Sejarah Perkembangan Ternak Kerbau di Indonesia

Kerbau (Bubalus bubalis) adalah hewan memamah biak yang menjadi ternak bagi banyak bangsa di dunia, terutama Asia. Hewan ini adalah hasil domestikasi dari kerbau liar yang masih dapat ditemukan di daerah – daerah seperti Pakistan, India, Nepal, Vietnam, Cina, Filiphina, Taiwan, Indonesia dan Thailand. 

Asia adalah tempat asal kerbau. 95% dari populasi kerbau di dunia terdapat di Asia. Banyak negara-negara Asia yang tergantung pada spesies ini, baik untuk daging, susu atau tenaga kerjanya. Pada tahun 1992, populasi kerbau di Asia diperkirakan mencapai 141 juta ekor.


https://www.berbagiilmupeternakan.com/

Berdasarkan habitatnya, jenis  ternak kerbau dibagi menjadi dua jenis yakni kerbau rawa / lumpur (swamp buffalo) dan kerbau sungai (river buffalo).

Menurut sejarah perkembangan domestikasi, ternak kerbau yang berkembang di seluruh dunia berasal dari daerah sekitar India. Pada dasarnya ternak kerbau digunakan sebagai ternak kerja, selanjutnya untuk penghasil daging dan juga penghasil susu. 

Di Indonesia kerbau telah berkembang sejak dahulu. Dimana telah tersebar di seluruh wilayah Indonesia. Kerbau memiliki beberapa peranan utama secara nasional yaitu sebagai penghasil daging yang mendukung program pemerintah dalam hal swasembada daging selain daging sapi, sebagai ternak kerja, penghasil susu dan pupuk.

Ternak kerbau di Indonesia sebagian besar merupakan kerbau rawa (swamp buffalo) sebanyak 95% dengan keragaman warna, ukuran dan tingkah laku yang cukup besar. Sisanya sebanyak 5% termasuk kerbau sungai (river buffalo) yang banyak dipelihara di Sumatera Utara. 

Puslitbang Peternakan (2006) menyatakan bahwa jenis kerbau yang ada di Indonesia sebagian besar adalah jenis kerbau rawa dengan keragaman warna, ukuran dan tingkah laku yang cukup besar. Di samping itu terdapat jenis kerbau sungai yang hidup di Sumatera Utara, yang dikenal sebagai kerbau Murrah. 

Kerbau-kerbau tersebut dipelihara oleh peternak kecil dengan system pemeliharaan secara tradisional atau digembalakan secara berkelompok pada areal sekitar para peternak berdiam. 

Pada beberapa tempat tertentu terdapat kepemilikan kerbau dalam jumlah besar seperti di pulau Moa (Maluku), Sumba (NTT), dan Sumbawa (NTB) dimana jumlah kepemilikan kerbau per peternak dapat mencapai 100 ekor per induk.

Data populasi kerbau di Indonesia yang diperoleh dari Direktorat Jenderal Peternakan (2013) menunjukkan bahwa rataan pertumbuhan populasi kerbau di Indonesia adalah sekitar 3,41% per tahun. Jumlah populasi kerbau di Indonesia adalah sebanyak 2,056 juta ekor yang menyebar hampir di seluruh propinsi tetapi tidak merata jumlahnya. 

Populasi terpadat di 10 propinsi terdapat pada propinsi Nangroe Aceh Darussalam, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Jawa Barat, Nusa Tenggara Barat, Banten, Nusa Tenggara Timur, Sulawesi Selatan, Jawa Tengah dan Sumatera Selatan yang masing-masing berjumlah 340.031, 261.308, 211.008, 156.570, 156.568, 145.439, 141.236, 128.502, 123.826 dan 103.577 ekor.

https://www.berbagiilmupeternakan.com/

Perkembangan ternak kerbau di Indonesia selama 5 tahun terakhir menunjukkan terjadinya penurunan populasi pada tahun 2012 dan 2013 masing-masing sebesar -2,28% dan -11,43% dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Sementara pada tahun 2008 dan 2011 terjadi peningkatan masing-masing sebesar 2,35% dan 3,41%.

Kerbau merupakan sumberdaya genetik ternak lokal yang kontribusinya dalam program swasembada daging mulai diakui pada tahun 2010.  Di masyarakat petani, kerbau seperti halnya ternak sapi mempunyai fungsi serupa yaitu sebagai penghasil daging, tenaga kerja, tabungan, penghasil susu, sarana ritual maupun status sosial masyarakat. 


Sumber:
Direktorat Jendral Peternakan. Departemen Pertanian. 2013. Basis data statistik.

0 Response to "Sejarah Perkembangan Ternak Kerbau di Indonesia"

Post a Comment

- Berkomentarlah dengan sopan dan bijak sesuai isi konten.
- Dilarang menyisipkan iklan, link aktif, promosi, spam, dan sebagainya.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel