TEKNOLOGI PEMANFAATAN EMBUNG DALAM UPAYA PENGEMBANGAN PETERNAKAN SAPI DI SUMBA TIMUR

Tekad pemerintah untuk mewujudkan swasembada daging mulai semakin terasa kembali akhir-akhir ini dengan dimunculkannya program swasembada sapi dan kerbau. Salah satunya ialah dengan membuka ladang penggembalaan baru di provinsi Nusa Tenggara Timur tepatnya di pulau Sumba. 

Kegiatan ini ditandai dengan berkunjungnya Presiden RI (era Susilo Bambang Yudhuyono) dan jajarannya termasuk menteri pertanian ke Sumba Timur setelah pulang dari Australia untuk membahas kerja sama dibidang peternakan dengan pihak Australia. 

Dimana kita ketahui bersama bahwa Australia merupakan salah satu Negara penghasil sapi potong terbesar dan mempunyai iklim dan kondisi lahan yang tidak jauh berbeda dengan NTT.


Bayang - Bayang Kegagalan


Pulau Sumba yang dianugeragi potensi Sabana yang sangat luas, tidak serta merta akan memberikan jaminan keberhasilan dalam pengembangan Ternak Sapi. Sudah menjadi kelaziman jika petani terpaksa harus mengobral ternaknya pada musim kemarau karena tidak tersedianya pakan dan pasokan air. 

Kerugian yang diderita oleh petani / peternak di wilayah Sumba Timur dalam 1 (satu) musim panas bisa mencapai puluhan milyar rupiah, karena mereka terpaksa menjual ternaknya sebelum mati kelaparan, tentu dengan harga yang sangat murah.


Masalah ketersediaan pakan dan air adalah masalah klasik bagi peternak di Sumba yang belum bisa dipecahkan sampai sekarang. Jika masalah ini terpecahkan, maka kita akan optimis untuk melepas ketergantungan kita pada pasokan sapi import dari Australia.


Peluang dan Tantangan


Sabana di Sumba Timur menyediakan makanan bagi ternak yang sangat berlimpah di musim hujan, sehingga ternak yang dikembangkan mendapatkan pasokan pakan yang berlebihan, tetapi kondisi sebaliknya terjadi pada musim panas, dimana sabana mengering dan ternakpun akan kehilangan sumber pakan. 

Kondisi ini sangat menarik, karena pada dasarnya persediaan pakan (terutama rumput/hijauan) untuk kebutuhan ternak ini dapat kita sediakan asalkan terdapat pasokan air yang cukup untuk membasahi areal sabana yang ada. 

Pada dasarnya rumput di Sabana akan tetap tumbuh meskipun di musim panas jika lahan yang ada bisa kita basahi sepanjang tahun. Hal ini terbukti pada lokasi lokasi yang berdekatan dengan sumber air (Mata Air) tetap tumbuh rumput dan vegetasi lain meskipun sedang musim panas.


https://www.berbagiilmupeternakan.com/

EMBUNG


Air merupakan sumberdaya dan faktor determinan yang menentukan kinerja sektor pertanian, karenatidak ada satu pun tanaman pertanian dan ternak yang tidak memerlukan air. Meskipun perannya sangat strategis, namun pengelolaan sumberdaya air di wilayah Sumba Timur masih  jauh  dari  yang  diharapkan.


Sehingga air yang semestinya merupakan sehabat petani/peternak berubah menjadi penyebab bencana bagi petani. Teknologi Embung atau tandon air merupakan salah satu pilihan yang menjanjikan bagi petani/peternak Sumba Timur karena teknologinya sederhana, biayanya relatif murah dan dapat dijangkau kemampuan petani.


Embung atau tandon air merupakan waduk berukuran mikro di lahan pertanian ( small farm reservoir) yang dibangun untuk menampung kelebihan air hujan di musim hujan. Air yang ditampung tersebut selanjutnya digunakan sebagai sumber irigasi suplementer untuk keperluan pertanian bernilai ekonomi tinggi (high added value crops) di musim kemarau atau disaat curah hujan makin jarang. 

Embung merupakan salah satu teknik pemanenan air (water harvesting) yang sangat sesuai di segala jenis agro ekosistem. Di lahan rawa namanya pond yang berfungsi sebagai tempat penampungan air drainase saat kelebihan air di musim hujan dan sebagai sumber air irigasi pada musim kemarau. 

Sementara pada ekosistem tadah hujan atau lahan kering dengan intensitas dan distribusi hujan yang tidak merata, embung dapat digunakan untuk menahan kelebihan air dan menjadi sumber air irigasi pada musim kemarau. Secara operasional sebenarnya embung berfungsi untuk mendistribusikan dan menjamin kontinuitas ketersediaan pasokan air untuk keperluan tanaman ataupun ternak di musim kemarau dan penghujan.


https://www.berbagiilmupeternakan.com/

Tujuan


Pembuatan embung dalam upaya pengembangan peternakan sapi di Sumba Timur bertujuan antara lain untuk:


☛ Menampung air hujan dan aliran permukaan ( run off) pada wilayah sekitarnya serta sumber air lainnya yang memungkinkan seperti mata air, parit, sungai-sungai kecil dan sebagainya.


☛ Menyediakan sumber air sebagai suplesi irigasi di musim kemarau untuk ketersedian rumput/hijauan pakan sapi di padang sabana.


Sasaran


Sasaran pembangunan embung untuk pertanian antara lain:


Tertampungnya air hujan dan aliran permukaan ( run off) pada wilayah sekitarnya serta sumber air lainnya yang memungkinkan.


Tersedianya air untuk suplesi irigasi di musim kemarau untuk ketersedian rumput/hijauan pakan sapi di padang sabana.


Persyaratan Lokasi


Beberapa syarat yang harus diperhatikan sebelum melaksanakan pembuatan embung yaitu:


Kemiringan Lahan:


Embung sebaiknya dibuat pada areal yang bergelombang dengan kemiringanantara 8 - 30%. Agar limpahan  air permukaan dapat dengan mudah mengalir kedalam embung dan air embung mudah disalurkan.


Pada lahan yang datar akan sulit untuk mengisi air limpahan ke dalam embung.


Pada lahan yang terlalu miring (>30%), embung akan cepat penuh dengan endapan tanah karena erosi.


Lokasi:


Penempatan embung sebaiknya dekat dengan saluran air yang ada disekitarnya, supaya pada saathujan, air dipermukaan tanah mudah dialirkan ke dalam embung.


Lebih baik lagi kalau dibuat di dekat areal sabana yang akan diairi.


Memiliki daerah tangkapan hujan.


Ukuran Embung


Embung bisa dibangun secara individu atau berkelompok, tergantung keperluan dan luas areal sabana yang akan diairi.


Bentuk Embung


Bentuk embung sebaiknya dibuat bujur sangkar atau mendekati bujur sangkar, hal tersebut dimaksudkan agar diperoleh Wiling yang paling pendek, sehingga resapan air melalui tanggul lebih sedikit.



Demikian sekilas mengenai Embung sebagai salah satu upaya mengatasi masalah pasokan air dan rumput/hijauan bagi para petani/peternak di Sumba Timur.


Dengan tersedianya pasokan pakan dan air yang cukup, maka kwalitas ternak sapi yang dihasilkan akan terjaga, baik pada musim hujan maupun pada musim kemarau. Hal ini memberikan keuntungan bagi peternak karena tidak harus obral sapi saat musim kemarau.



SEMOGA BERMANFAAT

0 Response to "TEKNOLOGI PEMANFAATAN EMBUNG DALAM UPAYA PENGEMBANGAN PETERNAKAN SAPI DI SUMBA TIMUR"

Post a Comment

- Berkomentarlah dengan sopan dan bijak sesuai isi konten.
- Dilarang menyisipkan iklan, link aktif, promosi, spam, dan sebagainya.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel