi sumber energi utama bagi sapi perah yang berproduksi tinggi.

Kemampuan karbohidrat non-struktural untuk difermentasi dalam rumen nilainya bervariasi tergantung dari tipe pakan, cara budidaya dan pengolahan bahan ekstrak tanpa nitrogen tersusun dari gula, asam organik, pektin, hemiselulosa dan lignin yang larut dalam alkali.

Dalam analisis proksimat yang dimaksud ekstrak tanpa nitrogen adalah sekelompok karbohidrat yang mudah larut dalam perebusan dengan larutan H2SO4 1.25 % atau 0.255 N dan perebusan dengan larutan NaOH 1.25 % atau 0.313 N yang berurutan masing-masing 30 menit (Hartadi et al., 1999).


Semoga Bermanfaat....

Berlangganan update artikel terbaru via email:

0 Response to "Analisis Proksimat Bahan Pakan Ternak"

Post a Comment

- Berkomentarlah dengan sopan dan bijak sesuai isi konten.
- Dilarang menyisipkan iklan, link aktif, promosi, spam, dan sebagainya.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel