MANAJEMEN PERKANDANGAN TERNAK KAMBING

BAB I

PENDAHULUAN



Latar Belakang

Ternak kambing merupakan salah satu usaha yang cukup menjanjikan, disamping perawatannya yang cukup mudah, serta ketersediaan pakan yang bisa didapatkan dari dedaunan maupun rerumputan yang banyak terdapat di lingkungan sekitar, kambing juga mudah untuk dibudidayakan baik untuk konsumsi ataupun dari segi penjualannya.

Salah satu faktor penunjang keberhasilan usaha peternakan kambing adalah dengan manajemen perkandangan yang meliputi tipe kandang, bentuk kandang, jenis kandang dan ukuran kandang yang sangat menunjang untuk menghasilkan produksi yang maksimal.

Perkandangan yang tidak memenuhi kaidah dan fungsi yang sesungguhnya, cenderung akan merugikan baik terhadap ternak kambing itu sendiri, peternak dan lingkungan sekitar. 

Banyak peternak yang belum memiliki pemahaman serta pengetahuan yang tepat tentang manajemen perkandangan yang baik. Hal ini tentu menjadi salah satu penghambat dalam beternak kambing karena tidak dapat mengoptimalkan hasil dari beternak kambing itu sendiri. 

Oleh sebab itu, pengetahuan yang komprehensif tentang perkandangan perlu diketahui oleh peternak sebagai upaya bagi peningkatan produktivitas ternak kambing yang dipelihara sekaligus mengurangi dampak negatif pecemaran lingkungan. 

Prinsipnya adalah kandang harus dapat membuat kambing merasa nyaman dan aman. Kondisi ini tentunya akan menjadikan kambing mampu berproduksi secara optimal.

Tujuan

Adapun tujuan dari penulisan makalah ini adalah untuk mengetahui bagaimana manajemen perkandangan ternak kambing yang baik.


BAB II

TINJAUAN PUSTAKA



Ternak Kambing

Kambing adalah ternak dwi guna, yaitu sebagai penghasil susu dan sebagai penghasil daging (Williamson dan Payne, 1993). Kambing banyak dipelihara oleh penduduk pedesaan karena pemeliharaan kambing lebih mudah dilakukan daripada ternak ruminansia besar. 

Kambing cepat berkembang biak dan pertumbuhan anaknya juga tergolong cepat besar. Menurut Sarwono (2005), nilai ekonomi, sosial, dan budaya beternak kambing sangat nyata. 

Dijelaskan lebih lanjut, besarnya nilai sumber daya bagi pendapatan keluarga petani bisa mencapai 14-25 % dari total pendapatan keluarga dan semakin rendah tingkat per luasan lahan pertanian, semakin besar nilai sumber daya yang diusahakan dari beternak kambing.

Mulyono dan Sarwono (2005) menyatakan, bila tata laksana pemeliharaan ternak kambing yang sedang bunting atau menyusui dan anaknya baik, maka  bobot anak kambing bisa mencapai 10-14 kg/ekor ketika disapih pada umur 90-120 hari. 

Menurut Williamson dan Payne (1993), untuk kambing pedaging ada kecenderungan menunda penyapihan untuk memberikan kesempatan anak kambing memperoleh keuntungan yang maksimal dari susu induknya.

Perkandangan

Perkandangan adalah segala aspek fisik yang berkaitan dengan kandang dan sarana prasarana yang bersifat penunjang atau kelengkapan dalam suatu peternakan (Santoso, 1995). 

Kandang merupakan suatu bangunan yang digunakan untuk tempat tinggal ternak atas sebagian atau sepanjang hidup ternak (Sugeng, 2000). 

Adanya kandang, peternak dapat melakukan efisiensi, misalnya menghemat tenaga kerja, meningkatkan konsumsi pakan (feed intake) dan mengurangi terjangkitnya penyakit. Selain itu kandang juga bermanfaat agar ternak tidak merusak tanaman, diganggu atau dimangsa hewan buas, atau dicuri (Mulyono, 2003).

Letak kandang harus menjamin ternak agar nyaman serta hidup sehat. Selain itu, kandang juga harus diusahakan agar tidak mengganggu lingkungan, terutama masyarakat sekitar (Murtidjo, 1993). 

Menurut Ludgate (2006) kandang terletak pada lahan yang kering dan tidak tergenang air, jarak kandang agak jauh dari rumah atau sumur, cukup mendapat sinar matahari pagi secara merata dan udara segar, terlindung dari angina langsung (terutama angin malam).

Perlengkapan yang penting dalam kandang adalah bak atau tempat pakan yang ditempelkan pada dinding, yang tinggi diatur sesuai dengan jenis kambing yang digunakan (Mulyono, 2003). 

Menurut Murtidjo (1993) perlengkapan kandang harus tersedia agar dalam pengelolaan yang berkaitan dengan tatalaksana dapat dicapai secara efisien. Peralatan kandang yang pokok adalah tempat pakan atau palung pakan, gudang pakan, tempat umbaran, tempat kotoran atua kompos.

Tipe Kandang

Ada beberapa tipe kandang kambing yang terbentuk karena perbedaan kondisi daerah pemeliharaan, tingkat skala usaha dan tingkat pengetahuan peternak. Namun umumnya tipe kandang yang banyak digunakan peternak yaitu kandang panggung. 

Kandang panggung merupakan kandang yang berkonstruksinya dibuat panggung atau dibawah lantai kandang terdapat kolong untuk menampung kotoran. 

Fungsi kandang dibuat panggung adalah untuk menghindari ternak kontak langsung dengan tanah yang mungkin tercemar penyakit, ventilasi kandang yang lebih bagus (Mulyono, 2003). 

Kandang panggung memilik keunggulan yaitu kandang relatife lebih bersih karena kotoran dan air kencing jatuh kebawah, lantai kandang lebih kering dan tidak becek, kuman penyakit, parasit dan jamur yang hidup di lantai kandang dapat ditekan perkembangannya. 

Kelemahan dari kandang panggung yaitu biaya pembuatannya relative mahal, resiko kecelakaan karena ternak terperosok atau jatuh lebih besar dan kandang memikul beban berat dari ternak yang ada diatasnya (Ludgate, 2006).

Menurut Devendra dan Burns (1994), ada dua tipe kandang kambing yang umum digunakan di daerah tropis yaitu tipe kandang pada tanah yang umum di sebagian daerah tropis dan tipe kandang panggung yang sangat umum digunakan di Indonesia dan Malaysia. 

Tipe kandang panggung sangat praktis untuk daerah yang sangat lembab,daerah dengan curah hujan tinggi, sehingga kambing perlu dilindungi dari hujan. 

Tipe kandang lemprak atau kandang beralaskan tanah merupakan kandang yang umum digunakan untuk usaha ternak kambing kereman. Kandang lemprak tidak dilengkapi alas kayu (Murtidjo, 1993). 

Menurut Ludgate (2006) kandang lantai tanah memiliki kelebihan yaitu biaya pembuatan lebih murah, konstruksi kandang lebih sederhana, resiko kecelakaan dapat dihindari dan kandang tidak memikul beban yang berat dari ternak, sedangkan kelemahannya yaitu kebersihan kurang terjamin, kebersihan ternak kurang terjamin, lantai becek dan lembab, kuman penyakit, parasit dan jamur berkembang subur yang menyebabkan kesehatan ternak kurang terjamin.

Jenis Kandang

Jenis kandang harus dirancang sebelum memulai beternak kambing. Jenis mandang ini harus disesuaikan dengan tujuan dan jenis ternak yang dipelihara. Berdasarkan jenisnya kandang kambing terdiri dari kandang koloni, kandang individual dan  kandang untuk induk beranak dan menyusui (Mulyono, 2003). Menurut Murtidjo (1993) kandang kambing terdiri dari kandang induk atau utama, kandang induk serta anaknya dan kandang pejantan.


BAB III

PEMBAHASAN



Kandang mutlak diperlukan dalam usaha peternakan kambing yang dilakukan secara intensif maupun semi intensif. Kandang dan perlengkapannya termasuk tempat pakan, tempat minum, harus sudah disediakan sebelum pengadaan ternak dilakukan.

Fungsi kandang adalah sebagai berikut :
  1. Untuk melindungi ternak dari pemangsa  (mis: binatang buas) dan kondisi lingkungan yang ekstrim (mis: suhu terlalu panas/dingin, angin kencang, dan lain – lain) ;
  2. Mencegah ternak kambing agar tidak merusak tanaman, mengingat kambing suka memakan tanaman yang masih muda ;
  3. Tempat untuk makan, minum dan istirahat kambing ;
  4. Tempat untuk kawin dan beranak ;
  5. Tempat untuk merawat ternak yang sakit ;
  6. Untuk memudahkan pengontrolan ternak kambing.


Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam membuat kandang kambing :
  1. Dibuat dari bahan yang cukup kuat dengan nilai ekonomi yang tinggi ;
  2. Dinding kandang memiliki ventilasi yang cukup baik ;
  3. Atap kandang terbuat dari bahan yang mempunyai daya pantul dan penghantar panas yang baik ;
  4. Lantai kandang terbuat dari bahan yang cukup kuat, tidak keras, tidak licin, tidak mudah tembus air, tahan lama dan tidak cepat panas atau dingin ;
  5. Kolong kandang; Pada kolong kandang dibuat lubang sedalam 10 – 15 cm untukmenampung kotoran. Bisa juga kolong kandang dibuat miring dan disemen. Agar kotoran mudah digelontor. Air gelontoran dan kotoran langsung masuk saluran pembuangan untuk diolah menjadi pupuk organik ;
  6. Ukuran kandang disesuaikan dengan kebutuhan ;
  7. Mudah dalam pembersihan dan perawatan kandang ;
  8. Penempatan Kandang;
  9. Tempatkan kandang pada tempat yang kering atau tidak tergenang air ;
  10.  Jarak kandang agak jauh dari rumah dan sumur , ± 10 meter;
  11. Cukup mendapat sinar matahari dan terlindung dari angin kencang.



TIPE KANDANG

Ada 3 (tiga) tipe kandang kambing yang umum digunakan olehpeternak kambing, yaitu:

Kandang Panggung

Kandang panggung merupakan kandang yang berkonstruksinya dibuat panggung atau dibawah lantai kandang terdapat kolong untuk menampung kotoran. Fungsi kandang dibuat panggung adalah untuk menghindari ternak kontak langsung dengan tanah yang mungkin tercemar penyakit, ventilasi kandang yang lebih bagus. 

Kandang ini dapat dibuat tunggal atau ganda dengan posisi saling membelakangi. Jarak antara lantai kandang dengan tanah minimal 50 cm. Alas kandang harus dibuat dari bahan yang tahan lapuk seperti kayu / bambu yang sudah diawetkan dengan jarak celah lantai panggung ± 1,5 - 2 cm agar kotoran mudah jatuh dan kaki ternak tidak terperosok.

Kandang panggung memilik keunggulan yaitu kandang relatife lebih bersih karena kotoran dan air kencing jatuh kebawah, lantai kandang lebih kering dan tidak becek, kuman penyakit, parasit dan jamur yang hidup di lantai kandang dapat ditekan perkembangannya. 

Kelemahan dari kandang panggung yaitu biaya pembuatannya relative mahal, resiko kecelakaan karena ternak terperosok atau jatuh lebih besar dan kandang memikul beban berat dari ternak yang ada diatasnya.

Kandang Lemprak (Kandang Dengan Lantai Tanah/Semen)

Merupakan tipe kandang yang sering digunakan untuk usaha penggemukan/kreman. Kandang ini tidak dilengkapi dengan alas kayu tetapi hanya beralaskan tanah atau semen dan dilapisi jerami atau rumut kering serta sisa-sisa hijauan pakan.

Kandang lemprak memiliki kelebihan yaitu biaya pembuatan lebih murah, konstruksi kandang lebih sederhana, resiko kecelakaan dapat dihindari dan kandang tidak memikul beban yang berat dari ternak, sedangkan kelemahannya yaitu kebersihan kurang terjamin, kebersihan ternak kurang terjamin, lantai becek dan lembab, kuman penyakit, parasit dan jamur berkembang subur yang menyebabkan kesehatan ternak kurang terjamin.

Kombinasi Kandang Panggung dan Kandang Lemprak

Merupakan tipe kandang yang sebagian kandang bertipe panggung dan sebagian berlantai tanah. Biasanya digunakan untuk ternak kambing dengan tujuan untuk pembibitan.

Keunggulan dari kandang kombinasi panggung dan lemprak adalah dapat meminamalisir segala resiko yang ada pada kandang panggung maupun kandang lemprak. Sedangkan kelemahannya adalah biaya pembuatan kandang sangat mahal.

JENIS KANDANG

Kandang Koloni / Kelompok

Merupakan jenis kandang untuk memelihara ternak kambing secara kelompok atau koloni. Ukuran kandang koloni / kelompok relatif luas, tidak ada sekat antar ternak. Luas kandang disesuaikan dengan umur dan jumlah kambing yang dipelihara.
  1. Umur 3 – 7 bulan, luas kandang rata-rata 0,5 m² / ekor
  2. Umur 7 – 12 bulan, luas kandang rata-rata 0,75 m² / ekor
  3. Umur >12 bulan, luas kandang rata-rata 1 – 1,5 m² / ekor


Kandang  Individu/Baterai

Merupakan jenis kandang yang disekat-sekat , cukup untuk 1 ekor saja, gerak kambing dibatasi, sehingga perkembangan ternak lebih cepat.

Kandang Induk / Utama

Merupakan tempat bagi induk ternak kambing untuk beristirahat, makan, tidur dan membuang kotoran. Ukuran kandang induk/utama, per ekor ternak kambing adalah 1 x 1 meter.

Kandang Beranak

Merupakan kandang untuk induk yang baru melahirkan dan menyusui anaknya. Induk yang baru beranak dan sedang menyusui penting dipisahkan dari ternak yang lain untuk menghidari anak terinjak oleh ternak lain.

Kandang Pejantan

Merupakan jenis kandang yang khusus digunakan untuk seekor jantan pemacek. Kandang untuk pejantan sebaiknya cukup luas, memperoleh sinar matahari pagi dan udara segar serta bersih. Selain itu diusahakan agar kandang pejantan terpisah dari kandang lainnya, tetapi tidak terlalu jauh dengan kandang kambing betina. 

Hal ini dimaksudkan agar tidak gaduh dan terjadi perkelahian. Dianjurkan kandang pejantan dibuat bersekat-sekat. Luas kandang yang diperlukan untuk seekor kambing pejantan pemacek adalah 1 x 1,5 m.

Kandang Kawin

Merupakan kandang yang khusus digunakan untuk proses perkawinan ternak kambing. Kandang tersebut sebaiknya cukup luas dengan ukuran minimal 4 x 6 m atau digunakan untuk kapasitas tampung 4 ekor : 1 ekor pejantan dengan 3 ekor betina. 

Kandang ini digunakan untuk menampung ternak kambing betina yang diduga sedang berada dalam masa birahi untuk dikawinkan. Umumnya pada perkawinan alamiah, betina tersebut akan ditempatkan bersama pejantan selama satu kali periode berahi/estrus.

SARANA DAN PRASARANA KANDANG

Dalam manajemen perkandangan ternak kambing, ada beberapa peralatan kandang yang harus selalu ada dan dibutuhkan dalam sebuah lokasi kandang kambing. Peralatan kandang yang dimaksud disini adalah alat-alat yang penggunaannya dikhususkan di kandang. Berbagai Peralatan tersebut adalah sebagai berikut :

Tempat Pakan dan Minum

Merupakan tempat pemberian makanan dan air minum pada ternak kambing di dalam kandang yang dibuat sedemikian rupa sehingga bahan pakan yang diberikan tidak tercecer dan air minum tidak tumpah.

Gudang Makanan

Merupakan tempat penyimpanan sementara untuk pakan yang belum diberikan kepada ternak. Umumnya gudang pakan akan disimpan konsentrat maupun hijauan yang belum diberikan. 

Penanganan khusus terhadap hijauan perlu dilakukan. Hijauan pakan yang disimpan dalam gudang sebaiknya tidak dalam ikatan agar tidak mengalami fermentasi yang menimbulkan panas dan akan mengurangi kualitas hijauan. Demikian pula terhadap makanan penguat hendaknya disimpan pada tempat yang terhindar dari proses pembusukan dan serangan hama.

Tempat Umbaran

Merupakan bagian dari kelengkapan sistem perkandangan ternak kambing. Tempat umbaran ini digunakan sebagai tempat excersice ketika kandang sedang dibersihkan. 

Tempat umbaran akan sangat bermanfaat bagi ternak kambing yang tidak pernah digembalakan (intensif) sehingga kesehatannya selalu terjaga sekaligus merupakan tempat olahraga atau jalan-jalan bagi induk yang sedang bunting. Kesulitan induk untuk beranak (Distokia) umumnya sering disebabkan akibat kurangnya aktivitas bergerak dari induk yang sedang bunting.

Tempat Kotoran

Merupakan perlengkapan kandang yang sudah sewajarnya tersedia. Pada kandang tipe lemprak, sisa makanan atau kotoran akan menumpuk jadi satu dan sangat mengganggu kesehatan. 

Sebaliknya pada tipe panggung, kotoran akan tertumpuk pada kolong kandang sehingga akan mudah diolah untuk pembuatan pupuk. Oleh sebab itu jarak lantai kandang tidak boleh terlalu rapat. 

Selain dari perlengkapan kandang yang telah disebutkan di atas, perlu juga disediakan alat-alat kebersihan, seperti sapu, sikat, sabit, sekop, alat pengangkut dan lain – lain.


BAB IV

PENUTUP


Kesimpulan

Manajemen perkandangan yang baik mutlak diperlukan dalam usaha peternakan kambing yang dilakukan secara intensif maupun semi intensif karena salah satu faktor penunjang keberhasilan peternakan kambing adalah dengan manajemen perkandangan yang meliputi tipe kandang, bentuk kandang, jenis kandang dan ukuran kandang yang sangat menunjang untuk menghasilkan produksi yang maksimal.


Sumber : Dari berbagai sumber

0 Response to "MANAJEMEN PERKANDANGAN TERNAK KAMBING"

Post a Comment

- Berkomentarlah dengan sopan dan bijak sesuai isi konten.
- Dilarang menyisipkan iklan, link aktif, promosi, spam, dan sebagainya.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel