SAPI SUMBA ONGOLE (SO) PLASMA NUTFAH PULAU SUMBA

Sapi Ongole adalah keturunan sapi liar Bos Indicus yang berhasil dijinakan di India. Di Indonesia, sapi ini dapat dibedakan menjadi dua kelompok yaitu Sumba Ongole (SO) dan Sapi Peranakan Ongole (PO). Sapi Sumba Ongole adalah keturunan murni sapi Nellore dari India yang didatangkan ke Indonesia. Sapi ini kemudian dikembangkan secara murni di Pulau Sumba dan merupakan sumber indukan sebagian besar Sapi Ongole di dalam negeri.

Sapi- sapi ongole asal India dimasukkan kali pertama oleh Pemerintah Hindia Belanda ke Pulau Sumba, pada awal abad ke-20, sekitar tahun 1906 - 1907. Dari empat jenis sapi, yang dimasukkan ke Sumba saat itu, yaitu sapi bali, sapi madura, sapi jawa, dan sapi ongole. Ternyata hanya sapi ongole yang mampu beradaptasi dengan baik dan berkembang dengan cepat, di pulau yang sangat panjang musim kemaraunya ini.


Sekitar tujuh atau delapan tahun kemudian, pada tahun 1914, Pemerintah Hindia Belanda menetapkan Pulau Sumba sebagai pusat pembibitan sapi ongole murni. Upaya ini disertai dengan memasukkan 42 ekor sapi ongole pejantan, berikut 496 ekor sapi ongole betina serta 70 ekor anakan ongole. Pada tahun 1917, untuk pertama kali, Sapi Sumba Ongole diekspor ke daerah Sulawesi Utara, Kalimantan, dan Jawa.

Dalam laporan tahunan Dinas Peternakan Kabupaten Sumba Timur (1989) tercatat, pada tahun 1917 Pulau Sumba sudah mengekspor enam ekor bibit Sapi Sumba Ongole pejantan. Dua tahun kemudian pada tahun 1919, ekspor Sapi Sumba Ongole dari Pulau Sumba tercatat sebanyak 254 ekor, dan pada tahun 1929 meningkat mencapai 828 ekor. Sapi-sapi asal Sumba ini pun memiliki merek dagang, sapi Sumba Ongole (SO).

Perkembangan selanjutnya, Sumba kembali ditetapkan sebagai pusat pembibitan sapi ongole murni di masa pemerintahan Presiden Soeharto, melalui Undang-Undang Pokok Peternakan dan Kesehatan Hewan Nomor 6 Tahun 1967.
Sapi Sumba Ongole
Sapi Sumba Ongole gampang dikenali. Warna kulitnya putih, disekitar kepala sedikit lebih gelap cenderung abu-abu. Postur tubuhnya agak panjang, leher sedikit pendek dan kaki terlihat panjang.

Sapi Sumba Ongole memang menjadi ciri khas Pulau Sumba, terutama Sumba Timur. Selain sapi, kekhasan lain Sumba Timur adalah padang rumputnya yang luas (sabana). Bentangan sabana kering tampak bagaikan lautan menguning. Kemarau panjang mencapai puncaknya di bulan Oktober. Kondisi alam yang menantang ini menjadi rutinitas bagi sebagian penduduk di Pulau Sumba, yang mengandalkan penghidupan mereka sebagai penggembala.

Berlangganan update artikel terbaru via email:

0 Response to "SAPI SUMBA ONGOLE (SO) PLASMA NUTFAH PULAU SUMBA"

Post a Comment

- Berkomentarlah dengan sopan dan bijak sesuai isi konten.
- Dilarang menyisipkan iklan, link aktif, promosi, spam, dan sebagainya.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel