MANAJEMEN PEMELIHARAAN TERNAK KERBAU

BAB I

PENDAHULUAN


Latar Belakang

Dalam upaya pemenuhan  protein hewani, potensi ternak yang ada di Indonesia diperkirakan belum dapat sepenuhnya memenuhi seluruh kebutuhan di dalam negeri sehingga perlu adanya upaya pembibitan dalam mengembangkan sektor peternakan. Dalam upaya pemenuhan kebutuhan daging tersebut, tidak harus disuplay dari ternak sapi akan tetapi kerbau juga memiliki potensi yang baik untuk masyarakat.

Kerbau termasuk ternak ruminansia besar yang mempunyai potensi tinggi dalam mendukung program swasembada daging di Indonesia. Beberapa potensi yang dimiliki ternak kerbau antara lain mampu memanfaatkan pakan berkualitas rendah, dapat bertahan dalam lingkungan yang cukup ‘keras’ dan dapat dikembangkan dengan pola ekstensif maupun terintegrasi dengan komoditas lain.

https://www.berbagiilmupeternakan.com/
Manajemen Pemeliharaan Ternak Kerbau
Kerbau memiliki beberapa peranan utama secara nasional yaitu selain sebagai penghasil daging yang mendukung program pemerintah dalam hal swasembada daging, juga sebagai ternak kerja, penghasil susu dan pupuk. 

Murtidjo (1992) menjelaskan bahwa potensi kerbau sebagai ternak potong ternyata cukup tinggi, meskipun kerbau sebagai ternak potong tidak sepopuler sapi karena dagingnya berwarna lebih tua dan keras dibanding daging sapi, seratnya lebih kasar dan lemaknya berwarna kuning.  Ternak kerbau yang digemukkan, umumnya memiliki kemampuan pertambahan bobot badan rata-rata per hari lebih tinggi dibanding ternak sapi. 

Secara umum usaha ternak kerbau telah lama dikembangkan oleh masyarakat Indonesia sebagai salah satu mata pencaharian dalam skala usaha yang masih relatif kecil. Usaha ternak kerbau ini dilakukan untuk tujuan produksi daging, kulit dan tenaga kerja. 

Meskipun di beberapa wilayah tertentu produk daging kerbau sangat diminati masyarakat, namun pada segmen pasar tertentu permintaan produk daging kerbau masih relatif terbatas. Seperti diketahui bahwa produktivitas ternak kerbau di Indonesia masih relative rendah, karena  secara teknis masih terdapat beberapa kendala yang memerlukan pemikiran untuk mengatasinya.

Masalah peternakan kerbau cukup bervariasi antara lain pola pemeliharaan masih bersifat tradisional, berkurangnya lahan penggembalaan, tingginya pemotongan pejantan yang berdampak pada kekurangan pejantan, pemotongan ternak betina produktif, kekurangan pakan dimusim tertentu, kematian pedet yang cukup tinggi (sekitar 10%), rendahnya produktivitas serta pengembangan system pemeliharaan semi intensif yang masih terbatas. 

Oleh karena itu perlu adanya berbagai upaya guna meningkatkan kualitas dan kuantitas produksi ternak kerbau, salah satunya melalui manajemen pemeliharaan yang baik dalam rangka pengembangan ternak kerbau secara terpadu.

Tujuan

Adapun tujuan dari penulisan makalah ini adalah untuk mengetahui manajemen pemeliharaan yang baik dalam usaha peternakan kerbau sehingga kuantitas dan kualitas produksi ternak kerbau dapat ditingkatkan.


BAB II

TINJAUAN PUSTAKA


Ternak Kerbau

Kerbau adalah hewan yang termasuk lembu disamping ternak sapi (lembu sejati). Kerbau dibedakan dengan sapi karena kerbau dianggap sebagai bentuk yang paling primitive ditinjau dari tengkoraknya. 

Kerbau mempunyai sungut (moncong) yang lebar, kuping besar, tanduk subur pertumbuhannya relative lambat, rambut jarang. Kaki dengan sepatu yang melebar disesuaikan untuk kehidupan di rawa-rawa/ tanah becek (Baikuni, 2002).

Kerbau (Bubalus bubalis) adalah hewan memamah biak yang menjadi ternak bagi banyak bangsa di dunia, terutama Asia. Hewan ini adalah hasil domestikasi dari kerbau liar yang masih dapat ditemukan di daerah – daerah seperti Pakistan, India, Nepal, Vietnam, Cina, Filiphina, Taiwan, Indonesia dan Thailand. 

Asia adalah tempat asal kerbau. 95% dari populasi kerbau di dunia terdapat di Asia. Banyak negara-negara Asia yang tergantung pada spesies ini, baik untuk daging, susu atau tenaga kerjanya (Hardjosubroto W, 2004).
https://www.berbagiilmupeternakan.com/
Kerbau Murrah

Dari fosil-fosil yang diketemukan di Asia dianggap sebagai asal dari semua kerbau. Namun sejak jaman Tertier hewan ini telah tersebar di Afrika. Kerbau-kerbau di Afrika sekarang pada galibnya terdapat sebagai Kerbau Caffer (Syncerus caffer), yang hidup disabana Afrika Tengah dan Afrika Selatan. 

Hewan ini besar dan berat badan mencapai 1000 Kg dan tinggi gumba 1,8 m, warna hitam, dengan dasar tanduk besar bertemu kiri dan kanan. Disamping itu juga ditemui ada kerbau kecil (Syncerus nanus) tinggi 1,4 m dengan warna kuning sampai merah sawo matang.

Kerbau Asia (Bubalus bubalis) sekarang masih hidup secara liar di India (dengan nama Arni) Arni liar hidup menyebar luas sampai Asia Kecil, Eropa Selatan dan Afrika Utara. Warna kehitaman, tanduk tidak bertemu, berat badan mencapai 1200 Kg, tinggi gumba 1,7 m. 

Bubalus bubalis ini hidup di Philipina dengan perubahan bentuk dengan nama Kerbau Mindoro (Bubalus mindoroensis). Di Indonesia orang berpendapat bahwa telah tidak ada kerbau liar, sedangkan kerbau-kerbau yang dianggap liar tersebut sebenarnya berasal dari kerbau yang telah jinak, seperti Kerbau Jalang di Banten Selatan dan Bengkulu.

Di Pulau Jawa ternak kerbau banyak terdapat di Pantai Utara dan semakin ke Timur semakin berkurang. Yang banyak adalah di Banten, Sukabumi, Bogor, Cianjur, Karawang, Indramayu, Cirebon, Tegal, Pekalongan, Semarang, Demak, Kudus, Bojonegoro, Pasuruan, Probolinggo dan Banyuwangi. 

Tujuan pemeliharaan umumnya adalah tujuan daging dan ternak kerja. Di luar Pulau Jawa terdapat di Sulawesi Tenggara dan Selatan serta Nusa Tenggara, Flores, Sumba dan Sumbawa.  Kerbau di Sulawesi ada yang dalam bentuk kerdil tinggi 1 m disebut dengan Anoa (Bubalus depresicornis). 

Kerbau di Indonesia umumnya berat badannya mencapai 500 – 600 Kg dengan tinggi 120 – 130 cm.
Secara systematic zoology dapat disusun sebagai berikiut :
Kingdom         : Animal
Phylum            : Chordata
Class                : Mamalia
Ordo                : Ungulata
Family             : Bovidae
Genus              : Bubalus
Species            : Bubalus species

Jenis – Jenis Ternak Kerbau

Berdasarkan habitatnya, ternak kerbau dibagi menjadi dua jenis yakni kerbau rawa / lumpur (swamp buffalo) dan kerbau sungai (river buffalo) (Toilehere. MR, 2001).

Menurut Murti dan Trijoko Wisnu (2002), menyatakan bahwa ada beberapa jenis bibit kerbau yang terdapat di  Indonesia yaitu :
  1. Kerbau Murrah ( asal India, warna hitam / kelabu kehitaman; Di Indonesia kerbau ini banyak diternak oleh orang keturunan India di Medan, Sumatera Utara) ;
  2. Kerbau Belang / Tedong Bonga (asal Sulawesi Selatan / Toraja) ;
  3. Kerbau Lokal (warna abu-abu, asal Sumba, Bali, Kalimantan, Sumatera).
https://www.berbagiilmupeternakan.com/
Kerbau Belang


Menurut Keputusan Menteri Pertanian Republik Indonesia, ditetapkan 9 (Sembilan) jenis rumpun ternak kerbau di Indonesia yaitu:
  1. Rumpun Kerbau Sumbawa (Keputusan Menteri Pertanian Republik Indonesia Nomor 2910/Kpts/OT.140/6/2011)
  2. Rumpun Kerbau Kalimantan Selatan (Keputusan Menteri Pertanian Republik Indonesia Nomor 2844/Kpts/LB.430/8/2012 )
  3. Rumpun Kerbau Kalimantan Timur (Keputusan Menteri Pertanian Republik Indonesia Nomor 2843/Kpts/LB.430/8/2012)
  4. Rumpun Ternak Kerbau Moa (Keputusan Menteri Pertanian Republik Indonesia  Nomor 2911/Kpts/OT.140/6/2011)
  5. Rumpun Kerbau Toraya (Keputusan Menteri Pertanian Republik Indonesia  Nomor 2845/Kpts/LB.430/8/2012)
  6. Rumpun Kerbau Pampangan (Keputusan Menteri Pertanian Republik Indonesia  Nomor 694/Kpts/PD.410/2/2013)
  7. Kerbau Tapanuli Utara
  8. Kerbau Badegur 
  9. Kerbau Murrah


Sistem Pemeliharaan Ternak Kerbau

Kerbau dipelihara dengan cara yang sangat berbeda di seluruh dunia. Cara pemeliharaan ini tergantung pada keadaan geografis dan tujuan peternakan kerbau tersebut. Terdapat berbagai cara pemeliharaan kerbau, mulai dari pemeliharaan kerbau sebagai ternak multi-guna yang dipelihara di halaman belakang rumah sampai pemeliharaan kerbau sebagai penghasil susu dengan sistem peternakan modern (Toilehere. MR, 2001). 

Menurut Setyawan (2010), menyatakan bahwa manajemen pemeliharaan dalam upaya pengembangan kerbau masih sangat tradisional karena belum ada sentuhan teknologi terpadu baik untuk peningkatan populasi ternak, pengelolaan pakan dan pengetahuan pengelolaan hasil produksi sehingga menyebabkan peningkatan populasi juga tidak berkembang.

Peternakan kerbau bisa menjadi bisnis yang menguntungkan kalau dikelola dengan benar. Kerbau harus dipelihara sebagai modal hidup yang berharga. Dengan pemeliharaan yang benar, peternakan kerbau sangat menguntungkan. Dengan menentukan pada saat kelahiran apakah seekor anak akan dijadikan ternak penghasil susu atau daging, pemeliharaan yang tepat lebih mudah dilakukan dan lebih murah. 

Dengan demikian, peternak dapat memisahkan kerbau yang akan dijadikan penghasil susu dan kerbau yang akan dijadikan kerbau pedaging. Bagaimanapun bagusnya potensi genetik kerbau, tidak ada kerbau yang akan memperlihatkan hasil memuaskan bila tidak dipelihara dan diberi pakan dengan benar Keman, S (2006).
https://www.berbagiilmupeternakan.com/
Kerbau Lokal
Menurut Gunawan, dkk (2010), menyatakan bahwa produktivitas ternak kerbau sangat tergantung dari faktor manajemen yang diterapkan pada ternak tersebut, selain faktor genetik yang dimiliki oleh ternak itu sendiri. Kerbau merupakan ternak yang sudah lama di kenal masyarakat Indonesia. 

Agar usaha ini dapat memberikan keuntungan yang optimal bagi pemiliknya maka perlu diperhatikan beberapa hal yang menyangkut manajemen pemeliharaan ternak kerbau , antara lain: bibit, pakan, kandang dan peralatannya, tata laksanana pemeliharaan serta kesehatan dari ternak kerbau itu sendiri.

BAB III

PEMBAHASAN


Pengembangan usaha ternak kerbau di Indonesia mempunyai prospek yang sangat baik. Usaha ini memungkinkan peternak memperoleh pendapatan harian yang berasal dari upah tenaga kerja dan atau penjualan susu, pendapatan bulanan dari penjualan kompos dan pendapatan tahunan dari penjualan anak kerbau.

Memelihara kerbau termasuk usaha tani yang cukup menguntungkan. Sebagai ilustrasi, petani yang mempunyai 2 ekor kerbau mampu menyelesaikan 2 ha lahan sawah. Dengan demikian bisa menggantikan biaya traktor sekitar Rp. 1 juta/musim tanam. Jika bisa diperoleh anak 1 ekor/tahun maka bisa didapat sekitar Rp. 10 juta/tahun. 

Keuntungan lain adalah dari fesesnya. Dua ekor kerbau bisa menghasilkan 20 kg feses. Kalau feses ini diolah menjadi biogas, maka dalam 1 bulan bisa menggantikan fungsi minyak tanah sekitar 15 liter. Kalau diolah langsung menjadi pupuk kandang bisa diperoleh sekitar Rp. 10.000/hari (pupuk kandang Rp. 500/kg).

Manajemen Pemeliharaan Ternak Kerbau

Pemilihan Ternak

Langkah pertama adalah menentukan jenis kerbau yang akan dipelihara. Hal ini di sesuaikan dengan tujuan pemeliharaan, apakah untuk tenaga kerja, untuk dipotong atau untuk di tabung. Setelah menentukan jenis kerbau yang akan dipelihara, maka langkah selanjutnya adalah menentukan kerbau yang termasuk bibit unggul dengan kriteria sebagai berikut:
  1. Pertumbuhan kerbau sesuai umurnya ;
  2. Bentuk tubuh yang seimbang ;
  3. Telah diketahui sifat baiknya ;
  4. Pandai mengasuh anak waktu melahirkan ;
  5. Dapat beradaptasi dengan lingkungan sekitar.


Kandang

Pada daerah yang padang rumputnya masih cukup luas, kerbau masih bisa dipelihara secara ekstensif (dibiarkan berkeliaran di padang rumput mencari pakan sendiri tanpa diberi fasilitas kangdang). Kerbau-kerbau tersebut dikandangkan hanya pada musim membajak sawah. 

Ada juga yang memelihara secara semi instensif, dilepas disiang hari dan dikandangkan di malam hari. Namun bagi daerah yang lahan untuk ternak sudah sangat terbatas, fungsi kandang sangat penting untuk memudahkan pemeliharaan tanpa menggangu kepentingan manusia. 

Kerbau membutuhkan kandang yang sangat sederhana di banding dengan kandang sapi. 
Berikut ini hal - hal yang perlu dipertimbangkan sebelum membangun kandang kerbau :
  1. Tempat pakan dan air harus selalu teduh dan terlindung dari hujan lebat baik oleh pepohonan atau pun atap ;
  2. Air yang sejuk baik dari sungai yang jernih atau pun yang disediakan dalam ember membantu kerbau menjaga suhu badannya. Tempat air harus selalu diletakkan di tempat yang teduh ;
  3. Padang rumput yang diselingi pepohonan merupakan fasilitas perlindungan yang sangat murah dan efektif dari sinar matahari ;
  4. Kandang dengan konstruksi sederhana yang hanya diberi atap. Di daerah beriklim panas dan lembab kandang ini sebaiknya tidak diberi dinding. Dinding bisa menghambat ventilasi dan menyebabkan perkembangan bakteri dan pertumbuhan jamur sehingga kandang jadi tidak sehat. Untuk melindungi bagian dalam kandang dari cahaya matahari terik atau hujan lebat, tirai yang terbuat dari jerami, kain atau bahan lainnya dapat digunakan ;
  5. Penyediaan tempat berkubang. Namun demikian, kubangan ini harus berair bersih (bukan air limbah kotor yang membahayakan kesehatan) dan tidak jauh dari kandang ;
  6. Menyiram kerbau dengan air sejuk selama 3 menit dua kali sehari terbukti efisien untuk membuang kelebihan panas badan kerbau.
https://www.berbagiilmupeternakan.com/
Lokasi Kandang Kerbau


Pakan

Menurut Murtidjo (1991), makanan ternak kerbau dapat dibagi dalam beberapa golongan menurut kebutuhan, usia, dan manfaat ternak kerbau, yaitu makanan pengganti untuk anak kerbau (gudel), makanan kerbau dara, makanan kerbau dewasa, makanan kerbau laktasi, dan makanan kerbau kering kandang.  

Bahan baku makanan ternak kerbau digolongkan menjadi 8 kelas, yakni hijauan kering, hijauan segar, silase, makanan sumber energi, makanan sumber protein, makanan sumber mineral, makanan sumber vitamin, dan makanan tambahan.

