ANATOMI DAN FISIOLOGI TERNAK

BAB I

PENDAHULUAN


 LATAR BELAKANG

Pemahaman terhadap penyusun tubuh harus digaris bawahi. Dimana tubuh tersusun atas sel, kumpulan sel akan membentuk jaringan, sekumpulan jaringan akan membentuk organ, beberapa organ bekerja secara seimbang membentuk sistem organ dan sistem organ merupakan kesatuan tubuh yang lengkap. Anatomi dan Fisiologi pada dasarnya merupakan dua ilmu yang tidak dapat dipisahkan.Anatomi adalah cabang dari biologi yang berhubungan dengan struktur dan organ dari makhluk hidup. 

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, anatomi dapat diartikan sebagai ilmu yang melukiskan letak dan hubungan bagian-bagian tubuh manusia, binatang, atau tumbuh-tumbuhan. Jadi dapat disimpulkan bahwa, Anatomi Ternak berarti ilmu yang mempelajari bentuk dan susunan tubuh ternak secara keseluruhan maupun bagian – bagiannya serta hubungan alat tubuh yang satu dengan yang lain.

https://www.berbagiilmupeternakan.com/
Anatomi dan Fifiologi
Sedangkan fisiologi adalah ilmu yang mempelajari fungsi tubuh secara lengkap dan fungsi semua bagian-bagian tubuh termasuk pula proses-proses biofisika dan biokimia yang terjadi di dalam tubuh. Sehingga dapat disimpulkan bahwa, Fisiologi Ternak adalah ilmu yang mempelajari fungsi tubuh ternak secara lengkap, fungsi semua bagian-bagian tubuh serta proses biofisika dan biokimia yang terjadi pada tubuh ternak.

TUJUAN

Adapun tujuan dari penulisan makalah ini adalah untuk megetahui dan memahami anatomi dan fisiologi ternak secara keseluruhan.


BAB II

TINJAUAN PUSTAKA



ANATOMI TERNAK

Sistem Kerangka Ternak

Tulang terdiri atas tulang keras (Os) dan tulag rawan (Cartilago). Semua tulang dibungkus oleh selaput jaringan ikat yan disebut periost. Menurut Anonim (2010), berdasarkan bentuknya tulang dibagi menjadi:


Tulang pipa (Ossa longa):
Ciri-cirinya adalah berbentuk silindris memanjang dan kedua ujung membesar (epifise). Contohnya: tulang paha (os femus) dan tulang lengan (os humerus).


Tulang pipih (Ossa Plana):
Cirri-cirinya adalah berbentuk pipih, permukaan datar dan bertugas melindungi bagian tubuh yang lunak seperti otak dan alat-alat dalam. Contohnya: tulang belikat (os scapula) dan tulang panggul (os coxae).


Tulang pendek (Ossa Brevis)


Berdasarkan letak dan fungsinya, tulang dibagi dalam 3 kelompok :


Axial Skeleton (Kerangka Sumbu):
Meliputi; tulang belakang (columna vertebralis), tulang rusuk (os costae), tulang dada (os sternum), tulang kepala (ossa cranii).


Appendicular skeleton (Tulang Anggota Gerak):
Appendicular skeleton dibedakan menjadi extremitas anterior dan extremitas posterior.


Viesceral Skeleton (tulang yang berkembang dalam organ dalam atau organ lunak):
Seperti; os penis (tulang kelamin jantan pada anjing), os cardis (tulang jantung pada sapi).



Menurut Anonim (2012), pada dasarnya kerangka tubuh hewan dibagi menjadi beberapa bagian yaitu :


Ossa Cranii, dibagi menjadi 2 bagian yaitu :

(a) Bagian tengkorak; os ocipitale (tulang kepala belakang), os sphenoidale (tulang baji), os othmoidale (tulang rapis), os parietale (tulang ubun-ubun), os frontale (tulang dahi), os temporale (tulang pelipis).

(b) Pars splanehno cranii; os morale (tulang pipi), os lacrimale (tulang air mata), os nasale (tulang hidung), os premaxillare (tulang rahang atas muka), os maxillare (tulang rahang atas), os mandibulare (tulang rahang bawah).



Columna Vertebralis (susunan tulang belakang), terdiri dari :

(a) Vertebrae cervicalis (ruas tulang leher) 

(b) Vertebrae thoracales (ruas tulang punggung)

(c) Vertebrae lumbales (ruas tulang pinggang)

(d) Vertebrae sacrales (ruas tulang kemudi) 

Ossa Ekstremitas Pelvinae (tulang kaki belakang), diantaranya : os coxae, os femur, os tibia, os fibula, ossa tarsi, ossa metatarsalia, digit (os phalanx).
https://www.berbagiilmupeternakan.com/
Anatomi Ternak

   Sistem Perototan Ternak

Jaringan otot merupakan bagian yang penting yang menyusun beberapa organ pada tubuh ternak. Secara garis besar ada tiga tipe otot, yaitu: otot polos, otot jantung dan otot skeletal (Anonim, 2010).


Otot Polos:

Adalah otot yang membangun organ yang tidak dapat di kontrol misalnya saluran pencernaan. Otot polos juga di temukan di dalam pembuluh darah usus, dan organ lain yang tidak berada di bawah perintah otak.

Otot polos tampak tersusun dalam dua lapisan, lapisan dalam sel otot polosnya tersusun melingkar dan lapisan sebelah luar sel otot polosnya tersusun memanjang dan berinti sel. Ciri-ciri otot polos, Sel-sel berbentuk spidal- Inti di tengah- Serabut-serabut retikuler transversal menghubungkan sel-sel otot.


Otot Jantung:

Merupakan otot yang membangun jantung. Otot jantung juga merupakan otot yang tidak dapat diperintah, kontraksinya tidak tergantung pada actor luar (ekstrinsik). Otot jantung terdiri dari tiga bentuk otot, yaitu otot atrial, otot ventricular, dan serabut otot purkinje.


Otot Rangka:
Merupakan otot yang membangun sebagian besar tubuh. Serabut otot pada penampang memanjangnya tampak sebagai pita-pita panjang yang tersusun sejajar satu sama lainnya. Intinya berbentuk lonjong, jumlahnya banyak dan terdapat di tepi serabut tepat di bawah sarkolema. 

Miofibri serabut otot rangka mengandung keping-keping gelap dan terang secara berurutan dan pada tiap myofibril letaknya pada ketinggian yang sama. Diantara serabut-serabut otot terdapat jaringan ikat kendur yang di sebut endomisium (Anonim, 2012).


FISIOLOGI TERNAK

Menurut Frandson (1992), menyatakan bahwa fisiologi ternak meliputi: 


Struktur Sel:
Sel terdiri dari ruangan-ruang internal yang dipisahkan oleh membran-membran semipermeabel. Berbagai ruang internal tersebut dibungkus bersama-sama menjadi satu oleh sebuah membran sel. 

Ruang-ruang internal sel dapat dibagi menjadi dua bagian utama, yaitu sitoplasma dan inti sel (nukleus).

*Sitoplasma*:

Sitoplasma meliputi semua yang terletak di dalam sel tetapi di luar inti sel. Mitokondria adalah sumber energi sel, sedangkan retikulum endoplasma dan ribososm adalah struktur sitoplasmik (organel yang penting untuk membentuk protein.

*Inti Sel*:

Inti sel adalah suatu organel besar terbungkus membran yang mengandung berbagai asam deoksiribonukleat (DNA, deokxyribonuclic acid), yaitu bahan genetik sel. 

DNA mengalami pelipatan-pelipatan di dalam inti sel yang bertujuan untuk melindunginya  dari kerusakan. Jenis protein yang berperan dalam menentukan pelipatan dan protein DNA tersebut disebut histon. 

Histon dan DNA ditemukan di bagain sel inti yang disebut nukleolus. Di dalam dunkleolus inilah terjadi replikasi DNA, pembelahan sel dan transkrip DNA.

Sistem Digesti (Dygestive Sistem):

Sistem digesti (digestive system, systema digestoria) disebut juga dengan sistem pencernaan. Pencernaan adalah penguraian bahan makanan ke dalam zat-zat makanan dalam saluran pencernaan untuk dapat diserap dan digunakan oleh jaringan-jaringan tubuh. 

Pada pencernaan tersangkut suatu seri proses mekanis dan khemis dan dipengaruhi oleh banyak faktor. Beberapa jenis hewan memiliki perbedaan-perbedaan kondisi saluran pencernaan sehingga proses fisiologik yang terjadi juga mengalami perbedaan. 

Sistem pencernaan pada ternak secara umum dapat dipisahkan berdasarkan struktur lambung (ruminant dan non ruminant). Ternak yang tergolong sebagai ruminansia antara lain sapi, kerbau, kambing, domba, rusa dan sebagainya. Ternak yang tergolong non-ruminansia antara lain kuda, babi, kelinci dan berbagai bangsa unggas (Frandson (1992) .


BAB III

PEMBAHASAN

 

ANATOMI TERNAK

Sistem Kerangka Ternak

Tengkorak (kranin) adalah bagian skeleton yang membentuk kerangka dasar kepala disebut kranium. Fungsi tengkorak yaitu sebagai pelindung otak, penyokong berbagai organ dan membentuk awal saluran sistema digestoria dan sistema respiratoria. Tengkorak terdiri dari nasal, mandibula, maksila, lakrima, coranoid process dan occipital. 

Atap bagian atas dibentuk oleh maksila dan premaksila yang membentuk dentis dan oleh maksila as. palatina. Bagian ventrolateral oral dilengkapi oleh mandibula. 

Mandibula berporos pada bagian as temporale, di depan lubang telinga. Semua dentis bagian bawah pada mandibula merupakan tempat perekatan otot yang berperan dalam proses penguyahan dan penelanan.

Ujung medial skapula bersendi dengan menubrium. Ujung lateral clavicula bersendi dengan acromion. Acromion adalah sudut di sebelah caudal dan dua sudut di sebelah cranial pada sudut cranial lateral dataran sendi, yang bersendi dengan humerus.

Vertebrae cervicalis yang pertama disebut atlas. Atlas tidak mempunyai processus spinous dan carpus menjadi satu dengan aksis, penggunaan seperti gigi. Vertebralis cervicalis yang kedua disebut aksis. 

Aksis mempunyai spinosum processus yang lebar, tetapi tidak tinggi Vertebrae thoracales, costae dan sternum membentuk throrax. Sternum terdiri atas manubrium sterni, carpus dan processus xipoideus. 

Vertebrae thoracalis ditandai dengan processus spinous yang sangat berkembang. Processus spinous membentuk pangkal pada prominesia dorsalia yang dikenal sebagai “wither” pada bagian bawah bahu.

Pada semua mamalia, karpus merupakan daerah yang komplek yang terdiri dari dua deret tulang kecil. Deretan proximal disebut radial (profundial ke lateral), intermediet dan ulnar. Metakarpus merupakan daerah disebelah distal karpus. Pada kambing karpus merupakan hasil tulang metakarpus yang ke tiga dan ke empat. 

Suatu alur vertikal pada metakarpus menunjukkan fungsi kedua tulang tersebut. Ujung proximal femur yang berbentuk bulat bersendi dengan os coxae. Ujung distal femur bersendi dengan ujung proximal tibia. Daerah ventral ujung kedua tulang yang bertemu ini terdapat patella. Ujung proximal fibula bersendi dengan ujung proximal tibia. Distal fibula menempel pada kedua ujung distal tibia.

Kedua ujung distal ini merupakan persendian dengan trachlea tali. Trachlea tali ialah bangunan berupa kerekan pada talus. Talus ialah salah satu dari ossa tarsalia. Ossa tarsalia bersendi satu dengan yang lain. Ossa tarsalia terdiri atas talus, proteulus, os cuboideum, os naviculare (os scapoideum) dan tiga ossa cuneiforinia. 

Talus bersendi dengan calcaneus dan raviculare calcaneus bersendi juga dengan os cuboideum. Os raviculare bersendi juga dengan ketiga ossa coneiformia. Os cuboideum juga ossa cuneiformie di ujung distal bersendi dengan ujung proximal 5 ossa metatarsalia. 

Di sebelah os metatarsalia berturut-turut terdapat dua palanges. Di sebelah os metatarsale yang lain berturut-turut terdapat tiga palanges. Waktu berdiri, yang menapak tanah ialah tuber calcanei (tonjolan ke planter pada calcaneus) dan capita osseum metatarsalium (distal ossa metatarsalia). 

Sistem Perototan Ternak

Didalam tubuh ternak terdapat lebih dari 600 otot berbeda dalam halbentuk, ukuran dan aktivitasnya. Otot juga berbeda dalam hubunganya dengan tulang, tulang rawan atau ligamentum dalam hal kandungan darah, saraf dan dalam hal hubungannya dengan jaringan-jaringan lain.

Otot ternak berubah menjadi daging setelah pemotongan karena fungsi fisiologisnya telah terhenti. Otot merupakan komponen utama penyusun daging. Daging juga tersusun oleh jaringan ikat, epitelial, jaringan saraf, pembuluh darah dan lemak, jadi daging tidak sama dengan otot.

Beberapa jenis otot pada ternak, antara lain adalah :

Otot trapezius merupakan otot pipih berbentuk segitiga yang mempunyai origo pada garis tengah dorsal dari kepala sampai ke belakang di daerah vertebrae lumbar dan insersionya terutama pada spina skapula. Otot trapezius secara keseluruhan juga mendukung melekatnya scapula pada tubuh.

Otot serratus ventralis merupakan otot yang paling besar dan otot utama yang menghubungkan alat gerak bagian depan dengan tubuh. Ukuran otot ini besar dan bentuknya seperti kipas.

Otot lattisimus dorsi merupakan otot yang berbentuk segitiga lebar, mempunyai origo pada prosessus spinosa vertebra torasik dan lumbar dengan perantaraan aponeurosis. Otot ini juga berperan untuk menarik kaki depan ke arah belakang atau jika kaki itu tetap, maka badan itu akan ke depan atau maju.

Otot longissimus. Otot ini dapat dibagi menjadi beberapa segmen tergantung pada lokasi, yaitu di daerah lumbar yang disebut longissimus lumborum, pada daerah thoraks disebut longissimus thoracis, pada daerah serviks disebut longissimus cervicis, longissimus capitis dan longissimus atlantis.

Otot ekstensor carpii rassss. Otot ini merupakan otot ekstensor terbesar untuk karpus. Otot ini berpangkal pada epikondyl lateral humerus menuju ujung proximal daerah metacarpal. Peran utama otot ini adalah gerak estensi karpus.

Otot fleksor carpii radialis. Otot ini berpangkal dari sisi medial permukaan volar kaki depan. Origo otot ini adalah pada epikondyl medial (fleksor) humerus dan insersianya pada permukaan volar ujung proksimal metacarpus.

Otot gluteus medius. Otot ini adalah otot ekstensor yang kuat. Origo otot ini terletak pada sayap tulang illium dan insersionya pada frokauter mayor dari tulang femur, yang merupakan lever yang menjulur di atas sendi pinggul, sehingga menggerakan bagian lain dari kaki belakang ke arah belakang.

Otot bisep femoris, semiteninosus dan semimembranosus. Otot-otot tersebut merupakan otot ekstensor pada pinggul yang disebut dengan hamstring muscle. Batas-batas antar otot ini dapat diketahui dengan adanya alur-alur vertikal pada bagian otot tersebut. 
 
https://www.berbagiilmupeternakan.com/
Contoh Sistem Otot Unggas


FISIOLOGI TERNAK

Struktur Sel

Sel terdiri dari ruangan-ruang internal yang dipisahkan oleh membran-membran semipermeabel. Berbagai ruang internal tersebut dibungkus bersama-sama menjadi satu oleh sebuah membran sel.

Sitoplasma ; Sitoplasma meliputi semua yang terletak di dalam sel tetapi di luar inti sel.  

Inti Sel; adalah suatu organel besar terbungkus membran yang mengandung berbagai asam deoksiribonukleat (DNA, deokxyribonuclic acid), yaitu bahan genetik sel. 

Membran Sel; Setiap sel dibungkus oleh sebuah membran sel. Membran sel adalah suatu sawar semipermeabel dan tersusun dari sebuah lapisan ganda (bilayer) fosfolipid yang di dalamnya mengandung molekul-molekul protein yang dapat bergerak bebas. 

Sistem Digesti (Dygestive Sistem)

Sistem digesti (digestive system, systema digestoria) disebut juga dengan sistem pencernaan. Pemahaman terhadap anatomi alat pencernaan akan sangat membantu dalam studi tentang fisiologi sistem pencernaan dan patologi (gangguan, penyakit) yang menyerang sistem pencernaan. 

Organ-organ pencernaan merupakan suatu saluran (tractus) yang terentang mulai dari mulut hingga anus dan sering disebut juga dengan tractus digestivus. 

Sistem Pencernaan Ternak Ruminansia
Hewan-hewan yang tergolong ruminansia memiliki ciri khas yang kuat pada susunan alat pencernaannya. Kekhasan tersebut juga membedakan fisiologi pencernaan antara hewan ruminansia dengan non-ruminansia serta menjadikan hewan ruminansia sebagai hewan yang dinilai paling mampu melakukan proses pencernaan dengan sempurna.

Urutan sistem pencernaan pada ternak Ruminansia: 

Mulut

Mulut merupakan bagian terdepan dari sistem pencernaan dan terdiri atas berbagai organ pelengkap yang melakukan aktivitas pencernaan mekanik. Mulut beserta organ yang ada didalamnya digunakan untuk mengambil makanan dan minuman, memecah makanan menjadi partikel-partikel yang lebih kecil, menggiling dan mencampurnya dengan saliva serta pembentukan bolus. 

Gigi

Secara umum proses pencernaan diawali dengan perenggutan makanan berupa rumput dan tumbuhan ke dalam mulut dengan menggunakan lidah yang menjulur selanjutnya dipotong oleh gigi seri yang hanya terdapat pada bagian rahang bawah (mandibulla) saja dan dilandaskan pada dentalpad ydang keras rata pada rahan atas (maxilla). 

Selanjutnya dengan bantuan lidah kembali, makanan yang telah dipotong ditarik ke bagian belakang yang akan dikunyah dan digiling oleh gigi geraham yang cukup besar (premolar dan molar).

Dalam proses pengunyahan ini , makanan dibasahi dengan saliva (salivasi) yang dihasilkan oleh kelenjar yang ada di dalam  rongga mulut fungsi salivasi adalah memudahkan dalam mengunyah makanan dan memudahkan  proses penelanan makanan. 

Setelah selesainya proses pengunyahan, selanjutnya makanan akan ditelan (deglutisi)  melalui kerongkongan menuju lambung yang selanjutnya dicerna di dalam lambung. 

Lidah 

Lidah adalah organ yang terdiri dari berbagai papilla  dan dapat bergerak dengan jangkauan yang cukup jauh. Keguanaan lidah adalah menarik dan meraih rumput ke dalam  mulut, membalik-balik makanan yang ada dalam mulut, sebagai alat perasa untuk mengambil dan memasukkan makanan serta membantu proses pembentukan bolus. 

Bibir

Bibir kambing dan domba bersifat lunak dan fleksibel dan berperan membantu dalam pengambilan makanan, bibir sapi lebih bersifat ‘stiff’ dan tidak mudah digerakkan sehingga hanya bekerja untuk menutup mulut. 

Pipi 

Pipi merupakan struktur muskular yang tertutup oleh kulit dan bagian dalamnya diselimuti oleh membran mukosa. Bagian dalam pipi sapi banyak terdapat papila Konikal. 

Fungsi pipi selain sebagai dinding rongga mulut, juga membantu lidah dalam  menempatkan  makanan  diantara gigi pada saat mengunyah. Pipi juga dapat membantu mensekresikan air liur dari glandula. 

Rahang ditutupi oleh otot-otot masetter, temporal dan pterigoid yang kuat, sedangkan pembukaannya dilakukan oleh otot-otot digastrikus, oksipitomandibularis dan  sternomandibularis. 

Gastrum, Gaster, Lambung

Lambung hewan ruminansia secara umum memiliki 4 ruangan dan biasa disebut sebagai perut ganda karena terbagi atas bagian depan dan belakang. Rumen, retikulum dan omasum secara bersama-sama disebut sebagai perut depan (forestomach, proventriculus). Bagian paling belakang abomasum. 

Rumen 

Rumen merupakan suatu kantung muskular yang besar yang terentang dari diafragma (tulang costae 7 dan 8) menuju ke pelvis. Rumen hampir menempati sebagian besar sisi kiri (±75%) dari rongga perut. 

Permukaan dinding dalam rumen tersusun atas epitel squamus berstrata yang tidak mengandung kelenjar. Dinding rumen tersusun atas otot halus yang terdiri atas 2 lapis yaitu lapis luar yang bergerak secara kranio-kaudal dan lapis dalam yang bergerak secara transversal. 

Rumen mempunyai empat kantong yaitu: cranial sac, dorsal sac, blind sac (dorso blind sac dan ventro-caudal blind sac) dan ventral sac. Fungsi dari kantong-kantong tersebut adalah untuk gerakan-gerakan yang diperlukan selama terjadinya proses fermentasi.

Kapasitas rumen 80%, retikulum 5%, omasum 7-8%, abomasum 7-8%. Makanan dari kerongkongan akan masuk rumen yang berfungsi sebagai gudang sementara bagi makanan yang tertelan. 

Di dalam rumen terjadi pencernaan protein, polisakarida dan fermentasi selulosa dan enzim selulose yg dihasilkan oleh bakteri dan protozoa tertentu. Dalam rumen juga terjadi pencernaan secara hidrolisis oleh enzim-enzim pencernaan. 

Protozoa 

Protozoa rumen diklasifikasikan menurut morfologinya yaitu: Holitric (yang mempunyai silia hampir diseluruh tubuh dan mencerna karbohidrat yang fermentabel), Oligotrichs (yang mempunyai silia sekitar mulut, umumnya merombak karbohidrat yang lebih sulit dicerna). 

Retikulum 

Merupakan bagian lambung yang terletak paling depan meskipun bukan saluran pencernaan terdepan dari lambung. Bagian dalam retikulm dilapisi oleh epitel squamus berstrata dengan susunan seperti sarang lebah atau jala (rete) sehingga sering disebut sebagai perut jala. 

Lokasi retikulum tepat di belakang diafragma dan berlawanan dengan jantung. Funsi retikulum belum jelas secara spesifik, kecuali membantu melewatkan bolus-bolus melalui esophagus dan mengatur penyaluran ransum dari rumen ke omasum dan rumen ke esophagus. 

Omasum
Merupakan kelanjutan dari retikulum yang terletak di sebelah kanan rumen dan retikulum persis pada posisi kaudal hati. Permukaan bagian dalam dipenuhi oleh papila yang pendek dan mempunyai bentuk permukaan yang berlembar-lembar ±100 lembar, sehingga sering disebut perut Kitab atau perut buku. 

Fungsi lamina  adalah menyaring  partikel digesta yang akan masuk ke abomasum. PH omasum berkisar antara 5,2 sampaim6,5. Pada omasum terjadi proses penyerapan air, amonia, asam lemak terbang dan elektrolit. 

Organ ini juga dilaporkan menghasilkan amonia dan asam lemak. Pada omasum juga terdapat kelenjer yang menghasilka enzim yang akan bercampur dengan bolus-bolus nantinya akan diteruskan ke abomasum. 

Abomasum

Abomasum merupakan perut sejati karena abomasum berfungsi layaknya lambung pada ternak non ruminansia. Abomasum sering jg disebut perut Kelenjar karena banyak dijumpai kelenjar pencernaan. 

Letak abomasum adalah ventral omasum dan terentang kaudal pada sisi kanan dari rumen. Ph abomasum berkisar antar 2 sampai 4,1. Abomasum terletak di bagian kanan bawah dan jika kondisi sangat asam, maka abomasum dapat berpindah ke kiri. 

Permukaan abomasum dilapisi oleh mukosa. Mukosa pada abomasum berfungsi untuk melindungi dinding sel tercerna oleh enzimyang dihasilkan oleh abomasum. 

Sel-sel mukosa pada abomasum menghasilkan pepsinogen dan sel partikel penghasil HCl. Pepsinogen bereaksi dengan HCl membentuk pepsin. Pada saat terbentuk pepsin reaksi berjalan secara otokatalitik.  

Usus Halus

Usus Halus terbagi atas 3 bagian yaitu Duodenum(usus 12 jari), Jejenum(usus kosong) dan Ileum (usus penyerapan),yang membedakan pada bagian-bagian tersebut perbedaan struktur histologik. 

Fungsi usus halus adalah mencerna makanan secara kimiawi menggunakan enzim.  Di dalam usus halus terjadi perombakan terakhir dan penyerapan sari-sari makanan.

Duodenum merupakan bagian pertama usus halus dan amat dekat dengan dinding tubuh serta terikat pada penggantungnya (mesenterium) yang pendek dan memiliki panjang sekitar 1-1,2 m. 

Saluran yang berasal dari hati dan pankreas menyatu ke dalam duodenum pada jarak yang pendek di belakang pilorus (bagian ujung abomasum).

Jejunum secara jelas dapat dibedakan dari duodenum pada posisi di mana kira-kira mesenterium mulai tampak lebih panjang. Tidak ada batas yang jelas antara jejunum dan ileum.

Usus halus menghasilkan enzim tersendiri : Enterokinase merubah tripsinogen menjadi tripsin, Amnopeptidase merubah aminopeptida menjadi dipeptida, Dipeptidase merubah dipeptida menjadi asam amino, Sukrase merubah sukrosa menjadi glukosa dan fruktosa, Maltase merubah maltosa menjadi 2glukosa, dan Laktase merubah laktosa menjadi glukosa dan galaktosa.

Pada ruminansia enzim selulosa yang dihasilkan oleh mikroba tidak hanya berfungsi untuk mencerna selulosa menjadi asam lemak, tetapi juga menghasilka biogas berupa CH4. 

Intestinum Crasum, Usus Besar

Usus besar terdiri atas cecum yang merupakan kantung buntu dan colon yang terdiri atas bagian yang naik, mendatar dan turun. Bagian yang turun akan berakhir pada rectum dan anus.  

Pada usus besar terjadi proses pencernaan terakhir yaitu penyerapan air  dan penyerapan sedikit sisa nutrisi yang sebelumnya sebagian besar telah diserap dalam usus halus. Di dalam usus besar juga terjadi proses pembentukan feses yang nanti kan dikeluarkan melalui anus. 

Organ Pencernaan Tambahan

*Glandula Saliva
Glandula saliva atau kelenjar ludah terdapat di rongga mulut yang terdiri atas 3 pasang yang sangat jelas. Glandula saliva yang utama adalah Parotid, Mandibular dan Sublingual. Beberapa glandula saliva yang minor yaitu Labial, Bukal, Lingual dan Palatin serta Zigomatik. 

*Pankreas
Pankreas merupakan suatu kelenjar tubulo-alveolar yang memiliki bagian endokrin ataupun eksokrin. Bagian eksokrin dari pankreas menghasilkan NaHCO3 serta enzim-enzim pencernaan yang melalui saluran pankreas menuangkan enzim tersebut ke duodenum dekat dengan muara saluran empedu. Letak pankreas tepat di daerah tikungan duodenum. 

*Hati
Hati (liver, hepar) terletak di rongga perut persis di caudal diafragma dan cenderung terletak di bagian kanan terutama pada ruminansia di mana rumen mendorong bagian-bagian lain ke arah kanan. Cairan empedu dihasilkan oleh hati dan keluar menuju kantong empedu melalui sebuah saluran (ductus hepaticus). 

Sistem Pencernaan Ternak Non Ruminansia 


Sistem Pencernaan Kuda

Kuda memiliki kemampuan untuk memanfaatkan hijauan dalam jumlah yang cukup dengan proses fermentatif di bagian caecum. Saluran pencernaan kuda memiliki ciri khusus yaitu ukuran kapasitas saluran pencernaan bagian belakang lebih besar di bandingkan bagian depan. 

Berikut penjelasan secara umum maupun khusus dari alat dan fungsi pencernaan kuda:

1.      Rongga Mulut

Mulut merupakan bagian pertama dari sistem penmcernaan yang mempunyai 3 fungsi yaitu mengambil pakan (prehensi), pengunyahan (mastikasi) secara mekanik dan pembasahan pakan dengan saliva (salivasi). 

Di dalam rongga mulut terdapat organ pelengkap yaitu lidah, gigi, dan saliva. Lidah merupakan alat pencernaan mekanik. Kuda dapat menyeleksi pakan yang dimakan dikarenakan adanya bungkul-bungkul pengecap pada lidah dan terbanyak terdapat di daerah dorsum lidah dibandingkan bagian lain dengan cara merasakan pakan yang dimakan. 

Gigi adalah organ pelengkap yang secara mekanik relatif kuat untuk memulai proses pencernaan. Saliva dihasilkan oleh 3 pasang kelenjar yaitu kelenjar parotis, kelenjar mandibularis, kelenjar sublingualis. 

Saliva berfungsi sebagai pelicin dalam mengunyah dan menelan pakan dengan adanya mucin, mengatur temperatur rongga mulut, pelindung mukosa mulut dan detoksikasi.

2.      Pharynx dan Esofagus

Pharynx adalah penyambung rongga mulut dan esophagus. Esophgagus mempunyai panjang kira-kira 50-60 inchi. Pada pharynx dan esofagus tidak terjadi pencernaan yang berarti.

3.      Lambung

Lambung kuda relatif lebih kecil dibandingkan ternak lain terutama ternak ternak ruminansia. Kapasitas lambung kuda antara 8-15 liter atau hanya 9% dari total kapasitas saluran pencernaan. 

Proses pencernaan yang terjadi di daerah lambung tidak sempurna dikarenakan aktivitas mikroorganisme sangat terbatas dimana populasi bakteri relati rendah, waktu tinggal pakan di lambung hanya sebentar sekitar 30menit, dan hasil proses fermentatif adalah asam laaktat bukan VFA.

4.      Pankreas

Kuda memiliki perbedaan yang spesifik dari segi cairan pankreas dengan ternak lain yaitu konsentrasi enzim dan kadar HCO3 rendah. Bagian pankreas kuda terdiri dari endokrin dan eksokrin.

5.      Usus  Halus
Usus kecil merupakan tempat utamauntuk mencerna karbohidrat, protein dan lemak serta tempat absorbsi vitamin dan mineral. Kapasitas usus kecil adalah 30%.dari seluruh kapasitas saluran pencernaan kuda. 

Usus kecil terdiri dari tiga bagian yaitu: duodenum, jejenum, dan ileum. Proses pencernaan di usus kecil kecil adalah proses pencernaan enzimatik. Beberapa enzitersebut adalah peptidase, dipeptidase, amylase, dan lipase.

6.      Usus Besar

Usus besar terdiri dari caecum, colon, rektum. Caecum dan colon memiliki kapasitas 60% dari keseluruhan saluran pencernaan yang mempunyai fungsi 1) tempat fermentasi dengan hasil berupa VFA, 2) Sintesa Asam Amino, Vit B & K, 3) Tempat utama mencerna neutral detergen fiber (NDF), 4) asam laktat dari lambung dengan adanya Veilonella gazagones akan dirubah menjadi VFA.

Produksi dan proses pencernaan fermentatif di usus besar tidak semuanya dapat dimanfaatkan karena posisi yang dibelakang setelah usus halus kecil, sehigga hanya sekitar 25% hasil fermentatif di usus besar yang dapat diserap kembali ke usus kecil atau dimanfaatkan oleh tubuh. 

Sedangkan rektum merupakan tempat utama penyerapan air kembali. Proses pencernaan dari mulut sampai terbuang sebagai feses dari 95 % pakan yang dikonsumsi membutuhkan waktu 65-75 jam. 


Sistem Pencernaan Unggas

Sistem pencernaan pada unggas berbeda dengan system pencernaan pada ruminansia dan dan mamalia lainnya. Hal ini dipengaruhi oleh jenis pakan dan bentuk anatomis dari organ pencernaan unggas. 

1.      Mulut (Paruh)

Pakan masuk ke dalam mulut ayam masih dalam keasaan utuh, kemudian dengan tekanan lidah masuk ke dalam rongga pharynk dan turun ke oesophagus oleh gaya gravitasi. 

Mulut berfungsi mengambil makanan (prehensi) dan salivasi. Mulut menghasilkan saliva yang mengandung amylase dan maltase saliva, tetapi pemecahan bahan pakan di mulut kecil sekali karena mulut hanya digunakan untuk lewat sesaat.

2.      Oesophagus

Oesophagus merupakan saluran lunak dan elastic yang mudah mengalami pemekaran apabila  ada bolus yang masuk. Oesopagus memanjang dari pharynk hingga proventrikulus melewati tembolok (crop). Organ ini menghasilkan mukosa yang berfungsi membantu melicinkan pakan menuju tembolok.

3.      Tembolok (Crop)

Tembolok berfungsi sebagai tempat menyimpakn makanan sementara. Makanan ada dalam tembolok selama 2 jam. Kapasistas tembolok  ± 250gram. Pada tembolok terdapat syaraf yang berhubungan dengan hypothalamus pusat  lapar dan kenyang, sehingga banyak sedikitnya pakan yang terdapat dalam tembolok akan memberikan respon pada syaraf untuk makan atau menghentikan makan.

4.      Proventrikulus

Proventrikulus adalah organ yang memproduksi/mengeksresikian pepsinogen dan Hcl untuk mencerna protein dan lemak. Proventrikulus merupakan tempat yang dilewati makanan menuju ventrikulus. 

Fungsi HCl yang dihasilkan pada proventrikulus akan membantu melumatkan  CaCO3 dan fosfat, mengionkan elektrolit dan memecah struktur tersier pakan saat pakan berada dalam ventrikulus.

5.      Empedal (gizzard)/Ventrikulus

Empedal/ Gizzard/ventrikulus disebut juga perut muscular. Fungsi organ ini adalah memecah/melumatkan pakan dan mencerna dengan air menjadi pasta yang dinamakan chyme. 

Ukuran dan kekuatan ventrikulus ditentukan oleh kebiasaan makan unggas. Pada ventrikulus disekresikan koilin yang berfungsi melindungi permukaan ventrikulus terhadap kerusakan. Disini proses pencernaan pakan juga dibantu oleh pasir-pasir halus yang juga dimakan oleh unggas.

6.      Duodenum

Pada bagian ini terjadi pencernaan yang paling aktif dengan proses hidrolisis dari nutrient kasar berupa pati, lemak dan protein. Penyerapan hasil akhir dari proses in sebagian besar terjadi di duodenum. 

Duodenum merupakan tempat sekresi enzim dari pancreas dan getah empedu dari hati. Getah empedu mengandung garam empedu dan lemak dalam bentuk kholesitokinin-pankreosimin berisi kolesterol dan fosfolipid.

7.      Jejenum dan Ileum

Jejenum dan ileum merupakan kelanjutan dari duodenum, fungsinya sama dengan duodenum. Pada organ ini proses pencernaan dan penyerapan yang belum selesai pada duodenum dilanjutkan sampai tinggal bahan yang tidak dapat tercerna.

8.      Sekum (coecum)

Beberapa nutrien yang tidak tercerna mengalami dekomposisi oleh mikrobia sekum, namun jumlah dan penyerapan kecil sekali. Pada sekum juga terjadi digesti serat kasar yang dilakukan oleh bakteri pencernaan serat kasar.

9.      Rektum (Usus Besar)

Usus besar dinamakan juga intestinum crassum, pada bagian ini terjadi perombakan partikel pakan yang tidak tercerna oleh mikroorganisme menjadi feses. 

Pada bagian ini juga bermuara ureter dari ginjal untuk membuang urin yang bercampur dengan fesessehingga feses unggas dinamakan ekskreta. Feses dan urin sebelum dikeluarkan mengalami penyerapan air sekitar 72%-75%. Waktu yang diperlukan unggas untuk makan hingga defekasi adalah 4 jam.

10.  Kloaka

Kloaka merupakan tempat keluarnya fesees.

Organ Pencernaan Tambahan:




Pankreas

Pankreas mensekresikan getah pancreas yang berfungsi dalam pencernaan pati, lemak dan proein. Selain itu pancreas juga mensekresikan insulin. Secara umum pancreas berfungi sebagai eksokrin yaitu mensuplai enzim yang mencerna karbohidrat, protein dan lemak. Endokrin yaitu menggunakan dan mengatur nutrient berupa energy untuk diserap dalam tubuh dalam proses dasar pencernaan. 
Hati
Hati mensekresikan getah empedu yang disalurkan dalam duodenum. Fungsi getah empedu adalah menetralkan asam lambung (HCl) dan membentuk sabun terlarut (Souluble soaps) dengan asam lemak bebas. Kedua fungsi tersebut akan membantu absorbsi dan translokasi asam lemak. 

Dalam getah empedu terdapat asam empedu yang berperan sebagai asam tarokholik dan glikokhilik. Fungsi asam empedu adalah : membantu disgesti lemak dengan membentuk emulsi, mengaktifkan lipase pankreas, membantu penyerapan asam lemak, kolesterol dan vitamin yang larut dalam lemak, stimulasi aliran getah empedu dari hati dan menangkap kolesterol dalam getah empedu. 

Limpa
Berfungsi memecah sel darah merah dan sel darah putih.


BAB IV

PENUTUP


KESIMPULAN

Pemahaman terhadap penyusun tubuh harus digarisbawahi dimana tubuh tersusun atas sel, kumpulan sel akan membentuk jaringan, sekumpulan jaringan akan membentuk organ, beberapa organ bekerja secara seimbang membentuk sistem organ dan sistem organ merupakan kesatuan tubuh yang lengkap. Anatomi dan fisiologi pada dasarnya merupakan dua ilmu yang tidak dapat dipisahkan.

Dalam mempelajari fisiologi ternak, sangat perlu dipahami kembali konsep-konsep dasar dalam fisiologi. Sehingga memberikan kemudahan mempelajari fisiologi pada ternak yang beraneka ragam.

0 Response to "ANATOMI DAN FISIOLOGI TERNAK"

Post a Comment

- Berkomentarlah dengan sopan dan bijak sesuai isi konten.
- Dilarang menyisipkan iklan, link aktif, promosi, spam, dan sebagainya.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel