KARAKTERISTIK SAPI BALI

Indonesia memiliki sumber plasma nutfah ternak terbaik di dunia, Salah satunya adalah Sapi Bali yang merupakan sapi potong asli Indonesia  hasil domestikasi dari banteng (Bibos banteng). 

Sapi Bali dikenal juga dengan nama Balinese cow yang kadang-kadang disebut juga dengan nama Bibos javanicus, meskipun sapi Bali bukan satu subgenus dengan bangsa sapi Bos taurus atau Bos indicus. Berdasarkan hubungan silsilah famili Bovidae, kedudukan sapi Bali diklasifikasikan ke dalam sub genus Bibovine tetapi masih termasuk genus bos.
 
https://www.berbagiilmupeternakan.com/
Sapi Bali

Sapi Bali terkenal karena keunikan dan keunggulannya  di banding sapi jenis lain. Sapi Bali memiliki banyak sifat unggul diantaranya reproduksi sangat baik, cepat beranak, mudah beradaptasi dengan lingkungan yang sangat ekstrim, tahan terhadap penyakit, dapat hidup di lahan kritis, memiliki daya cerna yang baik terhadap pakan dan persentase karkas yang tinggi. 

Tidak heran bila Sapi Bali merupakan jenis sapi terbaik diantara sapi-sapi yang ada di dunia (baca: Sapi Bali Sapi Asli Indonesia).

Adapun karakteristik Sapi Bali adalah sebagai berikut:

Penampilan Fisik

Secara fisik, sapi bali mudah dikenali karena mempunyai ciri-ciri sebagai berikut:
Warna bulunya pada badannya akan berubah sesuai usia dan jenis kelaminnya, sehingga termasuk hewan dimoprhism-sex. Pada saat masih “pedet”, bulu badannya berwarna sawo matang sampai kemerahan, setelah dewasa sapi bali jantan berwarna lebih gelap bila dibandingkan dengan sapi bali betina.

Warna bulu sapi bali jantan biasanya berubah dari merah bata menjadi coklat tua atau hitam setelah sapi itu mencapai dewasa kelamin sejak umur 1,5 tahun dan menjadi hitam mulus pada umur 3 tahun. Warna hitam dapat berubah menjadi coklat tua atau merah bata kembali apabila sapi bali jantan itu dikebiri, yang disebabkan pengaruh hormon testosterone.

Kaki di bawah persendian telapak kaki depan (articulatio carpo metacarpeae) dan persendian telapak kaki belakang (articulatio tarco metatarseae) berwarna putih. Kulit berwarna putih juga ditemukan pada bagian pantatnya dan pada paha bagian dalam kulit berwarna putih tersebut berbentuk oval (white mirror). 

Warna bulu putih juga dijumpai pada bibir atas/bawah, ujung ekor dan tepi daun telinga. Kadang-kadang bulu putih terdapat di antara bulu yang coklat (merupakan bintik-bintik putih) yang merupakan kekecualian atau penyimpangan  yang ditemukan sekitar kurang daripada 1% . Bulu sapi bali dapat dikatakan bagus (halus) pendek-pendek dan mengkilap.
Ukuran badan berukuran sedang dan bentuk badan memanjang.
Badan padat dengan dada yang dalam.
Tidak berpunuk dan seolah-olah tidak bergelambir
  Kakinya ramping, agak pendek menyerupai kaki kerbau.
Pada tengah-tengah (median) punggungnya selalu ditemukan bulu hitam membentuk garis (garis belut) memanjang dari gumba hingga pangkal ekor.
Cermin hidung, kuku dan bulu ujung ekornya berwarna hitam
Tanduk pada sapi jantan tumbuh agak ke bagian luar kepala, sebaliknya untuk jenis sapi betina tumbuh ke bagian dalam.


Sapi bali mempunyai ciri-ciri fisik yang seragam, dan hanya mengalami perubahan kecil dibandingkan dengan leluhur liarnya (Banteng). Warna sapi betina dan anak atau muda biasanya coklat muda dengan garis hitam tipis terdapat di sepanjang tengah punggung. 

Warna sapi jantan adalah coklat ketika muda tetapi kemudian warna ini berubah agak gelap pada umur 12-18 bulan sampai mendekati hitam pada saat dewasa, kecuali sapi jantan yang dikastrasi akan tetap berwarna coklat. 

Pada kedua jenis kelamin terdapat warna putih pada bagian belakang paha (pantat), bagian bawah (perut), keempat kaki bawah (white stocking) sampai di atas kuku, bagian dalam telinga, dan pada pinggiran bibir atas. (Hardjosubroto dan Astuti, 1993)

Di samping pola warna yang umum dan standar, pada sapi bali juga ditemukan beberapa pola warna yang menyimpang seperti dikemukakan Hardjosubroto dan Astuti (1993), yaitu:
Sapi injin adalah sapi bali yang warna bulu tubuhnya hitam sejak kecil, warna bulu telinga bagian dalam juga hitam, pada yang jantan sekalipun dikebiri tidak terjadi perubahan warna.
Sapi mores adalah sapi bali yang semestinya pada bagian bawah tubuh berwarna putih tetapi ada warna hitam atau merah pada bagian bawah tersebut.
Sapi tutul adalah sapi bali yang bertutul-tutul putih pada bagian tubuhnya.
Sapi bang adalah sapi bali yang kaos putih pada kakinya berwarna merah.
Sapi panjut adalah sapi bali yang ujung ekornya berwarna putih.
Sapi cundang adalah sapi bali yang di dahinya berwarna putih.
https://www.berbagiilmupeternakan.com/
Sapi Bali Induk
Pertambahan Bobot Badan 

Bobot badan sapi bali sangat respondensif terhadap usaha-usaha perbaikan. Beberapa faktor yang dapat mempengaaruhi pertambahan bobot badan adalah jenis kelamin, perlakuaan,lingkungan dan faktor keturunan. Pada umur 1,5 tahun bobot sapi bali mencapai 217,9 kg. 

Apabila disertai dengan pemberian konsentrat tinggi maka kenaikan bobot badannya dapat mencapai 0,87 kg per hari. Sapi bali memiliki kemampuan untuk mempertahankan kondisi dan bobot badannya meskipun dipelihara di padang gembalaan yang kualitasnya rendah. 

Disamping itu, kemampuannya mencerna serat dan memanfaatkan protein pakan lebih baik daripada sapi lainnya. 

Reproduksi

Dari segi reproduksi,sapi bali termasuk sapi yang subur. Persentase beranaknya berkisar antara 40-80 %,tingkat reproduksi yang tinggi ini juga terlihat dari selang beranak yang pendek yakni mendekati 1 tahun. Fertilitas sapi Bali berkisar 83 - 86 %, lebih tinggi dibandingkan sapi Eropa yang 60 %.

Kualitas Daging & Karkas

Sapi bali merupakan ternak potong andalan Indonesia. Ternak ini memiliki persentase karkas yang tinggi, lemaknya sedikit serta perbandingan tulang dan dagingnya sangat rendah. Dari segi produksi karkas, sapi bali memiliki persentase karkas yang tinggi dari pada sapi unggul lainnya. Persentase karkas sapi baliu berkisar 56-57%

Keunggulan Sapi Bali

Keunggulan sapi bali tampak pada hidupnya yang sederhana, mudah dikendalikan  dan jinak. Sapi bali dapat hidup dengan memanfaatkan hijauan yang kurang bergizi, tidak selektif terhadap makanan, dan memiliki daya cerna terhadap makanan serat yang cukup baik.

Kelebihan yang paling mencolok adalah kemampuan beradaptasi dengan baik pada kondisi lingkungan yang kurang menguntungkan, terutama pada daerah baru yang belum ada ternak sapi atau belum mengenal budidaya pemeliharaan sapi. Oleh karena sifat inilah sapi bali sering disebut sebagai sapi perintis atau sapi pelopor.

Sapi bali termasuk ternak dwiguna, yaitu dapat dimanfaatkan sebagai ternak kerja dan ternak potong. Sebagai ternak kerja, sapi bali tergolong kuat dan cepat dalam mengerjakan lahan pertanian karena memiliki kaki yang bagus dan kuat dibandingkan dengan sapi peranakan ongol. 

Sapi bali yang dapat di andalkan untuk pembangunan subsektor pertanian ini memiliki beberapa kelemahan yang menjadi faktor pembatas dalam program pengembangan sapi bali. 

Kelemahan tersebut antara lain ukuran tubuhnya relatif kecil,produksi susu rendah sekitar 1-1,5 1/hari sehingga pertumbuhan anak sapi lambat, dan masih tingginya angka kematian anak pada pemeliharaan secara ekstensif,selain itu sapi bali mudah terserang penyakit khusus seperti penyakit jembrana dan ingusan. 

Pertumbuhan sapi bali cenderung lambat, tetapi tetapi sangat responsif terhadap usaha-usaha perbaikan. Ternak ini akan mengalami penurunan bobot badan pada waktu musimkerja. Namun setelah diberi makan kembali maka bobot badannya kembali normal.
https://www.berbagiilmupeternakan.com/
Populasi Sapi Bali

Saat ini Sapi Bali mulai dikembangkan diluar Pulau Bali, antara lain Nusa Tenggara dan Sumatera. Untuk menjaga kemurnian genetik Sapi Bali, pemerintah Bali telah mengeluarkan peraturan yang melarang memasukkan sapi lain ke Bali.


Semoga bermanfaat...

0 Response to "KARAKTERISTIK SAPI BALI"

Post a Comment

- Berkomentarlah dengan sopan dan bijak sesuai isi konten.
- Dilarang menyisipkan iklan, link aktif, promosi, spam, dan sebagainya.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel