MAKALAH DINAMIKA KELOMPOK TANI TERNAK

BAB I

PENDAHULUAN

LATAR BELAKANG

Tidak bisa dipungkiri kondisi peternak dan kelompok tani ternak secara makro belum sesuai dengan harapan, oleh sebab itu dalam rangka pemberdayaan peternak, pemerintah telah mengembangkan metode pembinaan serta berbagai kelembagaan yang diarahkan kepada tercapainya landasan yang kuat bagi peternak untuk berswadaya. 

Salah satu kelembagaan yang dikembangkan tersebut adalah kelompok tani ternak, yaitu kelompok yang berfungsi sebagai kelas belajar mengajar, unit produksi, wahana kerja sama, serta kegiatan usaha.
https://www.berbagiilmupeternakan.com/
Dinamika Kelompok Tani

Mekanisme terbentuknya kelompok tani ternak adalah melalui interaksi antara para peternak dan penyuluh peternakan, yang mendapat dukungan dari tokoh formal maupun informal masyarakat. Dalam proses terbentuknya kelompok tani ternak, peranan penyuluh dan ketua kelompok sangat penting, karena minat untuk bergabung dalam kelompok tani ternak tergantung dari kepemimpinan dan contoh dari ketua kelompok dan penyuluh tersebut.

Dari kenyataan tersebut timbul pertanyaan mengapa peternak tidak seluruhnya berpartisipasi dalam kegiatan – kegiatan kelompok itu. Dengan perkataan lain mengapa kelompok tani ternak kurang mempunyai daya tarik bagi para anggotanya? Bukankah tujuan dari kegiatan kelompok tersebut adalah untuk meningkatkan produksi dan produktivitas usaha tani ternak, serta tingkat kesejahteraan peternak.

TUJUAN

Adapun tujuan dari penulisan makalah ini adalah untuk; 1) mengetahui bagaimana struktur organisasi dan kerjasama kelompok tani ternak, 2)mengidentifikasi potensi sumberdaya alam dan sumberdaya manusia kelompok tani ternak, 3) mengetahui faktor- faktor yang menentukan kemampuan kelompok tani ternak.

MANFAAT PENULISAN

Makalah ini diharapkan dapat menyumbangkan rekomendasi pemikiran yang berhubungan dengan tata cara untuk mengembangkan peranan dan pembinaan kelompok tani ternak dalam memberdayakan peternak.


BAB II

TINJAUAN PUSTAKA



DINAMIKA KELOMPOK

Istilah dinamika berasal dari bahasa inggris “dynamics” yang berarti mempunyai gairah atau semangat untuk bekerja. Sisi lain dinamika berarti adanya intraksi, saling mempengaruhidan ketergantungan antara anggota kelompok satu sama lain secara timbal balik diantara Anggota kelompok dengan kelompok secara  keseluruhan (Adjid, 1978 ).

Dinamika kelompok adalah suatu kelompok yang teratur dari dua individu atau lebih yang mempunyai hubungan psikologis secara jelas antara anggota yang satu dengan yang lain (Rusidi, 1978). Dinamika kelompok menguraikan kekuatan-kekuatan yang terdapat dalam situasi kelompok yang menentukan perilaku kelompok dan anggotanya (Maslow, 1954).

Pengertian dinamika kelompok merupakan suatu metode dan proses yang bertujuan meningkatkan nilai kerjasama kelompok ini berusaha menumbuhkan dan membangun kelompok yang semula terdiri dari kumpulan individu yang belum saling mengenal satu sama lain menjadi satu kesatuan kelompok dengan satu tujuan,satu norma,dan satu cara pencapaiannya yang disepakati bersama (Kartasapoetra, 1994).

KELOMPOK TANI TERNAK

Kelompok tani ternak adalah kelompok tani yang beranggotakan peternak-peternak atau pemelihara ternak dan dimasyarakat lebih dikenal dengan kelompok ternak (Rusidi, 1978). Biasanya komoditas ternak yang dipelihara adalah sejenis sehingga memunculkan kelompok ternak sapi, kelompok ternak kambing, kelompok ternak domba, kelompok ternak ayam dan sebagainya (Hamijoyo,1974).
https://www.berbagiilmupeternakan.com/
Dinamika Kelompok Tani Ternak

Menurut Kartasapoetra (1994), kelompok tani ternak bukan hanya sekumpulan anggota yang memiliki keinginan dan kepentingan bersama yang tergabung dalam sebuah wadah kelompok tani akan tetapi juga sebagai sarana untuk pengembangan diri dalam berorganisasi  dan pengembangan ternaknya. 

Kelompok menjadi wadah kelas belajar mengajar yang didalamnya setiap anggota memperoleh pengetahuan sehubungan dengan bidang usaha yang ditekuni dan sumber pembelajarannya dapat berasal dari sesama anggot, kelompok lain, lembaga swasta maupun pemerintah.Anggota dapat menarik manfaat yang lebih baik dengan berkelompok daripada ketika tidak berkelompok. 

Kelompok tani ternak yang baik mampu mengembangkan diri dengan selalu kreatif dan berinovasi menyesuaikan dengan perkembangan teknologi dan kondisi sosial masyarakat di sekitarnya. Kelompok yang demikian memiliki kegiatan yang penuh variasi sehingga keberadaan kelompok sangat mendukung untuk peningkatan kesejahteraan anggota. 

Variasi kegiatan kelompok tani ternak, berupa pengolahan pakan ternak dari limbah pertanian, pengawetan pakan ternak, peningkatan angka kelahiran ternak dengan penerapan teknologi reproduksi modern berupa embrio transfer dan inseminasi buatan, pengolahan kotoran ternak menjadi pupuk organik, pengolahan kotoran ternak menjadi energi terbarukan berupa biogas dan sebagainya.


BAB III

PEMBAHASAN



Yang menjadi pokok permasalahan dalam penulisan makalah ini adalah bagaimana peranan para anggota kelompok ternak dapat lebih dikembangkan. Mengetahui tingkat peranan kelompok ternak sama dengan mengukur dinamika kelompok tersebut untuk mencapai tujuan bersama. Untuk itu terlebih dulu penting untuk diketahui motor penggerak dinamika perkembangan kelompok tani ternak tersebut. 

Adjid ( 1978 ), mengatakan bahwa suatu kelompok sosial mempunyai “External Structure atau Sosio Group dan Internal Structure atau Phycho Group“. Yang dimaksud External Structure adalah dinamika dari kelompok untuk menanggapi tugas yang timbul karena adanya tantangan dari lingkungan dalam rangka mewujudkan cita- cita yang menjadi dasar terbentuknya kelompok tersebut. 

Sedangkan Internal Structure adalah pranata atau norma yang mengatur hubungan antar anggota dalam kelompok sehingga setiap anggota memperoleh kedudukan, peranan dan kewajiban tertentu yang berkaitan dengan ketentuan distribusi fasilitas, kekuasaan ,dan prestasi kerja.

Peningkatan prdoduktivitas usaha tani merupakan external structure sedangkan internal structure akan berkembang sebagai hasil interaksi sosial dari kelompok tersebut dalam melaksanakan tugasnya. (Rusidi, 1978), menjelaskan bahwa kita perlu mengetahui ciri- ciri suatu kelompok yang kompak (kohesif). 

Kekompakan(cohesivenese) yaitu daya lekat yang terjadi sebagai resultante dari segala kekuatan kegiatan seluruh orang yang terlibat dalam kelompok tersebut untuk tetap tinggal didalamnya. Tertariknya orang tersebut tetap tinggal dalam kelompok tersebut serta tetap aktif, dapat ditinjau dari : yang pertama dari segi mengapa orang- orang tersebut tertarik, dan yang kedua mengapa kelompok itu mempunyai daya tarik.
https://www.berbagiilmupeternakan.com/
Ilustrasi Dinamika Kelompok Tani Ternak

Maslow (1954), menyebutkan bahwa motif orang untuk berkelompok, terdorong oleh maksud untuk memenuhi berbagai kebutuhan antara lain : untuk survive, seperti kebutuhan fisik sehari- hari, kebutuhan akan keselamatan, kebutuhan sosial, kebutuhan untuk memeproleh kekuasaan dan lain- lainnya yang diharapkan dapat dipenuhi dari kelompok tersebut. 

Dengan demikian dari pihak kelompok tani ternak harus memiliki daya tarik, hal ini dapat tercermin dari tujuan kelompok, rencana kelompok, dan posisinya atau perananannya dalam masyarakat. Atau dengan kata lain bahwa kelompok tani ternak itu menjadi objek kebutuhan atau tujuan kelompok tersebut dapat memberi kepuasan untuk memperoleh kebutuhan, adanya kesamaan antara tujuan kelompok tani ternak dengan tujuan pribadinya. 

Sehingga perlu diteliti latar belakang yang mendorong usaha atau keinginan untuk melakukan usaha demi pemenuhan dengan keberhasilan ( hasrat dari peternak) termasuk motif berkelompok.

Setelah diketahui motif yang sebenarnya dari peternak, kemudian perlu diteliti factor lain yang berpengaruh terhadap kekompakan suatu kelompok, antara lain: tergantung dari struktur dan tingkat kepemimpinan dari kelompok tersebut. Berhubung secara fisik kelompok tani ternak itu telah mempunyai struktur organisasi, adanya pengurus (ketua, penulis, keuangan), peternak maju, peternak peserta, maka sudah dapat diduga bahwa otoritas dan wewenang serta sesuatu komunikasi akan berjalan menurut hirarki.

Kartasapoetra (1994), mengatakan kegiatan penyuluhan telah banyak membantu para peternak menolong dirinya sendiri (self helf) yang dari padanya dengan didasari semangat gotong royong yang tinggi dan penuh toleransi mampu memecahkan persoalan yang dihadapinya. Persoalan tersebut timbul karena adanya keinginan untuk hidup sejahtera dengan meningkatkan income sebesar- besarnya dan kebutuhan akan cara- cara atau teknologi baru yang mereka yakini dapat meningkatkan prduksi, pendapatan serta kesejahteraan mereka. 

Disamping hal tersebut penyuluhan juga dapat menjembatani gap antara praktek yang biasa dilakukan petani dengan pengetahuan dan teknologi yang selalu berkembang yang menjadi kebutuhan petani tersebut. Yang tidak kalah pentingnya penyuluhan berfungsi sebagai penyampai, pengusaha, dan penyesuai program nasional dan regional agar dapat diikuti dan dilaksanakan peternak dan sebaliknya program dari para peternak dan partisipasinya dapat diperhatikan oleh Pemerintah.

Ketua kelompok tani ternak mempunyai pengaruh positif dilingkungannya karena mereka aktif membantu pemerintah dan dapat bekerjasama dengan baik dengan Penyuluh Lapangan serta produktivitas usaha tani ternaknya cukup tinggi, mempunyai sifat keterbukaan, banyak mebantu para petani dalam memecahkan pesmasalahan yang dihadapi. 

Biasanya ketua kelompok merupakan peternak berpengalaman banyak dalam usaha ternaknya, dinamis dan mempunyai pandangan positif terhadap teknologi baru. (Kartasapoetra, 1994). 

Perkembangan tingkat adopsi inovasi teknologi baru antara lain ditentukan oleh perkembangan kegiatan penyuluhan. Sedangkan proses penerimaan atau penolakan inovasi teknologi baru tidak berjalan secara langsung dari sumbernya kepada peternak. 

Akan tetapi proses ini berjalan melalui penyaring atau filter yang berupa tokoh- tokoh opini formal dan in formal, yang menyaring bagian- bagian apa dan sampai sejauh mana informasi tersebut diteruskan kepada peternak, dan mau membuka atau menutup pintu social, untuk menerima atau menolak teknologi baru itu. Dengan kata lain pemindahan teknologi baru tidak berlangsung menurut langkah tunggal (one step flow of transfer) tetapi langkah ganda (multy step flow of transfer) (Hamijoyo,1974).

Perkembangan dari kelompok tani ternak, disamping ditentukan oleh aktivitas dari kelompok ternak itu sendiri, juga dipengaruhi dan ditentukan oleh kegiatan Penyuluh Peternakan. Implementasi rencana kerja dari kelompok tani akan tergantung kepada adanya kegiatan yang dilakukan oleh Penyuluh untuk mendukungnya. 

Program kerja penyuluhan yang baik apabila dibuat dengan memperhitungkan serta mempertimbangkan gambaran yang tersusun dalam monografi wilayah, terutama kondisi dan situasi serta problema yang dihadapi para peternak, peranan dan kemampuan penyuluh, alat bantu penyuluhan serta kesulitan atau hambatan yang mungkin timbul selama pelaksanaannya. (Kartasapoetra, 1994).
https://www.berbagiilmupeternakan.com/
Dinamika Kelompok Tani

Manusia banyak belajar dengan mencoba serangkaian tindakan yang beragam. Tingkat tindakan yang dilakukan tergantung pada penghargaan yang diterima. Jika memperoleh penghargaan , percobaan akan sering dilakukan tetapi jika gagal maka akan ragu- ragu untuk memulai kegiatan baru lagi dengan demikian penyuluh mempunyai tugas untuk meneguhkan pendirian petani. 

Seseorang dengan tingkat penilaian diri atau pengendalian perilaku yang tinggi, apabila mereka gagal dalam berusaha akan mengulanginya lagi sampai berhasil dengan baik dan begitu juga sebaliknya.


BAB IV

PENUTUP



KESIMPULAN

1.Kelompok tani ternak adalah kelompok tani yang beranggotakan peternak-peternak atau pemelihara ternak dan dimasyarakat lebih dikenal dengan kelompok ternak.

2.Kelompok tani ternak bukan hanya sekumpulan anggota yang memiliki keinginan dan kepentingan bersama yang tergabung dalam sebuah wadah kelompok tani akan tetapi juga sebagai sarana untuk pengembangan diri dalam berorganisasi  dan pengembangan ternaknya. 
  
  Kelompok menjadi wadah kelas belajar mengajar yang didalamnya setiap anggota memperoleh pengetahuan sehubungan dengan bidang usaha yang ditekuni dan sumber pembelajarannya dapat berasal dari sesama anggot, kelompok lain, lembaga swasta maupun pemerintah.Anggota dapat menarik manfaat yang lebih baik dengan berkelompok daripada ketika tidak berkelompok.

3.Mengetahui tingkat peranan kelompok tani sama dengan mengukur dinamika kelompok tersebut untuk mencapai tujuan bersama. Untuk itu terlebih dulu penting untuk diketahui motor penggerak dinamika perkembangan kelompok tani ternak tersebut. 

SARAN

Agar kemampuan kelompok semakin tinggi dan kuat maka pendampingan rutin dan berkelanjutan sangat diperlukan dengan berbagai metode maupun modifikasinya.

Berlangganan update artikel terbaru via email:

0 Response to "MAKALAH DINAMIKA KELOMPOK TANI TERNAK"

Post a Comment

- Berkomentarlah dengan sopan dan bijak sesuai isi konten.
- Dilarang menyisipkan iklan, link aktif, promosi, spam, dan sebagainya.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel