PEMANFAATAN LIMBAH PERTANIAN SEBAGAI PAKAN TERNAK RUMINANSIA

BAB I

PENDAHULUAN

Latar Belakang

Peningkatan produksi dan produktivitas ternak sangat tergantung dari tiga faktor yaitu pakan, pemuliabiakan dan pemeliharaan. Pakan bagi ternak ruminansia tergantung dari penyediaan hijauan dengan jumlah cukup, berkualitas tinggi dan berkesinambungan sepanjang tahun. Rendahnya nilai gizi dan fluktuasi produksi hijauan pakan sepanjang tahun merupakan masalah penyediaan pakan di Indonesia sampai saat ini. 

Upaya menyediakan pakan yang cukup bagi ternak adalah memanfaatkan seoptimal mungkin lahan pertanian, melalui pola integrasi maupun diversifikasi, dan memanfaatkan ternak ruminansia sebagai "pabrik hidup" yang dapat memanfaatkan limbah pertanian sebagai pakan sekaligus menyediakan pupuk organik. Melalui inovasi teknologi, limbah pertanian dan industri dapat dimanfaatkan sebagai sumber pakan ternak yang potensial. 

Keunggulan pengembangan pakan berbasis bahan baku lokal antara lain: 1) harga lebih murah, 2) mudah dalam pengumpulan dan distribusi produk, 3) nilai tambah dari kegiatan pengolahan diperoleh langsung peternak, 4) dapat menumbuh kembangkan embrio usaha agroinput pada skala usaha kecil-menengah di sentra produksi ternak, serta 5) membantu penyediaan bahan pakan seimbang.
https://www.berbagiilmupeternakan.com/
Silase Limbah Tanaman Jagung

Tujuan Penulisan

Tujuan penulisan makalah ini adalah untuk mendapatkan gambaran potensi limbah pertanian dan industri pertanian, serta teknologi pengolahannya sebagai bahan pakan alternatif yang layak dan aman bagi ternak dan mampu meningkatkan produk pangan, terutama daging yang dihasilkannya.

Manfaat Penulisan

Manfaat dari penulisan makalah ini adalah diperolehnya informasi potensi limbah pertanian dan industri pertanian, serta teknologi pengolahannya sebagai bahan pakan alternatif yang layak dan aman bagi ternak maupun manusia sesuai wilayah, serta meletakkan dasar bagi pengembangan teknologi pengolahan, dan penerapannya. 


BAB II

TINJAUAN PUSTAKA


Limbah

Limbah adalah zat atau bahan buangan yang dihasilkan dari proses kegiatan manusia (Ign Suharto, 2011 :226).  Limbah dapat berupa tumpukan barang bekas, sisa kotoran hewan, tanaman, atau sayuran. Keseimbangan lingkungan menjadi terganggu jika jumlah hasil buangan tersebut melebihi ambang batas toleransi lingkungan. 

Apabila konsentrasi dan kuantitas melibihi ambang batas, keberadaan limbah dapat berdampak negatif terhadap lingkungan terutama bagi kesehatan manusia sehingga perlu dilakukan penanganan terhadap limbah. Tingkat bahaya keracunan yang ditimbulkan oleh limbah bergantung pada jenis dan karakteristik limbah.

Limbah Pertanian

Limbah pertanian adalah sisa dari proses produksi pertanian. Limbah pertanian antara lain berupa kotoran ternak, jerami padi, jerami kacang-kacangan, serasah dan ranting tumbuhan (Siti agustina at all 2005).

Limbah pertanian merupakan sumber bahan organik yang tersedia dalam jumlah banyak dan terus menerus diproduksi tapi belum termanfaatkan secara optimal. Limbah tersebut dihasilkan selama proses produksi di lapangan, panen, dan pasca panen. Beberapa limbah pertanian mengandung bahan organik berupa karbohidrat, protein, lemak, dan bahan penyusun lainnya (Syafitrie, 2001).

Limbah pertanian adalah bagian tanaman pertanian diatas tanah atau bagian pucuk, batang yang tersisa setelah panen atau diambil hasil utamanya (M. Amir S,et all 2005). Berdasarkan artinya pengertian limbah pertanian dapat disimpulkan sebagai bahan yang dibuang dari sector pertanian.
 
https://www.berbagiilmupeternakan.com/
Pakan Dari Limbah Pertnaian

Beberapa contoh dari limbah pertanian antara lain adalah; jerami padi, jerami jagung, jeramai kacang tanah dan jerami kedelai dan lain sebagainya (Sasse et al.,1995). Menurut Hartono (1998), Limbah pertanian dapat diklasifikasikan ke dalam beberapa jenis limbah yaitu limbah pra panen dan saat panen serta limbah pasca panen. Limbah pasca panen terbagi atas limbah sebelum diolah dan limbah setelah diolah atau sering dikenal dengan limbah industry pertanian.


BAB III

PEMBAHASAN


Pakan merupakan salah satu faktor terpenting dalam semua usaha peternakan. Produktivitas/performans ternak 70% dipengaruhi oleh faktor lingkungan dan 30% oleh faktor genetik. Ini berart walaupun secara genetik ternak memiliki potensi yang bagus akan ttapi lingkungan tidak mendukung maka performans nya tidak maksimal. 

Dari faktor lingkungan ini pakan paling berpengaruh yaitu mencapai 60%, jadi tidaklah heran jika pakan menjadi hal yang paling diperhatikan dalam pemeliharaan ternak. Karena besarnya pengaruh pakan terhadap produksi maka biaya yang dikeluarkan untuk pengadaan pakanpun tidak bisa dianggap ringan, bahkan biaya pakan ini mencapai 60 - 80% dari total biaya produksi. Oleh karena itu jika usaha ternak kita dapat engemat biaya pakan akan sangat besar pengaruhnya terhadap produktivitas usaha.

Pada usaha ternak sapi dan ternak ruminansia lainnya dimana ketersediaan pakan berupa hijauan mutlak dibutuhkan, dengan adanya perubahan alih fungsi lahan dan perubahan iklim akan membatasi ketersediaan bahan pakan bagi ternak tersebut.

Untuk itu integrasi dengan usaha pertanian merupakan alternatif untuk mengembangkan usaha peternakan yang berkesinambungan. Optimalisasi pemanfaatan limbah pertanian dan agroindustri dapat memperbaiki ketersediaan pakan bagi ternak ruminansia. 

Akan tetapi biasanya limbah pertanian memiliki kualitas yang kurang baik untuk pakan ternak, maka perlu adanya pengolahan terlebih dahulu untuk menngkatkan mutu dari bahan pakan limbah pertanian misalnya dengan amoniasi atau dengan fermentasi.
https://www.berbagiilmupeternakan.com/
Amoniase Limbah Pertanian Jerami

Secara bahan pakan asal pertanian dapat dikelompokan menjadi 2 yaitu bahan limbah pertanian dan bahan limbah agroindustri. Bahan limbah pertanian misalnya jerami padi, jerami jagung, jerami kacang tanah, jerami kedelai, tumpi jagung, tonggkol jagung, kulit kacang tanah, pelepah sawit dll, sedangkan limbah agro industri misalnya dedap padi, ampas tahu, ampas pabrik roti, bungkil kelapa, kedelai afkir dll.

Pemanfaatan limbah pertanian sebagai pakan ternak akan mengurangi ketergantungan terhadap pakan hijauan dari hasil budidaya yang kita ketahui bahwa lahan untuk budidaya pakan ternak terbatas jumlahnya. Selain itu juga dapat menekan biaya pakan karena limbah pertanian (khususnya jerami) harganya murah. Dari  sudut pandang pertanian pemanfaatan limbah ini akan meningkatkan nilai tambah, karena limbah yang biasanya hanya dibakar dapat memiliki nilai ekonomi.

Pemanfaatan Limbah Pertanian 

Limbah adalah sisa atau hasil ikutan dari produk utama limbah. Limbah pertanian adalah bagian tanaman pertanian diatas tanah atau bagian pucuk, batang yang tersisa setelah dipanen atau diambil hasil utamanya (Sutrisno,2002) dalam Sitorus (2002) dan merupakan pakan alternatif yang digunakan sebagai pakan, khususnya ruminansia (Widiyanto, 1993) dalam Sitorus (2002). 

Beberapa limbah pertanian yang potensial dan belum banyak dimanfaatkan secara optimal berturut-turut antara lain jerami padi, jerami jagung, pucuk tebu, jerami kedele, jerami ketela rambat dan jerami kacang tanah (Soejono et al., 1988; Van Bruchem dan Sutanto, 1988; Widiyanto, 1993; Pangestu,1995; Widyati et al., 1997) dalam Sitorus (2002) Bahan baku pakan asal pertanian secara umum dapat dikelompokkan menjadi: Limbah pertanian dan limbah agroindustri. 

Bahan baku pakan yang termasuk limbah pertanian dan agroindustri disajikan pada Table 1 (Agustini, 2010).
https://www.berbagiilmupeternakan.com/


Pemanfaatan Limbah Pertanian Sebagai Pakan Ternak Ruminansia

Pada peternak masih rendah karena  rendahnya tingkat pemanfaatan limbah pertanian sebagai pakan disebabkan peternak  membakar limbah (jerami padi/jagung/ ubi jalar) setelah panen dimana limbah ini berfungsi sebagai pupuk organik di samping itu adanya anggapan dari peternak  bahwa hijauan pakan tersedia dalam jumlah yang mencukupi dilahan pekarangan, sawah dan kebun untuk kebutuhan ternak. 

Penelitian (Syamsu, 2007) dalam Liana & Febrina (2011) menunjukkan hanya 37.88% peternak di Sulawesi Selatan yang menggunakan limbah pertanian sebagai pakan.   Beberapa faktor yang menyebabkan peternak tidak menggunakan limbah tanaman pangan sebagai pakan adalah Liana & Febrina (2010) : 

a) Umumnya petani membakar limbah tanaman pangan terutama jerami padi karena secepatnya akan dilakukan pengolahan tanah; 

b) Limbah tanaman pangan bersifat kamba sehingga menyulitkan peternak untuk mengangkut dalam jumlah banyak untuk diberikan kepada ternak, dan umumnya lahan pertanian jauh dari pemukiman peternak sehingga membutuhkan biaya dalam pengangkutan; 

c) Tidak tersedianya tempat penyimpanan limbah tanaman pangan, dan peternak tidak bersedia menyimpan/menumpuk limbah di sekitar rumah/kolong rumah karena takut akan bahaya kebakaran; 

d) Peternak menganggap bahwa ketersediaan hijauan di lahan pekarangan, kebun, sawah masih mencukupi sebagai pakan ternak. 

Di sentra-sentra penghasil padi, banyak jerami yang dibuang atau dibakar begitu saja setelah bulir-bulir padi dipanen. Padahal jerami tersebut setelah dikeringkan dan disimpan dengan baik digudang dapat dimanfaatkan untuk bahan pakan  ternak ruminansia andalan. 

Dengan memiliki persediaan jerami padi kering, peternak tak perlu lagi ngarit (mencari rumput) atau membeli hijauan segar untuk pakan sapi (Saswono & Arianto, 2006). Selama ini hampir 50% jerami padi dibakar, abunya dikembalikan ke tanah sebagai kompos dan hanya 35% yang digunakan sebagai pakan ternak. 

Sistem integrasi ternak dengan tanaman pangan tidak hanya meningkatkan nilai tambah limbah pertanian yang dihasilkan, tetapi juga meningkatkan jumlah dan kualitas pupuk organik yang berasal dari ternak sehingga mampu memperbaiki kesuburan lahan (Maryono, 2010).

https://www.berbagiilmupeternakan.com/


Pada tabel 2 dapat dilihat bahwa limbah pertanian memiliki kandungan serat kasar yang tinggi namun terdapat melimpah dialam sehingga perlu adanya pemanfaatan yang lebih lanjut dengan sentuhan teknologi menurut (Saswono & Arianto, 2006) bahwa hampir semua limbah pertanian tanaman pangan dapat dimanfaatkan untuk bahan pakan sapi. 

Walaupun hampir semua limbah pertanian itu mengandung serat kasar tinggi, tetapi dengan sentuhan teknologi sederhana limbah itu dapat diubah menjadi pakan bergizi dan sumber energi bagi ternak.


BAB IV

PENUTUP


Kesimpulan

Pemanfaatan limbah sebagai pakan ternak merupakan suatu alternative bijaksana dalam upaya memenuhi kebutuhan nutrisi bagi ternak. Mengingat penyediaan rumput dan hijauan pakan lainnya sangat terbatas.

Pemanfaatan limbah pertanian sebagai pakan ternak akan mengurangi ketergantungan terhadap pakan hijauan dari hasil budidaya yang kita ketahui bahwa lahan untuk budidaya pakan ternak terbatas jumlahnya. Selain itu juga dapat menekan biaya pakan karena limbah pertanian (khususnya jerami) harganya murah. 

Dari  sudut pandang pertanian pemanfaatan limbah ini akan meningkatkan nilai tambah, karena limbah yang biasanya hanya dibakar dapat memiliki nilai ekonomi.

0 Response to "PEMANFAATAN LIMBAH PERTANIAN SEBAGAI PAKAN TERNAK RUMINANSIA"

Post a Comment

- Berkomentarlah dengan sopan dan bijak sesuai isi konten.
- Dilarang menyisipkan iklan, link aktif, promosi, spam, dan sebagainya.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel