CARA MENGUKUR BOBOT BADAN TERNAK TANPA MENGGUNAKAN ALAT TIMBANG

Perkembangan berat/bobot badan menjadi salah satu faktor yang dapat dilihat secara kuantitatif dalam menentukan keberhasilan usaha peternakan, khususnya ruminansia besar (sapi, kerbau) dan ruminansia kecil (kambing, domba). 

Makin besar rata-rata pertumbuhan bobot badan harian / average daily gain (ADG), berarti makin bagus pula pertumbuhan ternak yang dipeliharanya. 

Pertambahan bobot badan ini menjadi makin penting bagi usaha penggemukan sapi, kerbau, domba, dan kambing, karena peternak mengharapkan ternak yang dipeliharanya dapat gemuk dalam waktu cepat sesuai dengan permintaan pasar sehingga terjadi  efisiensi produksi dan biaya. 

Mengetahui bobot/berat badan ternak tentunya akan sangat bermanfaat ketika kita akan membeli ternak yang ada di pasar karena biasanya pembelian tidak menggunakan timbangan.
https://www.berbagiilmupeternakan.com/
Cara Mengukur Sapi
Pada Ternak Unggas untuk mengukur berat/bobot badan lebih mudah karena ukuran ternaknya kecil. Bagaimana kalau pada Ternak Ruminansia baik ruminansia besar maupun ruminansia kecil, tentu memerlukan timbangan ternak khusus. 

Pada perusahaan peternakan yang mempunyai populasi ternak banyak tidak menjadi masalah untuk membeli timbangan ternak. Namun bagaimana jika skala kepemilikan kita kecil dan dalam proses merintis usaha.

Dengan metode sederhana yang akan dijelaskan dalam artikel ini, kita bisa mengetahui berat/bobot badan ternak berdasarkan ukuran tubuhnya, sehingga kita dapat menentukan apakah harga ternak yang dijual dipasaran tersebut sesuai dengan bobotnya atau tidak. 

Cara ini merupakan cara lain untuk mengetahui berat badan ternak selain penimbangan berat badan. Apabila setiap kali harus selalu dilakukan penimbangan, hal ini dirasa kurang praktis di samping timbangan itu jumlahnya terbatas.( Hasnudi. 1997).

Perlu diketahui, metode ini tidak bisa diterapkan pada ternak unggas seperti ayam, itik, apalagi puyuh, karena bobot badan terlalu ringan. Jadi, metode ini hanya bisa diterapkan pada ternak ruminansia besar dan kecil.

MENGUKUR BERAT BADAN TERNAK

Apabila dicermati dengan sekasama, penampang tubuh sapi, kerbau, kambing, dan domba berbentuk geometris menyerupai tabung. Rumus penentuan berat badan ternak berdasar ukuran tubuh bertolak dari anggapan bahwa tubuh ternak ternak berupa tong/tabung.

Nah untuk mencari volume tabung, harus diketahui luas, alas dan tinggi. Dalam hal ini, lingkar dada hewan dapat diasumsikan sebagai luas alas bangun lingkaran dan panjang badan sebagai tinggi.

Lingkar dada bisa dihitung dengan cara melingkarkan seutas tali di belakang gumba melalui belakang belikat. Adapun panjang badan bisa diukur mulai dari bahu hingga penonjolan tulang duduk. 

Dengan memperhatikan volume organ kepala, kaki, ekor, dan massa jenis daging atau jeroan, akan diperoleh angka yang mendekati bobot badan hewan yang sebenarnya.

Melalui berbagai percobaan, para ahli akhirnya menemukan rumus untuk menghitung bobot ternak.  Misalnya, Schoorl menemukan rumus menghitung bobot badan ternak hanya melalui ukuran lingkar dada saja. Metode yang diperkenalkannya itu kemudian popular dengan sebutan Rumus Schoorl, yaitu :
Bobot Badan (Kg)     =  (Lingkar Dada (dalam cm) + 22)²
                                                                100

Para ahli lainnya; Scheiffer dan Lambourne menemukan metode penghitungan bobot badan ternak yang berbeda dari Rumus Schoorl. Keduanya menggunakan perpaduan antara ukuran lingkar dada dan panjang dada.

Rumus Scheiffer mengadopsi rumus tabung, dengan menampilkan formula sebagai berikut:

Bobot badan (lbs) =(Lingkar Dada (dalam inchi)² x Panjang Badan (dalam inchi)
                                                                            300

Namun, rumus ini kemudian disesuaikan oleh Lambourne dengan mengonversinya ke dalam satuan berat yang lebih cocok untuk masyarakat Indonesia, yaitu :

Bobot badan (Kg) =   (Lingkar Dada (dalam cm))² x Panjang Badan (dalam cm)
                                                                               10840

Sejumlah peneliti pernah mencoba membuktikan akurasi dari ketiga rumus di atas, dan diujicobakan pada beberapa kelompok sapi, domba, dan kambing, dengan membandingkan antara bobot taksir dan bobot timbangan.

Hasilnya, Rumus Scheiffer dan Rumus Lambourne ternyata lebih mendekati bobot badan sebenarnya pada sapi, domba, dan kambing. Tingkat kesalahan (margin error) bahkan kurang dari 10 persen. Hal ini berbeda dari Rumus Schoorl, yang  tingkat kesalahannya mencapai 22,3 persen. 

Perbedaan dalam penghitungan bobot badan ternak merupakan hal yang wajar. Sebab bobot badan ternak sangat dipengaruhi oleh situasi dan kondisi lingkungan, seperti stres, habis makan, konsumsi air minum berlebihan, atau baru saja mengeluarkan kotoran (feses).

Bahkan, ternak yang yang ditimbang sekalipun, bisa mengalami penyusutan bobot badan sekitar 5 – 10 % akibat penanganan yang tidak tepat dari orang-orang di sekitarnya, termasuk penanganan saat dalam proses pengangkutan (transportasi).
https://www.berbagiilmupeternakan.com/
Panduan Mengukur Sapi

~ SEMOGA BERMANFAAT ~

0 Response to "CARA MENGUKUR BOBOT BADAN TERNAK TANPA MENGGUNAKAN ALAT TIMBANG"

Post a Comment

- Berkomentarlah dengan sopan dan bijak sesuai isi konten.
- Dilarang menyisipkan iklan, link aktif, promosi, spam, dan sebagainya.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel