KARAKTERISTIK SAPI SUMBA ONGOLE

Sapi Sumba Ongole termasuk dalam golongan sapi zebu (sapi berpunuk), keturunan murni sapi Nellore dari India yang didatangkan oleh Pemerintah Hindia Belanda ke Indonesia pada tahun 1914. Sapi ini kemudian dikembangkan secara murni di Pulau Sumba – Nusa Tenggara Timur dan merupakan sumber indukan sebagian besar Sapi Ongole di Indonesia (baca : Sapi Sumba Ongole Plasma Nutfah Pulau Sumba). 

Sapi Sumba Ongole mampu beradaptasi dengan baik di iklim tropis, oleh karena itu para peternak di Indonesia sangat menyukai sapi ini. Hanya saja pertumbuhannya cenderung lambat. Sapi ini akan mencapai dewasa pada umur 4 - 5 tahun. Banyak peternak yang menyilangkan Sapi Sumba Ongole dengan sapi jenis lain.

https://www.berbagiilmupeternakan.com/

Sapi Sumba Ongole gampang dikenali. Warna kulitnya putih, disekitar kepala sedikit lebih gelap cenderung abu-abu. Postur tubuhnya agak panjang, leher sedikit pendek dan kaki terlihat panjang. Sapi Sumba Ongole memiliki punuk besar dan bergelambir.

Adapun Karakteristik Sapi Sumba Ongole adalah sebagai berikut:

Penampilan Fisik

Secara fisik Sapi Sumba Ongole mudah dikenali, karena mempunyai ciri-ciri sebagai berikut:
  1. Warna kulitnya putih, disekitar kepala sedikit lebih gelap cenderung abu-abu.
  2. Postur tubuhnya agak panjang, leher sedikit pendek dan kaki terlihat panjang.
  3. Memiliki punuk besar dan bergelambir (lipatan-lipatan kulit yang terdapat dibagian bawah leher dan perut).
  4. Punuk tumbuh lurus dan berkembang baik pada ternak jantan
  5. Telinganya panjang dan menggantung.
  6. Kepala relatif pendek dengan profil melengkung, mata besar dan tenang.
  7. Kulit disekitar lobang mata berwarna hitam selebar ± 1 cm.
  8. Tanduk sapi betina lebih panjang dari pada sapi jantan.
  9. Tinggi sapi ongole jantan berkisar 150 cm dengan berat badan mencapai 600 Kg. Sementara itu, sapi betina memiliki tinggi badan berkisar 135 cm dan berat badan 450 Kg. 
    https://www.berbagiilmupeternakan.com/

Pertambahan Bobot Badan & Kualitas Karkas

Secara umum pertambahan bobot badan sapi ongole dapat mencapai 0,9 Kg per hari dengan kualitas karkas mencapai 45 – 58%. Rasio daging dengan tulangnya adalah 1 : 423, sapi ongole termasuk lambat untuk mencapai dewasa, yaitu sekitar umur 4 – 5 tahun.

Hasil penelitian Ngadiono (1995) Sapi Sumba Ongole yang dipelihara dengan intensif dapat memiliki rataan pertambahan bobot badan harian sebesar 0,85+0,01 kg/ekor/hari. 

Kemampuan mengkonsumsi bahan kering pakan sebesar 8,49 kg/ekor/hari atau konsumsi bahan keringnya sebesar 2,38% dari bobot badan. Selanjutnya dinyatakan pula bahwa dengan konsumsi bahan kering tersebut, sapi Sumba Ongole dapat mengkonversi pakan sebesar 10,60 kg bahan kering pakan/kg pertambahan bobot badan. 

Nilai rataan pertambahan bobot badan tersebut masih lebih rendah dari hasil penelitian Nugroho (2008) yang juga menggunakan Sapi Sumba Ongole dengan sistem pemeliharaan secara intensif yaitu, sebesar 1,29 kg/ekor/hari.

Reproduksi

Betina kawin pertama umur 18 bulan, beranak pertama umur 30 bulan, jantan kawin pertama umur 30-36 bulan. Aktivitas reproduksi induk  Sapi Sumba Ongole cepat kembali normal setelah beranak, sedangkan jantannya memiliki kualitas semen yang baik.

Keunggulan Sapi Sumba Ongole

  1. Sapi Sumba Ongole sangat cocok dikembangkan di daerah yang memiliki keterbatasan hijauan pakan, dikarenakan sapi ini menyukai pakan kering atau jerami serta  berbagai jenis pakan awetan
  2. Mampu bertahan pada suhu tinggi (40ยบ C) dengan kondisi pakan yang berkualitas rendah.
  3. Bobot badan besar, sehingga jumlah daging yang dihasilkan lebih besar.
  4. Merupakan tipe sapi potong yang baik.

Semoga bermanfaat....

0 Response to "KARAKTERISTIK SAPI SUMBA ONGOLE"

Post a Comment

- Berkomentarlah dengan sopan dan bijak sesuai isi konten.
- Dilarang menyisipkan iklan, link aktif, promosi, spam, dan sebagainya.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel