JENIS DAN KARAKTERISTIK LEGUM

Legum adalah tanaman dari jenis kacang – kacangan (Leguminosae) yang merupakan salah satu sumber hijauan makanan ternak terutama bagi ternak ruminansia seperti sapi, kerbau, kambing dan domba yang memiliki kandungan protein tinggi dibandingkan dengan rumput (Graminae).

Selain memiliki kandungan protein yang tinggi, tanaman legume juga memiliki zat anti nutrisi yakni mimosin dan tanin yang dapat membahayakan ternak jika diberikan secara berlebihan. Oleh sebab itu, pemberian legum pada ternak harus dilayukan terlebih dahulu kemudian dicampur dengan bahan pakan yang lain seperti rumput raja, rumput gajah dan lain – lain.

Tanaman legum mampu mengkonversi nitrogen atmosfer menjadi komponen nitrogen yang berguna bagi tanaman yang ada disekitarnya. Hal ini terjadii karena pada nodul-nodul akar tanaman legum
https://www.berbagiilmupeternakan.com/
Gambar 1. Kaliandra Merah
mengandung bakteri jenis Rhizobium. 


Bakteri ini mempunyai suatu hubungan simbiotik dengan legume dalam fiksasi nitrogen untuk tanaman. 

Sebagai gantinya, legume menyuplai bakteri dengan sumber karbon yang diproduksi melalui fotosintesis. 

Hal ini memungkinkan legume dapat bertahan hidup dan bersaing secara efektif di daerah dengan kondisi kekurangan nirogen. 

Kemampuan tanaman legum dalam memfiksasi nitrogen bagi tanaman disekitarnya dapat mengurangi biaya-biaya pemupukan. Untuk itu sangat disarankan penanaman legum di integrasikan dengan tanaman pertanian guna mengisi lahan yang telah banyak kehilangan nitrogen.


Klasifikasi / Taksonomi Tanaman Legum

Klasifikasi atau taksonomi tanaman legum adalah sebagai berikut:
TAKSONOMI TANAMAN LEGUM
Kingdom

Plantae
Phylum

Spermatophyta
Sub Phylum

Angiosspermae
Class

Dicotyledoneae
Ordo

Rosales
Familia

Leguminocea
Sub Familia

Mimosoideae, Caesalpiniodeae, Papilionodeae
Genus

Centrosema, Peuroria, Colopogonium
Species

Pubescen, Phaseloides, Mucunoide

Karakteristik Tanaman Legum
Tanaman legum memiliki karakteristik tersendiri, yaitu:
  1. Tumbuh dengan cara merambat  atau menjalar (herba) dan pohon (perdu) ;
  2. Tanaman dikotilledon dengan bijinya terdiri dari dua kotiledon atau disebut berkeping dua ;
  3. Sistem perakaran bercabang dan tumbuh jauh kedalam tanah;
  4. Daun berbentuk kupu-kupu ;
  5. Mudah tumbuh dengan baik pada berbagai kondisi tanah.

Bentuk Tanaman Legum

Ditinjau dari bentuknya, tanaman leguminosa dibagi menjadi 2 (dua), yaitu :
  1. Leguminosa Pohon ; merupakan jenis tanaman leguminosa yang berkayu dan mempunyai tinggi lebih dari 1,5 meter.
  2. Leguminosa Semak ; merupakan jenis tanaman leguminosa yang mempunyai tinggi kurang dari 1,5 meter. Sifat tumbuhnya memanjat (twinning) dan merambat (trilling).

Jenis – Jenis Tanaman Legum
Berikut ini jenis – jenis legum yang biasa digunakan sebagai pakan ternak:

Gamal (Gliricidia sepium)
https://www.berbagiilmupeternakan.com/
Gambar 2. Gamal

Gamal atau yang dalam bahasa ilmiahnya disebut Gliricidia sepium adalah tanaman jenis leguminosa pohon yang mempunyai ciri-ciri warna batang putih kecoklatan, perakaran kuat dan dalam serta bunganya berwarna warna merah muda keputihan yang tumbuh diujung cabang tanpa daun. 

Gamal berasal dari Amerika Tengah, biasa digunakan di negara-negara tropis dan sub-tropis sebagai tanaman pagar hidup. Selama musim kemarau, ketika kekurangan hijauan, anggota badan pohon dipotong dan dedaunan diberikan kepada ternak. Pohon Gliricidia adalah ukuran medium, dengan daun komposit.

Gamal merupakan leguminosa berumur panjang, tanaman ini dapat beradaptasi dengan baik pada lingkungan dengan temperatur suhu antara 20 – 30 oC dengan ketinggian tempat antara 750 – 1200 m. 

Gamal mampu hidup di daerah kering dengan curah hujan 750 mm/thn dan tahan terhadap genangan. Perkembangan tanaman ini dengan stek, dengan banyak cabang dan responsif terhadap pupuk N. 

Penanaman gamal yang harus diperhatikan yaitu jarak tanaman dibuat 2 – 2,5 m antar baris. Komposisi nutrisi daun gamal terdiri atas bahan kering 23%; protein kasar 25,2%; lemak 4,9%; BETN 55,5%.

Lamtoro (Leucaena glauca)
https://www.berbagiilmupeternakan.com/
Gambar 3. Lamtoro

Lamtoro atau yang dalam bahasa ilmiah disebut Leucaena glauca merupakan tanaman jenis leguminosa pohon yang berasal dari Amerika tengah, Amerika selatan dan Kepulauan Pasifik. 

Lamtoro sering digunakan dalam penghijauan lahan atau pencegahan erosi dan mampu tumbuh pada daerah dataran rendah sampai dengan 500 m di atas permukaan air laut dengan curah hujan lebih dari 760 mm/th.

Lamtoro dapat tumbuh hingga tinggi 20m. Percabangan rendah, banyak, dengan warna kecoklatan atau keabu-abuan, berbintil-bintil dan berlentisel. Ranting-ranting bulat torak, dengan ujung yang berambut rapat. 

Lamtoro memiliki daun majemuk menyirip rangkap, sirip 3 - 10 pasang. Anak daun tiap sirip 5 - 20 pasang, berhadapan, bentuk garis memanjang, 6 – 16 (-21) mm × 1 – 2 (-5) mm, dengan ujung runcing dan pangkal miring (tidak sama), permukaannya berambut halus dan tepinya berjumbai. 

Bunga majemuk berupa bongkol bertangkai panjang yang berkumpul dalam malai berisi 2 - 6 bongkol; tiap-tiap bongkol tersusun dari 100 - 180 kuntum bunga, membentuk bola berwarna putih atau kekuningan berdiameter 12 - 21 mm, di atas tangkai sepanjang 2 - 5 cm. 

Bunga kecil-kecil, berbilangan 5; tabung kelopak bentuk lonceng bergigi pendek, lk 3 mm; mahkota bentuk solet, lk. 5 mm, lepas-lepas. Benangsari 10 helai, lk 1 cm, lepas-lepas. Buah polong bentuk pita lurus, pipih dan tipis, 14 - 26 cm × 1.5 - 2 cm, dengan sekat-sekat di antara biji, hijau dan akhirnya coklat kering jika masak, memecah sendiri sepanjang kampuhnya. Berisi 15 - 30 biji yang terletak melintang dalam polongan, bundar telur terbalik, coklat tua mengkilap, 6 - 10 mm × 3 - 4.5 mm.

Kaliandra (Calliandra calothyrsus)
https://www.berbagiilmupeternakan.com/
Gambar 4. Kaliandra
Kaliandra atau yang dalam bahasa ilmiahnya disebut Calliandra calothyrsus merupakan tanaman jenis leguminosa pohon yang banyak tumbuh dengan cepat pada daerah tropis. 

Kaliandra (Calliandra callothyrsus) berasal dari Amerika tengah dan mulai masuk ke Indonesia sekitar tahun 1963. Kaliandra dapat tumbuh pada tanah yang kurang subur dan pada dataran rendah hingga ketinggian 1500 m diatas permukaan laut.

Fungsi dan manfaat kaliandra :
  1. Sebagai tanaman penghijauan / reboisasi ;
  2. Tanaman peneduh dan pelindung ;
  3. Penyubur tanah ;
  4. Pakan ternak yaitu sebagai sumber protein ;
  5. Penahan erosi.

Turi (Sesbania grandiflora)
https://www.berbagiilmupeternakan.com/
Gambar 5. Turi
Turi atau yang dalam bahasa ilmiahnya disebut Sesbania grandiflora merupakan tanaman jenis leguminosa pohon yang dapat tumbuh dengan baik di tanah yang tidak subur, terkadang juga dapat tumbuh pada tanah yang banyak genangan air dengan ketinggian dibawah 1500 di atas permukaan laut. 

Turi dapat tumbuh hingga ketinggian 10 meter. Akarnya berbintil-bintil sehinga dapat menyuburkan tanah. Bunganya berbentuk seperti kupu-kupu berwarna merah muda atau putih.  Turi pada umumnya banyak dimanfaatkan sebagai pohon pelindung karena tumbuhnya yang merambat.

Turi banyak mengandung protein yang tinggi dan berkualitas. Tiap 100 gram berat kering, daun turi mengandung 36% protein kasar dan serat kasar yang rendah antara dibawah 18 %.  Namun demikian daun turi memiliki kandungan zat anti nutrisi yaitu saponin dan tanin.


Sentro (Centrosema pubescens)
https://www.berbagiilmupeternakan.com/
Gambar 6. Sentro
Sentro atau yang dalam bahasa ilmiahnya disebut Centrosema pubescens merupakan tanaman jenis leguminosa semak asal Amerika Selatan Tropis yang memiliki fungsi sebagai tanaman penutup tanah, tanaman sela, dan pencegah erosi.  

Batang Centro panjang dan sering berakar pada bukunya, tiap tangkai berdaun tiga lembar, berbentuk elips dengan ujung tajam dan bulu halus pada kedua permukaannya. 

Bunga berbentuk tandan berwarna ungu muda bertipe kacang ercis dan kapri. Polong berwarna coklat gelap, panjang 12 cm, sempit dengan ujung tajam terdiri dari 20 biji. 

Centrosema pubescens tumbuh dengan membelit pada tanaman lain atau menjalar di pagar dan juga menjalar bersama–sama dengan rumput menutupi permukaan tanah. 

Batang panjang, sering berakar pada bukunya, daun dengan tiga anak daun yang berbentuk telur dengan ujung tajam, berambut, panjangnya 5 – 12 cm dan lebar 3 – 10 cm.

Kalopo (Calopogonium mucunoides)

https://www.berbagiilmupeternakan.com/
Gambar 7. Kalopo
Kalopo atau yang dalam bahasa ilmiahnya disebut Calopogonium mucunoides merupakan tanaman jenis leguminosa semak asal Amerika Selatan Tropik. 

Ciri – ciri kalopo yakni bersifat prennial, merambat membelit dan hidup di daerah – daerah yang tinggi kelembabannya. 

Pertumbuhan kalopo menjalar, merambat, tidak tahan terhadap penggembalaan, tidak tahan naungan yang lebat akan tetapi dapat tumbuh dengan baik didaerah yang lembab. 

Kalopo memiliki batang lunak ditumbuhi bulu-bulu panjang berwarna cokelat dan daunnya ditutupi oleh bulu halus berwarna cokelat keemasan, sehingga kurang disukai oleh ternak. 

Kalopo biasa dikembangbiakkan dengan dengan biji dan mampu tumbuh baik pada tanah sedang sampai berat pada ketinggian 200 – 1000 m diatas permukan laut dan membutuhkan curah hujan tahunan sebesar 1270 mm.

3 Responses to "JENIS DAN KARAKTERISTIK LEGUM"

  1. Permisi pak assalamualaikum.

    saya mau bertanya di ppt yang dosen berkan terdapat 2 macam leguminosa yakni

    1. leguminosa pohon
    2. leguminosa perdu


    apa pak yang membedakan kedua nya ?
    dan apa contoh dari tanaman leguminosa perdu maupun leguminosa pohon?

    terimakasih

    ReplyDelete
    Replies
    1. Terimakasih telah berkenan berkunjung ke http://dodymisa.blogspot.co.id/
      Sy akan mencoba menjawab pertanyaaan Aditya:
      Leguminosa Pohon dan Leguminosa Perdu pada hakikatnya memiliki bentuk dan ciri khas yang sama yakni keduanya merupakan tanaman legum berkayu. Hanya yang membedakan antara Leguminosa Pohon dan Leguminosa Perdu, terletak pada tinggi dari tanaman leguminosa itu sendiri. Leguminosa Pohon rata-rata memiliki tinggi lebih dari 1,5 meter sedangkan Leguminosa Perdu rata-rata memiliki tinggi kurang dari 1,5 meter.
      Contoh Leguminosa Pohon : Lamtoro, Turi, Kalindara, Gamal, dll.
      Contoh Leguminosa Perdu : kacang gude (Cajanus cajan), komak (Dolichos lablab), dll.

      Semoga bermanfaat

      Delete
  2. apakah bisa jenis tanaman legum ini (kayu dan semak) untuk di jadikan pupuk N? ( dengan cara fermentasi/membuat pupuk organik cair), jikalau bisa bagaimana proses membuat nya dengan berbahan dasar jenis tanaman legum ini?

    ReplyDelete

- Berkomentarlah dengan sopan dan bijak sesuai isi konten.
- Dilarang menyisipkan iklan, link aktif, promosi, spam, dan sebagainya.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel