KASTRASI PADA TERNAK

Salah satu aspek penting dalam tatalaksana manajemen pemeliharaan dan perawatan ternak untuk tujuan penggemukan  (ternak potong) adalah proses kastrasi atau yang lebih populer dikenal dengan istilah pengebirian.

Kastrasi / pengebirian adalah usaha untuk  menghilangkan fungsi reproduksi ternak jantan sebagai pejantan atau pemacek, dengan cara menghambat proses pembentukan dan pengeluaran sperma. 

https://www.berbagiilmupeternakan.com/
Kastrasi Pada Ternak
Kastrasi dapat dilakukan dengan jalan mengikat, mengoperasi maupun memasukan cairan tertentu kedalam organ tubuh tertentu. Umumnya umur ternak yang akan dikastrasi haruslah yang berumur muda karena mengkastrasi ternak tua membawa resiko yang lebih berat dan akan mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan ternak selanjutnya yang dipersiapkan sebagai ternak potong (penggemukan). 

Pada sapi, domba dan babi perlakuan  kastrasi dapat berpengaruh terhadap pertumbuhan, koefesien konversi makanan, kualitas karkas (Turton, 1962), juga pada kecepatan metabolisme dan pertumbuhan tulang (Rice, 1957).

Dalam kondisi atau suasana di daerah pedesaan, pelaksanaan kastrasi terkadang tidak mengikuti prosedur atau sejalan dengan standar operasional kesehatan yang diinginkan.  Misalnya, kalau tidak tersedia alat potong atau alat bedah, maka masyarakat menggunakan bambu yang diruncingkan untuk memudahkan peternak melakukan pembedahan atau pemotongan.  

Hal lain sering dilakukan, yaitu dalam kondisi sederhana, selesai proses pembedahan, jika tidak tersedia yodium atau alcohol, maka abu yang berasal dari perapian atau tungku di dapur digunakan untuk mengobati atau mengeringkan luka pada bagian yang dibedah sekaligus mempercepat proses penyembuhan dan pencegahan infeksi.  Yang perlu diperhatikan yaitu dampaknya terhadap ternak yang dikastrasi.  

Oleh karenanya sepanjang bisa dilakukan secara sederhana, aspek kebersihan peralatan dan kondisi kesehatan ternak menjadi hal utama yang harus diperhatikan.

Tujuan dilakukannya kastrasi adalah:

  1. Agar kualitas daging lebih baik.Mengurangi tingkat agresifitas ternak.
  2. Mencegah terjadinya perkawinan ternak yang tidak diinginkan atau ternak yang tidak lolos seleksi sesuai standar produksi yang ditargetkan. 
  3. Untuk penggemukan ternak jantan.
  4. Memenuhi permintaan pemilik untuk tujuan tertentu.

Manfaat Kastrasi adalah:

  1.  Mengurangi biaya produksi atau pemborosan biaya yang tidak diinginkan. 
  2. Mendapatkan ternak yang bertempramen lebih jinak sehingga memudahkan dalam menghandel ternak tersebut. 
  3. Ternak yang jinak lebih cenderung sedikit aktivitas geraknya sehingga energinya bisa dihemat untuk pembentukan daging.

Berdasarkan cara melakukan kastrasi dikenal dua bentuk, yaitu Kastrasi Tertutup dan Kastrasi Terbuka. Kastrasi tertutup biasanya dilakukan terhadap ternak yang memilki alat kelamin menggantung dan menjauh dari tubuh misalnya seperti pada ternak kambing dan sapi. 

Sedangkan Kastrasi terbuka umum dilakukan pada ternak yang kelaminnya menempel atau dekat dengan tubuhnya contohnya ternak babi.


Kastrasi Tertutup  merupakan salah satu bentuk kastrasi/pengebirian dengan cara mengikat/menjepit saluran yang menuju testes (leher scrotum) menggunakan karet atau tang burdizzo, dengan tujuan untuk menghambat saluran tes-tes dan akhirnya fungsi tes-tes semakin lama semakin mengering dan mati karena tidak memperoleh zat-zat makanan. 

Cara ini tidak menimbulkan luka dan pendarahan oleh sebab itu itu kastrasi ini disebut  dengan metode tertutup. Hasil akhir dari pelaksaan kastrasi tertutup dapat dilihat pada bulan berikutnya. 

Bila secrotum yang dijepit itu tetap tumbuh besar maka kastrasi tersebut dikatakan gagal sedangkan apabila secrotum itu mengecil dan hilang sama sekali itu berarti kastrasi yang dilakukan berhasil.

Kastrasi Terbuka  adalah kastrasi yang dilakukan dengan jalan pembedahan untuk mengeluarkan testes, cara ini efektif dilakukan pada ternak yang berumur  7-14 hari. Kastrasi pada usia dewasa tidak terlalu berpengaruh terhadap pertumbuhan, namun dapat memperbaiki kualitas karkas daging setelah  ternak dipotong, ternak yang dikastrasi pembawaannya akan lebih tenang dan pertumbuhannya cepat.  

Sebaiknya ternak yang akan dikastrasi  berumur tidak lebih dari 8 bulan, sebab setelah umur lebih dari 8 bulan mudah mengalami cekaman dan pendarahan yang hebat.  Kastrasi atau pengebirian yang dilakukan pada ternak bertujuan untuk mempercepat pertumbuhan, selain itu agar memungkinkan untuk memperoleh nilai karkas  daging yang berkualitas baik. 

Ternak yang dikastrasi akan memperlihatkan tubuh yang lebih gemuk, bulat, dan lebih mudah dikelola terutama dalam suatu peternakan yang besar. Ternak yang tidak terseleksi sebagai pejantan lebih baik dikastrasi  agar tidak  mengawini betina dan mempunyai keturunan. 

Hilangnya fungsi ternak sebagai pejantan akan menghilangkan nafsu untuk kawin, sehingga dapat mengurangi peluang penularan penyakit, khususnya penyakit yang menular lewat perkawinan.

Berikut ini adalah langkah – langkah dalam melakukan proses kastrasi terbuka:

Bersihkan tangan dan alat yang digunakan dengan alcohol 70 %.

Operasi/pembedahan harus dilakukan dengan peralatan untuk memotong yang tajam (pisau, silet atau alat pemotong lainnya) dan harus dalam keadaan steril untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan misalnya terjadinya infeksi  terhadap luka yang dihasilkan.

https://www.berbagiilmupeternakan.com/
Gambar 1.

Bersihkan daerah yang akan dioperasi/bedah dengan alcohol 70 %.  Kemudian bagian tersebut dioles dengan yodium tincture (seperti pada Gambar 1)
Tekan scrotum menggunakan ibu jari tangan kiri ke arah atas  dan jari telunjuk ke arah bawah untuk memudahkan pembedahan (seperti pada Gambar 2)
https://www.berbagiilmupeternakan.com/
Gambar 2
https://www.berbagiilmupeternakan.com/Buatlah sayatan pada kulit scrotum dan kantong testes untuk memudahkan proses pengeluaran testes dari kantongnya (seperti pada Gambar 3)  

https://www.berbagiilmupeternakan.com/ Tekan scrotum dengan hati-hati dan keluarkan testes dari kantongnya.  Kelenjar yang menggantung testes harus diikat terlebih dahulu untuk mencegah pendarahan yang berlebihan(Gambar 4)
https://www.berbagiilmupeternakan.com/Kelenjar penggantung testes dipotong, tepat di bawah bagian yang diikat (Gambar 5)

https://www.berbagiilmupeternakan.com/ Melalui bukaan pada kulit scrotum yang sudah ada, buatlah sayatan pada kantong testes untuk mengeluarkan testes ke-dua (Gambar 6)


https://www.berbagiilmupeternakan.com/Testes kedua dikeluarkan melalui sayatan pada kulit scrotum, dan proses pengambilannya sama dengan apa yang sudah dilakukan ada testes pertama (Gambar 7)

https://www.berbagiilmupeternakan.com/Pengambilan testes kedua selesai dilakukan, kulit scrotum kembali dijahit, diobati dengan ampivet powder untuk mepercepat pengeringan luka, penyembuhan dan pencegahan infeksi (Gambar 8)
 



    Hal – hal penting yang perlu diperhatikan dalam proses kastrasi:

    1.  Kastrasi, penyapihan dan vaksinasi tidak boleh dilakukan secara bersamaan (Aak, 1974).
    2. Dalam melakukan kastrasi hendaknya memperhatikan penggunaan alat yang benar-benar dalam kondisibaik, karena pemotongan testis pada ternak babi harus dilakukan dengan cepat dan tepat. Hal ini dilakukan karena semakin lama proses kastrasi dilakukan maka akan semakin lama terjadi pendarahan.
    3. Hendaknya perhatikan pula saat membuat sayatan pada scrotum, agar tidak terlalu lebar, tapi cukup untuk mengeluarkan testis.
    4. Selama dua minggu  setelah kastrasi, perhatikan luka bekas kastrasi untuk menjaga terjadinya infeksi.
    5. Jangan dilakukan sendiri bila, belum berpengalaman dalam hal ini, mintalah petugas kesehatan hewan di Poskeswan setempat untuk melatih anda melakukannya.

    Semoga bermanfaat...

    0 Response to "KASTRASI PADA TERNAK"

    Post a Comment

    - Berkomentarlah dengan sopan dan bijak sesuai isi konten.
    - Dilarang menyisipkan iklan, link aktif, promosi, spam, dan sebagainya.

    Iklan Atas Artikel

    Iklan Tengah Artikel 1

    Iklan Tengah Artikel 2

    Iklan Bawah Artikel