Kontribusi pakan sangat kuat pengaruhnya terhadap performa reproduksi. Makanan berperan penting dalam perkembangan umum dari tubuh dan reproduktif (Tillman, et al., 1983).

Pemberian pakan pada kerbau disesuaikan dengan tujuan pemeliharaan dan ukuran tubuhnya. Kebutuhan pakan kerbau adalah 10 % dari bobot badannya.
Umumnya pakan untuk ternak kerbau adalah sebagai berikut:
Beberapa jenis Hijauan Makanan Ternak (HMT) : 
  1. Rumput Gajah 
  2. Rumput Raja 
  3. Rumput Setaria 
  4. Rumput Benggala 
  5. Rumput Lapangan 
  6. Lamtoro  
  7. Glirisidia (Gamal)  
  8. Turi

Beberapa jenis Limbah Pertanian antara lain : 
  1. Jerami Padi 
  2. erami Jagung  
  3. Jerami Kedelai  
  4. Jerami Kacang buah
Campuran Pakan :
  1. Hijauan: 35 – 50 Kg (terdiri dari 70% rumput-rumputan dan 30% kacang -kacangan)
  2. Konsentrat: 2 - 5 Kg/hr/ekor (terdiri dari dedak halus, bungkil-bungkilan)


Penyakit

Penjagaan kesehatan perlu dilakukan sama halnya pada sapi. Kerbau biasanya lebih rentan kena penyakit dibanding dengan sapi, walaupun biasanya kerbau tidak menunjukan tanda-tanda penyakit. Untuk mencegah terjadinya penyakit maka perlu langkah-langkah:
  1. Bila hendak memasukkan kerbau baru kedalam kelompok yang ada, pilihlah kerbau yang sehat ;
  2. Pisahkan kerbau yang dicurigai sakit ;
  3. Adakan testing regular terhadap penyakit-penyakit tertentu seperti  brucellious ;
  4. Adakan program vaksinasi ;
  5. Adakan inspeksi terhadap pealatan kandang secara teratur ;
  6. Luka-luka segera diobati ;
  7. Lakukan penyemprotan terhadap parasit eksternal.


Pengembangbiakan Ternak Kerbau

Unsur yang perlu diperhatikan adalah pengembangbiakan untuk menjaga populasi ternak kerbau ini tidak menurun. Kerbau biasanya hidup berkelompok, sehingga pengaturan perkawinan bukan lah hal yang terlalu sulit. 

Ternak kerbau  yang berahi dikawini oleh pejantan yang berkuasa dikelompok itu. Pejantan yang berkuasa biasanya yang tubuhnya lebih besar. Walaupun sulit diatur, betina sebaiknya dikawinkan pertama kali pada umur 2,5-4 tahun.

Dewasa ini teknik inseminasi buatan mudah mulai dilakukan pada ternak kerbau, walaupun belum sepesat pada sapi. Oleh sebab itu, pengetahuan tentang birahi perlu untuk diketahui. Siklus berahi pada kerbau sekitar 21 - 24 hari, lama berahi 1,5 hari dan umumnya terjadi pada malam hari. Lama bunting kerbau 310 hari. 

Tanda-tanda berahi kerbau pada umumnya sama dengan yang pada sapi. Waktu inseminasi juga kurang lebih sama dengan sapi yakni, sapi yang berahi di pagi hari akan diinseminasi pada sore hari, yang birahi sore atau malam hari akan diinseminasi pagi hari ke esokan harinya.
https://www.berbagiilmupeternakan.com/
IB Kerbau



BAB IV

PENUTUP


Kesimpulan

Kerbau merupakan ternak yang sudah lama di kenal masyarakat Indonesia. Agar usaha ini dapat memberikan keuntungan yang optimal bagi pemiliknya maka perlu diperhatikan beberapa hal yang menyangkut manajemen pemeliharaan ternak kerbau , antara lain: bibit, pakan, kandang dan peralatannya, tata laksanana pemeliharaan serta kesehatan dari ternak kerbau itu sendiri. 

Semoga bermanfaat...

0 Response to "MANAJEMEN PEMELIHARAAN TERNAK KERBAU"

Post a Comment

- Berkomentarlah dengan sopan dan bijak sesuai isi konten.
- Dilarang menyisipkan iklan, link aktif, promosi, spam, dan sebagainya.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel