ILMU TILIK TERNAK

PENDAHULUAN


Latar Belakang

Salah satu faktor penentu keberhasilan seseorang dalam menjalankan usaha peternakan, khususnya ruminansia besar (sapi dan kerbau) dan ruminansia kecil (kambing, domba) adalah dengan mengetahui pertumbuhan ternak yang dipeliharanya. 

Penampilan ternak saat hidup mencerminkan produksi dan kualitas karkasnya. Keadaan ternak yang perlu mendapat perhatian pada saat menilai produktivitas ternak adalah umur dan berat, pengaruh kelamin, perdagingan, derajat kegemukan dan persentase karkas.
https://www.berbagiilmupeternakan.com/
Ilmu Tilik Ternak

Pada ternak unggas (ayam & itik) untuk mengukur laju pertumbuhannya lebih mudah karena ukuran ternaknya kecil. Bagaimana kalau pada ternak ruminansia pada saat ingin mengetahui berat badannya, tentu memerlukan timbangan ternak khusus. 

Pada perusahaan peternakan yang mempunyai populasi ternak banyak tidak menjadi masalah untuk membeli timbangan ternak. Namun bagaimana jika skala kepemilikan kita kecil dan dalam proses merintis usaha. Oleh sebab itu peranan Ilmu Tilik Ternak sangatlah diperlukan.

Ilmu tilik ternak merupakan ilmu pengetahuan untuk memberi penilaian dalam menentukan tipe dan kapasitas ternak sesuai dengan tujuan yang dikehendaki.  
Pada dasarnya penilaian ternak dilaksanakan berdasarkan atas apa yang terlihat dari segi penampilannya saja dan kadang-kadang terdapat hal-hal yang oleh peternak dianggap sangat penting, akan tetapi ahli genetika berpendapat bahwa hal tersebut sebenarnya tidak ada pengaruhnya terhadap potensi perkembangbiakan atau produksi.

Untuk menilai ternak, terlebih dahulu harus diketahui  bagian-bagian serta konformasi tubuh yang ideal dari ternak itu sendiri. Dengan demikian, maka kita dapat menentukan perbandingan antara kondisi ternak yang ideal dengan kondisi ternak yang akan kita nilai. 

Bagian-bagian tubuh ternak yang mendekati kondisi ideal dapat menunjang produksi  yang akan dihasilkan.

Tujuan

Tujuan dari penulisan makalah ini adalah untuk memberikan informasi bagi para pembaca tentang cara sederhana mengetahui dan menilai pertumbuhan ternak melalui Ilmu Tilik Ternak.

PEMBAHASAN


Tilik Ternak

Menurut Supiyono (1995), Tilik Ternak adalah suatu ilmu yang mempelajari bentuk-bentuk tubuh dari luar untuk menentukan atau meramalkan prestasi dari suatu ternak. 

Sesuai tujuan pemeliharaan sekaligus untuk menilai tingkat pemurnian bangsa ternak dan merupakan alat bantu pelaksanaan program seleksi ternak dalam rangka perbaikan mutu genetik kelompok ternak.

Menurut Nguntoronadi (2010), menyatakan bahwa untuk melakukan penilaian terhadap hasil karkas, perlu dipelajari dan diketahui terlebih dahulu tentang pembagian karkas Ternak. Sebab dengan mengetahui pembagian karkas tersebut, para peternak ataupun tukang potong akan mampu melakukan penilaian dengan betul. 

Sedangkan untuk menentukan bakalan yang akan dipilih dalam usaha penggemukan, dapat ditentukan berdasarkan penampilan ternak dengan melakukan penilaian/scoring.
https://www.berbagiilmupeternakan.com/
Penilaian Karkas

Pendugaan Bobot Badan

Penafsiran berat badan sangat penting dilakukan oleh para pemilik ternak untuk mengetahui bobot tubuh ternak. Cara ini merupakan cara lain untuk mengetahui berat badan ternak selain penimbangan berat badan. Apabila setiap kali harus selalu dilakukan penimbangan, hal ini dirasa kurang praktis di samping timbangan itu jumlahnya terbatas.( Hasnudi. 1997).

Rumus penentuan berat badan ternak berdasar ukuran tubuh bertolak dari anggapan bahwa tubuh ternak ternak berupa tong. Oleh karena itu, ukuran tubuh yang digunakan untuk menduga bobot tubuh biasanya adalah panjang badan dan lingkar dada.  

Menurut Gafar (2007), rumus-rumus yang dapat digunakan untuk menduga bobot badan adalah Rumus yang telah dikenal adalah rumus Schoorl yang mengemukakan  pendugaan bobot ternak ternak berdasarkan lingkar dada sebagai berikut :

*Bobot badan (kg) =   (lingkar dada (cm) + 22)2
               100

Rumus lain diturunkan oleh Scheiffer yang telah menggunakan lingkar dada dan panjang badan dalam pendugaannya. Rumus itu sebagai berikut:

*Bobot badan (lbs) =   (lingkar dada (inchi)2 x Panjang badan (inchi)22
                                  300

Selain itu penafsiran berat badan dapat pula dilakukan dengan pengamatan visual yaitu memperkirakan berat badan ternak yang diamati. Cara lain yang dapat dilakukan adalah dengan menggunakan DWT (Daily  Cow Weighting Tape) yaitu dengan melingkarkan DWT pada sternum 3-4 dan angka yang ditunjuk pada pita ukur itu menunjukkan berat badan ternak. 

Cara penafsiran yang merupakan cara untuk mengetahui berat badan ternak adalah penimbangan. Penimbangan dilakukan dengan menggunakan timbangan ternak / neraca. Besar atau kecil, stationer atau portabel, timbangan merupakan bagian yang sangat diperlukan dalam tehnik-tehnik pengukuran. (Hasnudi. 1997)

Metode visual adalah suatu metode yang digunakan untuk menafsir berat badan dengan melihat, mengamati keadaan ternak dengan baik, kemudian kita menafsir berat ternak tersebut. Metode ini perlu kejelian dan latihan yang banyak supaya taksirannya hampIr mendekati benar. Dan juga metode ini banyak dipakai oleh para pedagang hewan (Hasnudi. 1997).

Pengukuran Tubuh Ternak

Menurut Djagra, I.B (2009), pengukuran ukuran tubuh ternak ternak dipergunakan untuk menduga bobot badan seekor ternak ternak dan sering kali di pakai juga sebagai parameter teknis penentuan ternak bibit dan menentukan umur ternak tersebut.

Berdasarkan ketentuan kontes dan pameran ternak nasional, yang termasuk dalam “statistik vital” pada ternak ternak meliputi ukuran tinggi gumba, panjang badan, lingkar dada, lebar dada, dalam dada, lebar punggung, lebar pinggul, panjang pinggul, panjang kepala, lebar kepala, berat badan, dan umur.

Ukuran “statistik vital” dari organ tertentu jika dikaitkan dengan umur akan menggambarkan keharmonisan perkembangan tubuh dan produktivitas (pertumbuhan). Karena itu, pertumbuhan organ-organ tertentu berkorelasi dengan berat badan. Pengukuran dimensi dimaksudkan pelaksanaan dengan mengukur dimensi tubuh luar ternak atau ukuran statistic. 


Ukuran Tinggi : 

(1) Tinggi Pundak, tinggi gumba ialah jarak tegak lurus dari titik tertinggi pundak sampai ketanah atau lantai, alat yang digunakan adalah tongkat ukur. 
 
(2) Tinggi punggung ialah jarak tegak lurus dari taju duri ruas tulang punggung atau processus spinosus vertebrae thoracaleyang terakhir sampai ke tanah. Titik ini mudah didapat dengan menarik garis tegak lurus tepat diatas pangkal tulang rusuk terakhir. 
 
(3) Tinggi pinggang  ialahjarak tegak lurus dari titik antara tulang lumbar vertebrae 3-4, tepat melalui legok lapar sampai ke tanah ( lantai ). 
 
(4) Tinggi pinggul ialah jarak tegak lurus dari titik tertinggi pada os sacrum pertama sampai ke tanah.

(5) Tinggi kemudi, jarak tegak lurus dari os sacrum ( sacrale ), tepat melalui tengah- tengah tulang ilium sampai ke tanah. 

(6) Tinggi pangkal ekor ialah jarak tegak lurus dari titik pangkal ekor, sampai ke tanah.

*Alat yang dipakai untuk mengukur tinggi bagian- bagian tubuh diatas adalah tongkat ukur*.



Ukuran Panjang : 

(1) Panjang kepala jarak dari puncak kepala sampai ujung moncong. 
 
(2) Panjang badan ; diukur secara lurus dengan tongkat ukur dari siku ( humerus ) sampai benjolan tulang tapis ( tuber ischii ). 
 
(3) Panjang menyilang badan, jarak yang diukur antara  tulang benjolan bahu sampai tulang duduk disisi lainnya. Diukur dengan memakai pita ukur. 
 
(4) Panjang kemudi; panjang kelangkang; panjang pelvis, jarak antara tuber coxae dan tuber ischii pada sisi sama. 
 
(5) Panjang telinga, jarak antara ujung telinga sampai pangkal telinga bagian dalam. Dapat diukur dengan penggaris atau pita ukur. 

(6) Panjang tanduk, diukur dengan pita ukur. Jarak antara ujung tanduk sampai kedasar tanduk.

*Selain yang telah disebutkan alat- alatnya, dapat juga digunakan tongkat ukur, jangka sorong atau caliper.
 https://www.berbagiilmupeternakan.com/



Ukuran Lebar :


(1) Lebar dada, jarak terbesar pada yang diukur tepat dibelakang antara kedua benjolan siku luar, yaitu tepat pada tempat mengukur lingkar dada. 

(2) Lebar pinggang, jarak diukur antara taju horizontal yaitu pada tulang lumbale 3-4. 

(3) Lebar pinggul, jarak antara tuber coxae pada sisi kiri dan kanan. 

(4) Lebar kemudi, jarak terlebar antara sisi luar kiri dan kanan tulnag pelbis atau os illium melalui os sacrum 3-4. 

(5) Lebar pantat, lebar tulang tapis atau lebar tulang duduk, jarak antara kedua benjolan tuber ischii kiri dan kanan. 

(6) Lebar kepala, jarak terbesar antara kedua lengkungan tulang mata sebelah atas luar kiri dan kanan. 


Ukuran Dalam :

Dalam dada. Jarak titik tertinggi pundak ( gumba ) sampai tulang dada dan diukur melalui serta merta dibelakang siku. 


Ukuran Lingkar : 

(1) Lingkar dada. Lingkaran yang diukur pada dada serta merta atau persis dibelakang siku, tegak lurus dengan sumbu tubuh. 

(2) Lingkar perut . lingkaran yang diukur di daerah perut.yang memliki lingkaran besar, melalui serta merta di belakang tulang rusuk terakhir dan tegak lurus dengan sumbu tubuh.

(3) Lingkar flank. Lingkaran yang diukur di daerah flank, melalui tuber coxae serta merta depan ambing atau skrotum. 

(4) Lingkar pantat, lingkar  round. Lingkaran yang diukur pada pantat, dari tulang patella kiri sampai tulang patella kanan, kearah belakang serta membentuk penampang sejajar dengan lantai. 

(5) Lingkar tulang pipa. Lingkaran yang diukur ditengah- tengah tulang pipa, yaitu pada bagian yang terkecil dan terbulat.

(6) Lingkar skrotum. Lingkaran yang diukur pada bagian terbesar skrotum; terlebih dulu skrotum telah ditarik kearah bawah sehingga terdapat kedua testesnya. 

(7) Lingkar tubuh. 

(8) Lingkar mulut, lingkar moncong. Lingkaran yang diukur tepat pada akhir sudut bibir, ialah pada batas antara kepala dan moncong.

Faktor yang Mempengaruhi Pertumbuhan Ternak

Tumbuh - kembang dipengaruhi oleh faktor genetik, pakan, jenis kelamin, hormon, lingkungan dan manajemen. Beberapa faktor utama yang mempengaruhi pertumbuhan  sebelum lepas ternakh adalah genotipe, bobot lahir, produksi susu induk, jumlah anak perkelahiran, umur induk, jenis kelamin anak dan umur ternakh .

Laju pertumbuhan setelah diternakh ditentukan oleh beberapa faktor, antara lain potensi pertumbuhan dari masing-masing individu ternak dan pakan yang tersedia . Potensi pertumbuhan dalam periode ini dipengaruhi oleh faktor bangsa, heterosis (hybrid vigour) dan jenis kelamin. 

Pola pertumbuhan ternak tergantung pada sistem manajemen (pengelolaan) yang dipakai, tingkat nutrisi pakan yang  tersedia, kesehatan dan iklim (Santosa. 2008). 


Pakan:

Pakan yang berkualitas dan dalam jumlah yang optimal akan berpengaruh baik terhadap kualitas daging. Perlakuan pakan dengan NPB akan meningkatkan daya cerna pakan terutama terhadap pakan yang berkualitas rendah sedangkan pemberian VITERNA Plus memberikan berbagai nutrisi yang dibutuhkan ternak sehingga ternak akan tumbuh lebih cepat dan sehat.  


Faktor Genetik:

Ternak dengan kualitas genetik yang baik akan tumbuh dengan baik/cepat sehingga produksi daging menjadi lebih tinggi. 


Jenis Kelamin dan Umur:

Ternak jantan tumbuh lebih cepat daripada ternak betina, sehingga pada umur yang sama, ternak jantan mempunyai tubuh dan daging yang lebih besar dari pada ternak betina.   


Manajemen:

Pemeliharaan dengan manajemen yang baik membuat ternak tumbuh dengan sehat dan cepat membentuk daging, sehingga masa penggemukan menjadi lebih singkat. 


Lingkungan:

Lingkungan suhu dan udara yang tidak sesuai dengan kondisi ternak akan mengakibatkan ternak menjadi stress dan mempengaruhi pertumbuhan ternak.

PENUTUP


Kesimpulan

(1) Ilmu tilik ternak adalah ilmu yang mempelajari tentang bentuk tubuh bagian luar untuk mengetahui pertumbuhan dan perkembangan ternak. Dengan ilmu tilik ini juga dapat memperkirakan bobot badan ternak. Bagian tubuh ternak yang diukur yaitu panjang badan, tinggi gumba, tinggi hip, tinggi gumba, lebar dada dan dalam dada.  

(2) Banyak faktor yang mempengaruhi  tumbuh kembang ternak. Faktor – factor tersebut antara lain genetic, pakan, lingkungan, umun dan jenis kelamin serta manajemen pemeliharaan.

0 Response to "ILMU TILIK TERNAK"

Post a Comment

- Berkomentarlah dengan sopan dan bijak sesuai isi konten.
- Dilarang menyisipkan iklan, link aktif, promosi, spam, dan sebagainya.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel